Mengulik Sistem Anti-Maling di Jepang, Ternyata Cocok Diterapkan di Indonesia

Kata ‘Bang Napi’ yang dulu pernah tenar di sebuah stasiun televisi,”Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!”

Pun sama dengan kejadian kriminal yang bisa kapan saja mengancam sepeda motor kesayangan. Faktanya, motor dapat hilang bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga akibat sistem keamanan motor yang kurag mumpuni. Akibatnya motor gampang dibobol dan digondol maling.

Nah, dari situlah diperlukan tambahan perangkat keamanan di luar yang disediakan oleh produsen sepeda motor. Tapi apa saja ya? Nih coba bandingkan dengan orang-orang Jepang lakukan.

Gunakan Rantai

Rantai motor memang tidak selamanya atau cukup sempurna untuk mengamankan motor, namun perangkat ini terbilang cukup efektif menghalau gerak maling dan membuat mereka kesulitan untuk mengambil motor. Yap, jauh lebih baik ketimbang tidak ada alat pengaman sama sekali.

Di Jepang, pengguna sepeda motor yang ingin motornya aman dari maling, memasang rantai yang cukup besar dan diharapkan dapat mencegah aksi kriminal. Logikanya, tentu semakin besar rantai akan semakin sulit untuk dipatahkan. Terlebih lagi, maling pun akan kehilangan banyak waktu.

Kalau tidak punya semacam tiang yang kuat, ada trik lain dengan menanam pengait di lantai. Jadi fungsinya semacam pasak yang tidak akan mudah untuk dicabut, karena tertancap pada beton.

Akan tetapi, perlu diperhatikan pula masalah berat rantai. Sebenarnya, berat ini terbilang proporsional. Tapi umumnya, bukankah semakin berat rantai, maka semakin memperlambat gerakan maling?

Mengunci Secara Berantai

Cara lainnya, terutama untuk motor dengan jumlah yang banyak ialah dengan memarkirnya secara berdempetan, lalu merantainya berjajar. Hal ini dipercaya cukup efektif karena maling akan kebingungan mencari celah.

Kunci Cakram

Seperti yang umum dipakai di Indonesia, kunci cakram juga dipakai oleh warga Jepang. Tidak ada perbedaan yang mencolok dibandingkan peranti yang banyak dijual di dalam negeri.

Yang bikin beda ialah cara mereka yang menyambungkan gembok cakram dengan alarm. Jadi apabila suatu saat setang dibelokkan, atau gembok diutak-atik hingga membuat arah setang berbelok, secara otomotis alarm akan berbunyi.

Gembok Rem

Bisa juga menggembok rem depan dengan setang. Cara ini cukup bagus agar motor sama sekali tidak bisa dijalankan.

Gembok ini pun sebenarnya bisa diakali dengan yang biasa dijual di pasaran Indonesia.

Gembok “U”

Gembok berbentuk “U” ini juga cukup kuat untuk menahan gerakan rantai motor. Umumnnya gembok ini dipasang pada gear belakang motor, sehingga saat motor dijalankan, maka gembok akan menghalangi laju dan saat itulah maling kesulitan untuk menggondol motor.

 

Immobilizer dan Warning Alarm

Peranti canggih yang sebenarnya perlu dipasang ialah Immobillizer dan Alarm. Apalagi alarm yang dilengkapi dengan GPS.

Jadi apabila fitur secanggih Immobilizer atau pun alarm bisa dibobol, setidaknya Kamu bisa melacak ke mana motor dibawa kabur.

Nah, dengan begitu, kamu punya barang bukti agar untuk melaporkan kejadian kehilangan tersebut kepada pihak berwenang.

Sumber Foto: ride-aid.jp