Komparasi Gagahnya Kawasaki Ninja H2 SX vs Ninja 400 vs ZX-14R vs ZX-10R vs Ninja 250 SL

Kawasaki Ninja H2 SX terkenal dengan bodinya yang bongsor dan gagah. Siapa pun yang melihatnya di jalan, dijamin bakal terkesima dan berasa ingin mencobanya.

Tapi jangan lupakan dulu motor-motor Kawasaki lain yang tidak kalah ganteng dan tentu saja punya bodi macho, seperti halnya Kawasaki Ninja 400 yang bodinya mirip banget dengan All-New Ninja 250 FI di Indonesia. Lalu masih ada lagi yang tidak kalah bengis, seperti Ninja ZX-14R, ZX-10R dan bahkan si ramping Ninja 250 SL.

Umumnya, ukuran bodi motor selalu menjadi pertimbangan karena berpengaruh terhadap performa, terutama kebutuhan saat berkendara. Mau yang enteng? Bisa pilih Ninja 250 SL. Kalau yang bongsor, tentu H2 SX atau Ninja ZX-14R.

Penasaran bagaimana detailnya? Yuk simak ulasan kompletnya, Sobat!

Kawasaki Ninja H2 SX vs Beberapa Model Ninja

Mau cari motor sport-tourer dengan tenaga super besar, jawabannya ialah Kawasaki Ninja H2 SX yang tidak hanya gagah tapi juga sudah dibekali dengan teknologi supercharger!

Dapur pacunya mengadopsi kubikasi 998cc dengan torehan power sebesar 194 HP/11.000 rpm dan torsi puncaknya 137,3 Nm/9.500 rpm. Sungguh sangat powerful buat touring atau melakukan perjalanan jauh.

Spesifikasi Kawasaki Ninja H2 SX

Engine 4-stroke, 4-cylinder, DOHC, 4-valve, liquid-cooled, supercharged
Displacement 998cc
Bore x Stroke 76.0 x 55.0mm
Compression Ratio 11.2:1
Fuel System DFI® with 40mm throttle bodies (4) with dual injection
Ignition Digital
Transmission 6-speed, return, dog-ring
Final Drive Sealed chain
Electronic Rider Aids Kawasaki Corner Management Function (KCMF), Kawasaki Traction Control (KTRC), Kawasaki Launch Control Mode (KLCM), Kawasaki Intelligent anti-lock Brake System (KIBS), Kawasaki Engine Brake Control, Kawasaki Quick Shifter (KQS) (upshift & downshift), Cruise Control, LED Corning Lights
Frame Type Trellis, high-tensile steel, with swingarm mounting plate
Rake/Trail 24.7/4.1 in
Overall Length 84.1 in
Overall Width 30.5 in
Overall Height 49.6 in
Ground Clearance 5.1 in
Seat Height 32.9 in
Curb Weight 573.3 lb**
Fuel Capacity 5.0 gal
Wheelbase 58.3 in
Color Choices Emerald Blazed Green/Metallic Diablo Black
Warranty 12 Month Limited Warranty
Kawasaki Protection Plus™ (optional) 12, 24, 36 or

Nah, bicara soal bongsornya motor, versi tourer ini rupanya tidak jauh berbeda ketimbang saudara terdekatnya Ninja H2. Berdasarkan data teknis, selisihnya hanya 5 mm di mana H2 SX punya 775 mm dan H2 memiliki lebar 770 mm.

Foto by Bikesrepublic

Giliran dibandingkan dengan Ninja ZX14R, rupanya H2 SX lebih ramping karena motor yang cocok buat drag layaknya Suzuki Hayabusa ini mengadopsi lebar 780 mm. Yang lebih bongsor lagi justru dipunyai oleh Ninja 1000 yang ternyata lebarnya sampai 790 mm.

Foto by totalmotorcycle.com

Berlanjut ke Ninja ZX-10R. Motor ini dibekali dengan lebar 740 mm yang pastinya lebih ramping karena Ninja ZX-10R dipakai untuk balapan sekelas World Superbike Championship (WSBK). Enggak tanggung-tanggung lho! Ketika dipakai oleh Jonathan Rea, motor ini bahkan sanggup menyabet juara dunia beberapa kali.

Foto by InspirationSeek.com

Varian yang tidak kalah rampingnya ialah Ninja 650 ABS dengan lebar 740 mm. Persis sama dengan ZX-10R.

Foto by Careta

Kalau mau sedikit membandingkan dengan merek lain, sebenarnya Suzuki Hayabusa merupakan varian yang cocok disandingkan dengan Ninja H2 SX. Tampangnya memang sangat gagah dan lebih sangar lagi dibekali dengan mesin yang juga tidak kalah mumpuni.

Berbekal mesin 4-silinder paralel, motor ini terbilang cukup kaya bobot alias lumayan berat. Tapi uniknya, ukuran lebarnya tidak sampai sebongsor Ninja 650 ABS, karena Hayabusa cuma memiliki lebar 735 mm. Kompak banget kan bodinya?

Foto by Suzuki

Menurut kami, dari sekian motor yang disebutkan di atas, Kawasaki ZX-10R merupakan varian paling gampang dikendarai dan paling enak secara handling. Terutama karena bobotnya yang kompak.

Tapi bukan berarti Ninja H2 SX kurang nyaman dikendarai. Pasalnya, Kawasaki pun sudah menyiapkan teknologi canggih seperti traction control, ETC 2.0 ABS dan cruise control sebagai peranti standar guna mendulang rasa berkendara yang makin mantap.

Bagaimana dengan Kawasaki Ninja 400, Ninja 250 dan 250 SL?

Foto by MCN

Makin enteng motor, tentu punya keutamaan berupa handling yang lebih ringan pula. Nah, kalau soal ini, gagahnya Kawasaki Ninja H2 SX masih kalah cekatan dibandingkan Ninja 400, apalagi Ninja 250 dan 250 SL.

Foto by Pinterest

Tiga motor tersebut tidak ada matinya kalau dipakai jalan-jalan di perkotaan. Apalagi kalau cuma mau ngebut sampai 100 Km/jam, rasanya-rasanya enggak akan ada masalah. Kecuali kalau pas macet dan ramai saja yang tentu saja nyaris sulit dilakukan.

Foto by Kawasaki

Kesimpulannya, semua motor memiliki keistimewaan masing-masing baik dari segi bodi maupun performa. Bisa jadi motor yang bongsor sedikit lebih sulit dikendalikan, tapi cukup anteng buat di perjalanan. Di sisi lain, kalau mau meliuk-liuk di perkotaan, motor dengan kubikasi dan bodi ramping lebih mumpuni dan tidak bikin ribet.

Sekarang, motor mana nih yang menjadi favorit Kamu, Sobat?