Valentino Rossi ‘Come Back’, Geser Vinales dan Pepet si ‘Baby Alien’

Perjuangan pembalap paling senior di gelanggang World MotoGP Championship 2018, Valentino Rossi belumlah berakhir. Pembalap tim Movistar Yamaha yang kini berumur 39 tahun tersebut, terus mengancam hingga sekarang berada di klasemen sementara MotoGP selepas race di Mugello, Italia kemarin.

Lalu bagaimana langkah Rossi hingga bisa menyalip rekam setimnya, Maverick Vinales dan mengejar juara dunia bertahan si ‘Baby Alien’, Marc Marquez?

Konsistensi Valentino Rossi

Foto Valentino Rossi by motogp.com

Meski sempat mengeluh dengan kondisi motornya, VR46 (sebutan Valentino Rossi) masih cukup konsisten dan kompetitif ketimbang pembalap lain. Menurut catatan Dorna, Rossi sudah mengantongi 3 kali podium, meski pun selalu di posisi ketiga. Tapi, setidaknya Rossi jelas punya taji dan bikin musuh-musuhnya ngeri!

Catatan Kemenangan Rossi:

  • Qatar, Losail International Circuit: (1) Andrea Dovisiozo, (2) Marc Marquez, (3) Valentino Rossi
  • France, Le Mans Bugatti Grand Prix: (1) Marc Marquez, (2) Danilo Petrucci, (3) Valentino Rossi
  • Italia, Mugello: (1) Jorge Lorenzo, (2) Andrea Dovisiozo, (3) Valentino Rossi

Berkaca dari start-nya pun tidak bisa dipungkiri bahwa Rossi masih begitu kuat. Contoh paling menonjol ialah ketika ia bertandang ke Spanyol. Rossi yang start dari posisi ke-10 berani merangsek ke depan dan berhasil finish ke-5.

Makin menarik lagi, di tanah kelahirannya, Italia, Rossi berhasil pol position dan start di posisi 1. Sayangnya, ia harus disalip oleh Lorenzo dan Dovisiozo.

Pernah Terjatuh, Rossi Akhirnya Bangkit Lagi

Foto MotoGP by bikereview.com.au

Bukan balapan yang seru kalau seorang hero belum jatuh duluan, sebelum berhasil menggapai impian. Sebagai pembalap yang sudah berulang kali mencatatkan rekor, dan 9 kali merebut predikat Juara Dunia MotoGP, Rossi tetaplah pembalap yang penuh celah.

Dalam 6 laga yang dihelat musim ini, Rossi sempat sekali terjatuh dan membuatnya terseok-seok di deretan pembalap yang finish di nomor buncit.

Lagi-lagi ia harus bersitegang dengan Marquez yang dipandang terlalu agresif hingga membahayakan pembalap lain. Rossi pun tidak terima dan sempat menyebut Marquez sebagai perusak balapan.

Marquez yang saat itu tidak bisa mengelak dari kesalahannya, harus menerima penalty berupa pengurangan catatan waktu selama 30-detik. Tapi, Marquez tetaplah Marquez, ketika mentalnya sedang membara, ia tidak akan bisa dihentikan dengan mudah dan tetap menjadi juara pertama.

Rossi yang harus bangkit dari keterpurukan berusaha keras menjadi hero untuk menyelamatkan poin. Start dari posisi 11, ia hanya bisa finish di urutan ke-19.

Untuk mengobati lukanya, ia pun berjuang mati-matian di sirkuit Red Bull Ring, Amerika. Tekad keras akhirnya membaya ia kembali start di posisi 5 dan finish ke-4. Masih lebih baik ketimbang Dovisiozo, meski harus diakui harus tunduk di bawah Andrea Iannone.

Masalah Motor Yamaha YZR-M1 Valentino Rossi

 

Foto Yamaha YZR-M1 by motogp.com

Seolah tidak ada habisnya, masalah demi masalah muncul membayangi motor YZR-M1 yang dipakai Rossi dan Vinales. Dan faktor utama masalah tersebut ialah persoalan peranti elektronik (ECU).

