Pernah Dengar Istilah Motor Robot? Begini Ternyata Cara Kerjanya

Sebuah penemuan baru dalam dunia robotik kembali bikin penasaran dunia karena keunikan dan kecanggihannya. Kali ini, sebagai rumahnya teknologi, Jepang kembali menelurkan ciptaan baru yang disebut dengan robot Canguro.

Inovasi robotik ini dikembangkan oleh Chiba Institute of Technology yang lahir dari tangan-tangan tim Future Robot Technology Research Center.

Berbeda dari robot kebanyakan, Canguro mengaplikasikan banyak fitur canggih dan fungsi utamanya ialah sebagai e-bike.

Transformasi dari ‘Lloyd Mode’ jadi ‘Ride Mode’

Foto by ride-aid.jp

Lloyd mode punya keistimewaan mampu mengikuti pemilik motor tanpa perlu dikendarai. Kesannya tentu unik!

Ketika beralih ke posisi Ride Mode, ia akan langsung berubah menjadi e-bike yang dapat dikendarai oleh pria dewasa.

Kalau dilihat dari roda-rodanya, sepertinya cocok kalau robot ini disebut sebagai trike?

Kombinasi antara ‘Kuda’ dan Manusia dalam Sebuah Mesin

Nama asli Canguro diambil dari bahasa Italia yang berarti “kangaroo”. Hal itu bisa dilihat dari bentuk robot ini ketika dalam posisi Lloyd mode.

Ketika dalam ride mode, si robot pintar ini diibaratkan seekor kuda yang siap ditunggangi. Di sisi lain, bukan hanya bisa ditunggangi tapi robot bisa lebih pintar lagi dengan kemampuan untuk mengikuti pemiliknya secara otomotis. Ya, mungkin bisa disebut ‘robot piaraan’.

Fungsi Autopilot Canguro

Foto by ride-aid.jp

Fitur utama Canguro ada pada sensor-sensornya yang disebut dengan scanSLAM. SLAM sendiri merupakan kependekan dari (Simultaneous Localization and Mapping) yang mampu mendeteksi ruang dan benda-benda yang ada di sekitar robot.

Selain itu masih ada teknologi 3D LiDAR di mana ia akan aktif dan secara omomatis bergerak sendiri. Dengan perangkat wide angle camera, rear distance sensor dan banyak lagi yang lainnya, menjamin motor tidak akan mudah menabrak.

Untuk detail performanya, coba deh cek video berikut, Sobat!

Bagaimana Jika Dikendarai oleh Orang Dewasa?

Foto by ride-aid.jp

Pertanyaan di atas tentu seringkali menjadi bahan perbincangan. Pertama karena bentuknya yang ramping, dan terutama ini bukan murni motor, tapi masih dalam bentuk robot.

Nah ternyata ketika dalam posisi riding mode, e-bike ini bisa setidaknya menampung bobot 64 Kg. Tapi kecepatannya hanya sampai 10 Km/jam.

Sepertinya motor semacam ini lebih cocok dipakai di dalam ruangan, contohnya  di bandara atau tempat pameran dengan luas hall yang bisa kapan saja bikin pegal-pegal kalau ditempuh dengan jalan kaki.