Kombinasi 3 Unsur Seni Jadi Motor Kustom ala Tommy Gun

Membuat kustom motor terkadang memang bikin pusing. Pengalaman dan ketelatenan selalu menjadi kunci bagaimana membuat karya masterpice yang tidak monoton atau terkesan menjiplak.

Nah, menurut Tommy Dwi Djatmiko, seorang penggiat kustom yang namanya banyak berpengaruh pada ajang Suryanation Motorland, ada 3 unsur yang perlu dipelajari dalam mengkustom motor.

Apa saja? Dan Seperti apa sosok motor kustom karyanya?

Sosok Kustom Tommy Gun

Orang pasti bingung dengan istilah Tommy Gun. Apakah itu merupakan nama motor? Atau sebuah slogan?

Menurut Om Tommy (kami memanggil Tommy Dwi Djatmiko), Tommy Gun merupakan representasi namanya yang terinspirasi dari sebuah senjata api Thomson. Istilah tersebut lantas dipakai Om Tommy untuk menyelaraskan dengan jargon kepunyaan Royal Enfield ‘Made Like a Gun’ yang menjadi basik motor kustom ciptaannya.

Dari situlah lahir nama kustom bernama Tommy Gun dengan slogan ‘This is my Gun, Tommy Gun!’. Yap, Tommy Gun bukan lagi sebuah slogan, melainkan aliran kustom yang sengaja diciptakan oleh Om Tommy agar menjadi pembeda dibandingkan model lainnya.

Pendirian Om Tommy pun berbuah manis. Dengan membawa merek Mary Jane Therapy, pendiri Mastomcustom itu berhasil menciptakan mahakarya yang saat itu menjadi ikon di Suryanation Motorland 2016.

Kesan yang dipakai bisa dibilang campur-campur. Sebagai aliran kustom baru, ada banyak alternatif namun tidak bisa dideskripsikan sebagai sebuah Cafe Racer, Tracker, Bobber atau pun Scrambler. Unsur-unsur tersebut seolah menyatu dan membentuk karakter baru.

Motor yang diberi Serial Number MJ0816/TG01 itu menjadi sosok unik yang menjadi kebanggaan Om Tommy dan harapannya bisa diterima dengan baik, di level nasional maupun internasional.

Identitas dan Nuansa Indonesia di dalam Tommy Gun

Selain membuat karya unik, Om Tommy juga menegaskan soal adanya unsur Indonesia yang harus ada sebagai identitas kustom lokal. Menurutnya, Tommy Gun juga punya ciri khas itu.

Selain dibikin oleh orang Indonesia asli, Tommy Gun memiliki aksen batik yang diletakan pada spakbor belakang.

Aksen tersebut terinspirasi dari motif batik Makassar, yang sedikit diolah untuk menyesuaikan corak Tommy Gun. Pasalnya, batik Makassar punya konsep warna yang tajam.

3 Unsur Seni Kustom Tommy Gun

Sebagai penggiat seni sekaligus anak motor, Om Tommy punya pendapat sendiri untuk menyampaikan uneg-unegnya ke dalam sebuah kustom motor. Sesuai dengan pengalamannya selama menempuh pendidikan di jurusan seni, ia menyarankan untuk mempertimbangkan 3 unsur.

Unsur yang pertama ialah konsep. Setiap karya harus punya konsep yang matang dan jelas. Konsep ini menegaskan tentang ke arah mana, apa tujuan dan filosofi kustom motor tersebut dibuat.

Kedua ialah sense of art. Di sini para penyuka kustom harus memiliki jiwa seni tinggi dan merepresentasikan motor sebagai sebuah karya seni. Om Tommy juga menambahkan bahwa sense of art harus dipertajam dengan memahami seberapa jauh kustom harus dibuat sehingga hasilnya tidak terkesan lebay.

Terakhir, Om Tommy mengatakan soal teknikal. Unsur ini menjadi salah satu yang terpenting karena masterpiece butuh teknik ahli yang mampu menghadirkan sosok berkualitas. Contoh teknikal tersebut seperti pemilihan cat yang bagus hingga proses pengecatan, di mana kreator harus berhasil bikin motornya awet dan fungsional.

Om Tommy dan Investasinya dalam Sebuah Hobi

Motor klasik atau disebut juga dengan motor jadul rupanya memiliki pasar yang cukup besar, termasuk dunia kustomnya. Hal itulah yang rupanya mendorong Om Tommy untuk membuka usaha restorasi motor klasik bernama “Mastomcustom Motorworks & Mary Jane Therapy® Collectible Goods”.

Berawal dari kecintaannya pada motor klasik Eropa produksi tahun 1930 sampai 1950an dan merestorasi motor-motor tua, lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB jurusan Seni lukis ini berhasil membangun tokonya sendiri untuk melayani restorasi motor vintage.

Kerja keras Om Tommy pun bukan usaha tanpa kendala. Berdasarkan info marketing.co.id, ia tidak jarang kesulitan mencari material atau spare part motor yang terbatas jumlahnya. Bisnis semacam ini tidak seperti bengkel biasa. Diakuinya bahwa ia harus membeli dari komunitas di luar Indonesia atau mengakali dengan membuat sparepart sendiri.

Tentang Mastomcustom Motorworks & Mary Jane Therapy®

Di dalam toko milik Om Tommy, terdapat berbagai varian  barang antik seperti vinyl (piringan hitam) yang merupakan rilisan pertama dari para musisi zaman dulu, sparepart motor vintage dan apparel.

Selain melayani kustom atau restorasi motor, toko tersebut juga berperan untuk melayani fotografi khusus otomotif, seperti Classic Bike Race dan Automotive Artwork di Mustomcustom Motorworks. Contoh automotive artwork yang pernah ditangani oleh Om Tommy adalah event Mercy Batik dalam rangka 115 tahun Mercedes-Benz di Indonesia. Saat itu ia bekerja sama dengan desainer Carmanita.

Alamat: Jl.Kemang Selatan VIII no.67C Jakarta Selatan

Instagram: www.instagram.com/mastomcustom/ dan www.instagram.com/maryjane_therapy/

Hari/Jam Buka/tutup: 12.00 – 20.00 mulai hari Selasa hingga Minggu