Rossi sendiri mengakui bahwa dalam hal ini Yamaha masih tertinggal jika dibandingkan Honda dan Ducati. Bahkan ia mendesak para teknisi Yamaha untuk segera mencari solusi agar ECU produksi Magnetti Marelli itu direvisi.

Meski kepala tim teknisi data pembalap Valentino Rossi, Matteo Flamigni mengaku belum mau menyerah mencari jalan keluar, namun pihak Yamaha enggan menuruti permintaan tersebut dan memilih percaya dengan pihak internal pabrikan Iwata.

Permasalahan ECU ini bukan musim ini terjadi, tapi musim lalu pun tim Movistar Yamaha masih dinaungi problem serupa. Bahkan, prestasi Rossi dan Vinales pun dipercaya terus memburuk akibat masalah tersebut.

Walapun demikian, agaknya Yamaha semestinya bisa sedikit bersyukur gara-gara naik-turunnya prestasi tim lain sehingga menempatkan posisi mereka di klasemen teratas.

Contoh pembanding paling kentara ialah performa tim Ducati Corse, di mana Jorge Lorenzo baru bisa merebut podium di Mugello pekan lalu, dan sama seperti Dovisiozo, keduanya sempat gagal finish sebanyak dua kali. Tentu, kerugian yang besar harus diterima Ducati, ketika mereka belakangan makin kompetitif!

Perseteruan Rossi-Vinales

Foto Valentino Rossi dan Maverick Vinales by motogp.com

Bak musuh dalam selimut, Rossi dan Vinales adalah dua ekor kucing yang saling memperebutkan makanan di dalam satu rumah. Soal prestasi pun, duo pembalap Yamaha ini terbilang cukup anteng untuk menempatkan mereka di klasemen 2 dan 3.

Vinales yang dulunya kuat di Suzuki, turut mengeluh dengan settingan ECU motor. Hingga ia pun terseok-seok dan baru sekali meraih podium, yaitu di Amerika. Setelah itu, Vinales hanya mampu finish 7 dan 8 pada 3 race terakhir.

Sedangkan Rossi jauh lebih beruntung dengan berhasil mendapatkan podium 3 sebanyak dua kali berturut-turut, yaitu di Perancis dan Italia.

Klasemen Sementara MotoGP usai seri Mugello 2018

No. Pembalap Tim Negara Point
1. Marc Marquez Repsol Honda Spanyol 95
2. Valentino Rossi Movistar Yamaha Italia 72
3. Maverick Vinales Movistar Yamaha Spanyol 67
4. Andrea Dovizioso Ducati Italia 66
5. Johann Zarco Monster Yamaha Tech 3 Prancis 64
6. Danilo Petrucci Octo Pramac Racing Italia 63
7. Anrea Iannone Suzuki Ecstar Italia 60
8. Cal Crutchlow LCR Honda Inggris 56
9. Jack Miller Octo Pramac Racing Australia 49
10. Jorge Lorenzo Ducati Spanyol 41
11. Dani Pedrosa Repsol Honda Spanyol 29
12. Tito Rabat Reale Avintia Racing Spanyol 27
13. Pol Espargaro Red Bull KTM Motorsport Spanyol 23
14. Alex Rins Suzuki Ecstar Spanyol 22
15. Alvaro Bautista Pull&Bear Aspar Team Spanyol 19
16. Franco Morbidelli Estrella Galicia Marc VDS Italia 17
17. Hafizh Syahrin Monster Yamaha Tech 3 Malaysia 17
18. Aleix Espargaro Aprilia Racing Team Gresini Spanyol 13
19. Takaaki Nakagami LCR Honda Jepang 10
20. Bardley Smith Red Bull KTM Motorsport Inggris 7
21. Scott Redding Aprilia Racing Team Gresini Inggris 5
22. Karel Abraham Pull&Bear Aspar Team Rep. Ceko 1
23. Xavier Simeon Reale Avintia Racing Spanyol 0
24. Tom Luthi Estrella Galicia Marc VDS Swiss 0