Naga Lima, Kustom Motor asal Purwokerto Mejeng di Jepang dan Memukau Dunia!

Industri kustom motor tanah air seharusnya patut berbangga dengan banyaknya karya tangan anak negeri yang akhirnya bisa mendunia. Salah satunya yang bahkan booming dan sempat menjadi andalan Indonesia di kancah Hot Rod Custom Show ke-25 Jepang, justru dimiliki oleh seorang pria asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Ia adalah M Yusuf Adib, seorang penggiat kustom yang berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu builder terbaik di ajang Kustomfest 2016, dan menyabet the Greatest Bike Suryanation Motorland. Dari sanalah, Yusuf berangkat ke Jepang untuk pamer mahakarya terbaiknya kepada dunia pada tanggal 3 Desember 2016.

Pasti dong motor yang ia bangun bukan motor biasa! Dengan mengandalkan mesin Honda Tiger, Yusuf menyulap konfigurasi mesin satu silinder menjadi 5-silinder dan mampu berjalan dengan normal. Dari situlah banyak yang terpukau dan mengapresiasi kemampuan pemilik bengkel Psycho Engine itu.

 

Sampai di Kustomfest 2016 dan menyabet The Best Kustom Bike

Kustom Naga Lima Psycho Engine by gastankmagazine.com

Melejitnya nama Naga Lima bermula dari event Kustomfest 2016 dengan berhasil mendapatkan gelar “Best Kustom Bike”. Saat itu buah karya Yusuf ini seolah tidak bisa dibandingkan lagi dengan peserta yang lain karena konfigurasi kubikasinya yang tidak wajar.

Saking besarnya kubikasi sebesar 600 cc yang terbagi dalam 5-silinder, suara motor ini seakan menggelegar layaknya helicopter!

Proses menjadi juara yang dialami oleh Yusuf sebenarnya tidaklah mudah. Selain harus bersaing dengan berbagai motor kustom dari penjuru Nusantara, penjuriannya juga sangat ketat. Bukan hanya juri dari Indonesia saja lho, tapi sejumlah builder papan atas dari mancanegara pun ikut ambil bagian seperti Yaniv Evan (Powerplant Motorcycles), Yuichi Yoshizawa (Custom Works Zon), Kaichiroh Kurosu (Cherry’s Company). Lalu media spesialis modifikasi seperti Fred Bageur (Wild), Makoto Watanabe (Chopper Journal), Geoffrey Baldwin (Tank Moto/Return of The Racer Racers) Luke Ray (Fuel Magazone), Scott Andrew (Pipeburn) dan Blake Jones (Speed Hunters).

Apalagi dengan melegendanya Kustomfest sebagai festival motor kustom terbesar di Indonesia, pasti bikin persaingan tambah alot! Tapi akhirnya Yusuf dan Naga Lima berhasil melampui karya-karya terbaik lainnya dan turun sebagai sang juara.

 

Naga Lima The King of Suryanation Motorland 2016

M. Yusuf Adib Mustofa by naikmotor.com

Belum puas dengan hanya menjadi the Greatest Custom Bike di Kustomfest 2016, Yusuf dan kawan-kawan setimnya dari bengkel Psycho Engine lantas menjajal peruntungan di event Suryanation Motorland 2016.

Bukan main, lagi-lagi sambutan hangat disampaikan oleh para juri dan penonton yang melihat sendiri bagaimana bentuk mesin 5-silinder (radial) bisa diwujudkan dari basik Honda Tiger.

Para juri yang terdiri atas Lulut Wahyudi builder Retro Classic Cycles dari Yogyakarta, Dony Ariyanto builder Studio Motor dari Jakarta, dan juga Tommy Dwi Djatmiko atau Mastom dari Mastom Custom benar-benar mengacungi jempol atas karya Yusuf.

Alhasil, mereka pun berhasil memboyong gelar The Greatest Bike alias The King of Suryanation Motorland 2016!

