Marc Marquez Memuncak, Yamaha-Ducati Penuh Drama dan Nasib Para Debutan MotoGP 2018

Tak terasa musim MotoGP 2018 sudah sampai di race ke lima di sirkuit Le Mans Prancis yang dihelat pada tanggal 20 Mei pekan lalu. Sederet cerita pun tercipta dari balapan paling bergengsi sejagat tersebut.

Marc Marquez yang menjadi juara bertahan MotoGP musim lalu kian tak terkejar di puncak klasemen. Sementara jarak poin yang semakin jauh menandakan bahwa strategi tim lain sedang tidak berjalan baik.

Marquez Menang Beruntun di 3 Race Terakhir

Foto Marc Marquez by redbull.com

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez semakin tangguh hingga menorehkan poin terpaut jauh dari pemegang kunci klasemen nomor 2 sementara dari Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales.

Jika Vinales meraup poin 59, Marquez melenggang jauh dengan 95 poin.

Marquez sangat kompetitif di 3 race terakhir dengan mendapatkan podium pertama berturut-turut, yakni di sirkuit Thermas de Rio Hondo, Amerika; Circuito de Jerez, Spanyol; dan akhir pekan lalu di Le Mans, Prancis.

Para pembalap dari tim-tim lain pun sebenarnya cukup kompetitif di awal-awal, namun fluktuasi peraih podium membuat tak satu pun pembalap lain yang menempel ketat Marc Marquez.

Bahkan sang legenda balap dari tim Movistar Yamaha bernomor 46, Valentino Rossi, kurang begitu kuat di lintasan.

Hasilnya, poin seolah dibagi rata dengan peraih klasemen sementara mulai dari posisi 2 hingga 5.

Ducati-Yamaha Mencoba Bangkit

Foto Jorge Lorenzo by MCN

Nasib kurang mujur diterima oleh pembalap Ducati dan Yamaha yang selama ini dikenal sangat kompetitif. Meski di awal race pembalap Ducati Corse, Andrea Dovisiozo dan Rossi (panggilan akrab Valentino Rossi) sempat memenangi race dengan menyabet posisi 1 dan 3, nyatanya hal itu sulit berlanjut di race berikutnya.

Hanya saja Rossi setidaknya sempat menorehkan catatan baik setelah berhasil merebut podium 3 di Le Mans.

Dovi (panggilan akrab Andrea Dovisiozo) justru yang lebih apes! Berharap bisa menyalip Marquez yang berada di line terdepan, ia justru harus tersungkur setelah mengalami kecelakaan beruntun yang melibatkan dirinya dan rekan satu timnya Jorge Lorenzo di sirkuit Jerez.

Kala itu, penyebab kecelakaan disinyalir karena Lorenzo tidak melihat pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa yang menyalipnya dari sisi dalam lintasan di tikungan 6. Padahal saat itu Lorenzo tengah menghindari Dovi yang melebar.

Namun nasib apes juga harus diterima Pedrosa karena ia menjadi salah satu korban kecelakaan. Yes, banyak kalangan yang meyebut kejadian tersebut dengan istilah “Ducati Disaster” atau “Bencana Ducati”. Yang bikin sedih, dua pembalap Ducati ini ketika itu sedang memperebutkan podium 2 dan 3.

Di Kubu Yamaha Sendiri, Vinales baru dua kali berhasil mencatatkan podium, yakni di Austin di posisi 2. Prestasinya yang ia peroleh di klasemen sementara, rupanya berkat konsistensinya dalam memperoleh poin. Setidaknya, ia tidak pernah gagal finish seperti yang pernah terjadi pada Rossi di Argentina, Pedrosa, Carl Crutclow dari Tim Satelit Honda atau pun Dovi.

Peluang Juara Dunia MotoGP 2018

Foto Juara Dunia MotoGP ke-8 Valentino Rossi by Istimewa

Peluang menjadi jawara MotoGP 2018 tentu saja sangat terbuka lebar bagi semua pembalap. Tidak ada yang bisa memprediksi bahwa Marc Marquez nantinya akan jatuh dan kehilangan poin. Tidak ada pula yang bisa memastikan Valentino Rossi tidak sanggup berjuang hingga terus merangsek ke depan.

Bahkan Dovisiozo yang musim 2017 lalu bersaing ketat dengan Marquez masih punya kesempatan merebut tampu juara.

Catatan-catatan baru berkali-kali dicetak dalam 5 laga terakhir MotoGP 2018. Coba perhatikan kembali rangkuman podium berikut:

  • Qatar: Andrea Dovisiozo (1), Marc Marquez (2), Valentino Rossi (3)
  • Argentina: Cal Crutchlow (1), Johann Zarco (2), Alex Rins (3)
  • Amerika: Marc Marquez (1), Maverick Vinales (2), Andrea Iannone (3)
  • Spanyol: Marc Marquez (1), Johann Zarco (2), Andrea Iannone (3)
  • Prancis: Marc Marquez (1), Danilo Petrucci (2), Valentino Rossi (3)

Johann Zarco dari Tim Monster Tech3 Yamaha, Iannone, Rossi dan Marquez sanggup menempatkan namanya di podium lebih dari sekali. Sisanya, silih berganti.

Iannone termasuk pembalap yang kuat. Setelah migrasi dari Ducati ke Suzuki Ecstar, ia berhasil meraih podium 3 sebanyak 2 kali, yaitu di Austin dan Jerez. Hal ini tentu sama dengan memberikan hasil gemilang bagi Suzuki setelah sebelumnya sepi juara pasca mereka kehilangan Vinales.

Di sisi lain, kejutan juga muncul dengan datangnya Alex Rins yang juga dari Tim Suzuki Ecstar dalam kancah perebutan podium. Inilah rekor baru bagi seorang Alex Rins yang pertama kali mencicipi suka cita memperoleh podium. Meskipun hanya podium 3.

Hal menarik lainnya ialah keberadaan Zarco. Pembalap asal Cannes, Prancis itu sempat dua kali memperoleh podium di Argentina dan Jerez. Kemampuannya dalam membalap memang terlihat sangat menonjol sejak ia menjuarai Moto2 dan naik kelas di MotoGP.

Nasib Para Pembalap Debutan MotoGP

Foto Franco Morbidelli by motogp.com

Bukan hanya disemarakkan dengan nama-nama lama, MotoGP musim 2018 juga ramai sekali oleh pembalap yang naik kelas dari Moto2.

Salah satu yang populer ialah Franco Morbidelli. Pembalap asal Roma, Italia tersebut terkenal sangat kuat ketika berlaga di Moto2. Gelar juara dunia Moto2 tidak lantas membuatnya senang begitu saja. Bersama Tim Marc VDS, Morbidelli mengikuti jejak Zarco mengadu kemampuan di MotoGP.

Sayangnya, dari 5 race yang ia jalani, Morbidelli masih belum menemukan ritme yang bagus untuk mengendalikan motornya. Berdasarkan catatan terakhir, Morbidelli menduduki posisi klasemen ke 15 tepat di bawah Lorenzo yang ada di posisi 14.

Namun, sebagai pendatang baru di kelas MotoGP, Morbidelli cukup punya taring jika dibandingkan para debutan lain. Faktanya, pembalap berkebangsaan Malaysia, Hafizh Syahrin masih ada di nomor 17. Sedangkan di bawahnya lagi, ada nama Takaaki Nakagami asal Jepang yang menduduki tempat ke-19.

Yah setidaknya mereka masih di atas para pembalap yang sudah lebih lama di MotoGP contohnya Scott Redding. Atau paling tidak lebih bagus dari Xavier Simeon mendekam di klasemen terakhir.