Cara Memanjakan Motor Setelah ‘Disiksa’ Buat Mudik

Mudik dan menikmati perjalanan jauh memang terkadang menyenangkan, tapi tidak bisa dipungkiri akan membuat tubuh kelelahan. Selain kondisi kebugaran fisik yang terkuras, motor pun ikut-ikutan kecapekan dan harus segera menjalani perbaikan.

Ada banyak tips dan trik yang bisa dilakukan untuk membuat sepeda motor kembali prima.

Ketika motor enak diajak buat menjalankan kegiatan rutin, tentu hal itu akan sangat membantu Kamu dalam menjalani aktivitas. Oleh karenanya, beberapa langkah berikut sepertinya cocok juga lho untuk dicoba, Sobat.

Bawa Motor ke Bengkel

Foto by Yamaha

Setelah memakai sepeda motor buat mudik lebaran, bawalah kendaraan kesayangan ke bengkel untuk ditunning ulang. Penggunaan kendaraan dalam jarak tertentu, pasti akan mempengaruhi usia spare part dan juga komponen lain seperti oli. Apalagi jika lalu lintasnya macet, tentu perlakukannya harus beda karena motor pasti lebih tersiksa.

Bawalah motor ke bengkel resmi apabila diperlukan. Kelebihan bengkel resmi sebagai partner untuk menservis motor ialah part-partnya yang serba orisinal. Lalu para teknisinya pun lebih terlatih karena telah diberi pelatihan untuk menangani motor-motor merek tertentu.

Tapi jika Kamu punya bengkel kepercayaan, tentu hal itu bisa menjadi opsi yang bagus. Pastikan bahwa teknisinya cukup mahir dalam menangani motor Kamu sehingga tidak malah merusak mesin.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah motor dipakai untuk menempuh perjalanan jauh, antara lain oli (pelumas), kampas rem, dan ban motor.

Wajib hukumnya untuk mengecek pelumas karena akan sangat berpengaruh terhadap komponen utama mesin.Umumnya pelumas harus diganti setelah dipakai sejauh 2.000 Km. Tapi untuk motor yang harus menempuh kemacetan, sebaiknya diganti sebelum jarak tempuh terebut.

Komponen berikutnya ialah busi. Sebagai pemantik api yang berguna dalam proses kombusi, busi harus punya percikan api yang bagus dan jauh dari kelembapan. Kalau motor sudah menempuh jarak 12 Km sejak terakhir kali ganti, maka sebaiknya Kamu beli yang baru agar pengapian maksimum.

Jika proses pembakaran bagus tidak bisa dipungkiri akan menghemat bahan bakar.

Cek Tekanan dan Ulir Ban

Foto by YamarB27.com

Jarak tempuh dan rintangan saat mudik sangat berpengaruh terhadap kondisi ban. Bukan hanya tekanannya, tapi juga kembangan ban yang tentunya sangat berpengaruh terhadap safety.

Cek apakah udara di dalam ban masih cukup dan tidak kempis. Pastikan tekanan udara tidak terlalu kurang atau berlebih. Umumnya ban sepeda motor memiliki tekanan 29 psi untuk depan dan 33 psi untuk ban belakang.

Kalau mau ban tetap terjaga dan dalam kondisi prima, pakailah gas nitrogen. Cara mendapatkannya gampang kok, cukup datangi SPBU terdekat yang sekarang sudah banyak menyediakan outlet nitrogen ini.

Ada banyak keuntungan lho yang bisa didapat dari mengisi ban dengan nitrogen, seperti:

  • Tekanan ban motor menjadi lebih tahan lama
  • Meningkatkan keselamatan pengendara karena tekanan ban lebih stabil
  • Memperpanjang umur penggunaan ban sebab dengan tekanan yang konsisten akan membuat ulir ban habis secara merata
  • Tidak adanya oksidasi pada karetban sehingga mampu memperpanjang umur elastisitas karet ban

Cek pada Kaki-kaki

Foto by Youtube

Yang tak kalah penting selain ban motor ialah kaki-kaki seperti suspensi, lengan ayun atau swing arm, kampas dan cakram rem.

Pemakaian jarak jauh tentu akan mengorbankan kampas rem sebagai part keselamatan utama. Pastikan apakah kampas sudah habis atau masih cukup bagus. Lalu cek juga bagian suspensi. Jika suspensi terasa keras dan umunya terdapat kebocoran, bisa diperkirakan kalau seal harus segera diganti dengan yang baru.

Cek Rantai atau V-Belt

Foto by mcnews.com.au

Setelah selesai dengan kaki-kaki, waktunya untuk memeriksa bagian rantai atau v-belt. Rantai kendaraan yang dipakai untuk perjalanan jauh umumnya cepat kendor dan kehilangan pelumasan. Sedangkan V-belt sendiri juga rawan kendor, dan apabila sudah sangat parah tentu harus diganti.

Peremajaan pada rantai atau v-belt akan sangat berpengaruh terhadap kinerja motor, terutama dalam penghematan bahan bakar. Karena jika rantai atau v-belt kendur, maka tarikan motor pasti akan lemot sehingga torsinya tidak tersalur dengan sempurna ke roda belakang.

Cuci Motor Biar Ganteng

Foto by Youtube

Setelah semua pengecekan sudah dilakukan, waktunya bikin motor lebih ganteng. Caranya, tentu dengan mencucinya. Perhatikan kotoran-kotoran yang menyelinap di sela-sela ruang sempit seperti bagian bawah spakbor atau dekat dengan tromol/cakram rem. Umumnya kotoran menempel di daerah-daerah tersebut dan jarang terjamah.

Kalau sudah bersih, motor kamu sudah ganteng dan bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari tanpa perlu takut rewel.