Naga Lima ketika itu menyingkirkan para juara regional dari kota penyelenggara Suryanation Motorland sebelumnya, seperti Medan, Palembang, Semarang dan Makassar.

Selain membawa pulang uang tunai, Yusuf juga diajak pelesir untuk memajang hasil karyanya di Yokohama Hot Rod Custom Show 2016.

 

Mejeng di Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25

Peserta Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25 by oto.detik.com

Akhirnya sampai juga tim Suryanation Motorland di Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25, Jepang. Yusuf yang kebagian venue buat memamerkan motornya tentu wajib berbangga dan berbahagia.

Setibanya di Passifico Hall di mana Yokohama Hot Rod Custom Show digelar, Naga Lima laksana magnet yang menyedot perhatian kru dan builder-builder di dalam venue.

“Mereka salut dengan hasil karya radial engine yang dibuat oleh Yusuf yang hanya mengandalkan mesin motor kecil, yang dikerjakan secara handmade,” ujar Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta kepada Detik.com (5/12/2016).

Memang jika dirunut dari konfigurasinya, Naga Lima bukan diracik dari mesin-mesin besar sekelas Royal Enfield atau pun BMW, tapi dari hasil pengerjaan tangan yang terampil. Mesin Honda Tiger saja bisa diubah jadi sistem baru dengan kapasitas total 600cc. Itulah yang bikin orang-orang Jepang dan pengunjung dari seluruh dunia tergila-gila dengan konsepnya!

 

Keunikan mesin 5 silinder buatan builder ‘Psycho Engine’

Naga Lima dan M. Yususf Adib Mustofa by gastankmagazine.com

Naga Lima dibangun dari bahan mesin Honda Tiger lansiran tahun 2002. Penggabungan 5 silinder blok menjadi satu rangkaian mesin bukanlah tanpa fungsi dan hanya untuk gaya-gayaan saja, tapi sebaliknya, kelima piston bekerja saling berirama hingga menyemburkan tenaga buas dan suara yang beringas.

Sektor mesin yang begitu rumit ini memang menjadi fokus utama Yusuf. Bahkan kepada Kompas.com, Yusuf mengaku membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk menyempurnakan prosesnya.

Aral yang melintang tentu saja ada. Dua tahun sebelum mesin benar-benar jadi, Yusuf pernah menjadi korban kebakaran yang menghanguskan bengkel dan melahap seisi rumah, termasuk riset modifikasi mesin Naga Lima. Padahal saat itu riset sudah berjalan 50%.

Mesin radial itu sendiri memiliki sistem kerja yang unik. 5 piston yang ada di dalam 5 silinder berbeda diatur saling berkesinambungan mengikuti arah poros engkol melalui kruk as. Gerakan ini layaknya jeruji roda. Umumnya, teknologi ini banyak dipakai pada mesin pesawat-pesawat model lama.

”Transmisi tetap pakai Tiger, tapi saya kustom dari vertikal jadi horizontal. Semua bikin sendiri, mulai dari casting power, radial engine, sampai kruk as juga cetak sendiri,” kata Yusuf, dikutip dari Otomania (9/10/2016).

 

Data Modifikasi:

  • Handgrip : Handmade by Psycho Engine
  • Braket headlamp : Handmade by Psycho Engine
  • Gas spontan : Handmade by Psycho Engine
  • Setang : Handmade by Psycho Engine
  • Jok : Handmade by Psycho Engine
  • Headlamp : Aftermarket
  • Sok depan : Handmade by Psycho Engine
  • Discbrake : Aftermarket
  • Tangki : Handmade by Psycho Engine
  • Footstep : Handmade by Psycho Engine
  • Frame : Handmade by Psycho Engine
  • Knalpot : Handmade by Psycho Engine
  • Mesin : 5 silinder radial custom by Psycho Engine
  • Karburator : Keihin PE28 mm