Mengungkap Rahasia Kustom Motor ala Builder Lokal Kota Malang

Dunia kustom tidak akan pernah ada matinya, begitu kira-kira salah satu teman menyeletuk ketika ngopi bareng di sebuah kafe di pinggiran Kota Malang. Banyak yang bisa dikembangkan, sejuta cara juga belum pernah dicoba, meski segudang masalah utamanya dalam hal lagalisasi dan perizinan masih membelenggu penggiat kustom Indonesia. Lalu, bagaimana lika-liku para penggiat kustom motor dalam menekuni profesi mereka?

View this post on Instagram

udud dulu mas eee…

A post shared by ww lascarbitch (@ww_last_car_bitch) on

Dari daerah Dinoyo, Kota Malang, Tim Otoraja.com bertemu dengan seorang builder lokal yang karyanya sudah banyak dikenal kalangan pecinta kustom. Mas Wiwin, kami memanggilanya. Ia adalah pemilik rumah kustom bernama ww_last_car_bitch (seperti nama akun Instagram-nya) yang berlokasi di Jalan MT Haryono Gang 14a No. 66.

 

Banyak hal kami bicarakan dengan Mas Wiwin yang ketika itu sedang mengerjakan project baru berupa kustom Chopper. Karakter Mas Wiwin yang sederhana sempat bikin kami salah tingkah, namun tidak menyurutkan perbincangan hangat kami yang berlangsung hampir satu jam lebih.

Berikut kami sajikan wawancara kami dengan Mas Wiwin yang sudah kami terjemahkan dari bahasa Jawa โ€˜Malanganโ€™ ke dalam Bahasa Indonesia.

Sejak kapan menggeluti dunia kustom motor? Lalu jenis motor apa yang menjadi rintisan awal profesi Mas Wiwin?

Mas Wiwin: Sampai hari ini sudah berjalan 4 tahun. Dulunya senang Vespa dan merambah dunia kustom motor.

Awalnya ya ngawur saja. Dulu bikin motor ala Rat Bike (kustom motor yang kental dengan besi tua karatan). Lalu pelan-pelan banyak yang suka karya saya. Hingga akhirnya banyak yang pesan agar dibikinkan motor kustom sesuai selera pelanggan.

Sudah berapa banyak motor yang dikerjakan? Apa saja ya modelnya?

Mas Wiwin: Sudah lupa tuh. Banyak banget mungkin. Tapi enggak banyak banget juga sih karena kan baru berjalan 4 tahun.

Dari mana Mas Wiwin belajar membuat motor kustom hingga populer seperti sekarang?

Mas Wiwin: Semua dipelajari secara otodidak. Ya melihat dari internet itu. Dari internet terus dikembangkan sendiri sesuai kreativitas kita.

Agar bisa membikin kustom motor yang unik, dari mana inspirasi itu datang?

Mas Wiwin: Saya dapatnya dari melamun. Ya itu tadi gimana kalau enggak melamun dulu? Sambil melamun, membayangkan konsepnya lalu coba dieksekusi.

Saat memulai proses kustomisasi, bagian mana yang didahulukan?

Mas Wiwin: Rangka yang pertama terus dilanjutkan untuk merangkai part-part lainnya.

Bagian motor mana saja yang bisa dikustom? Dan kira-kira apa saja yang bisa dibeli dari aftermarket atau part orisinal?

Mas Wiwin: Semua bisa dikustom ya itu tergantung pesanan dan kemampuan saya saja. Contohnya seperti footstep ini saja handmade (sambil menunjuk yang sedang ia kerjakan). Ya kalau semuanya beli kan namanya bukan kustom.

Tangki, cover-cover motor itu semuanya bisa dibikin sendiri. Bahkan jok motor bisa dibikinkan sesuai pesanan.

Seandainya saya mau dibikin motor kustom, apa saja yang harus saya bawa?

Mas Wiwin: Terpenting kaki-kaki. Tapi kalau enggak mau nyari sendiri, bisa kok pesan ke saya langsung. Nanti bisa saya carikan.

Berapa harga yang harus dibayarkan untuk satu motor kustom?

Mas Wiwin: Semua itu tergantung jenis motor yang dimau konsumen. Dan tergantung dengan konsumennya mau menghargai sebuah karya atau tidak. Ini semua kan part kustom, jadi ya tergantung bagiamana konsumen menghargai karya saya. Ya harganya pasti beda (kalau dibandingkan dengan motor-motor sekadar modifikasi).

Bagian motor mana saja sih yang bisa dikustom? Dan manakah yang tidak boleh dikustom? Apakah ada batasan?

Mas Wiwin: Semua bisa dikustom kok. Ya balik lagi seperti tadi, tergantung kemampuan otak saya dalam merealisasikannya.

Contohnya seperti tangki, rangka, pedal, itu semua dibuat sendiri.

Apa saja yang harus diperhatikan? Apakah bisa dibikin asal jadi begitu saja?

Mas Wiwin: Enggaklah, pasti ada hitung-hitungannya. Contohnya saja rangka dengan shockbreaker yang harus dihitung sudut-sudutnya.

Kami melihat proses pengerjaan dilakukan secara detail untuk memperhitungkan agar setiap part bekerja sesuai fungsinya. Salah satu yang kami perhatikan ketika Mas Wiwin memasang footstep dengan sangat hati-hati dan memperhitungkan kesesuaian pola kerja part-part lainnya.

Adakah bagian-bagian yang menyulitkan dalam proses membangun motor kustom?

Mas Wiwin: Semuanya sulitlah pasti. Kita kan harus memperhitungkan desain dan fungsinya masing-masing. Terlebih lagi masalah duit sih. Tidak jarang kustomer yang ribet, banyak maunya tapi uang pembayaran enggak sesuai sama mau mereka yang macam-macam.

Proses pengerjaan motor kustom dilakukan dengan tangan, dan dikostum tanpa banyak mengandalkan mesin atau perangkat aftermarket. Dari situlah kreativitas kreator benar-benar diuji. Wiwin pun tidak melakukannya sendiri, ada satu teman yang selalu setia dalam mengerjakan setiap detail motor.

Dalam mengerjakan semua karyanya, Mas Wiwin tidaklah sendiri. Ada satu teman lagi yang membantu dalam proses pembangunan motor.

Mas Wiwin: Itu juragannya (sambil menunjuk salah satu awak bengkel yang tidak disebutkan namanya).

Sudah banyak karya yang dihasilkan dari tangan terampil Mas Wiwin, salah satunya chopper dengan cat ‘mentah’ yang terlihat nyentrik ini. Bagian tangki sengaja tidak dicat agar tidak mengubah karakter dasar logam pembentuknya, sehingga karakter asli motor justru semakin tegas.

Dari mana saja konsumen yang biasanya memesan motor kustom ke Mas Wiwin?

Mas Wiwin: Rata-rata dari lokal Malang dan Blitar. Belum ada kalau dari yang jauh-jauh seperti Jakarta atau lainnya. Kalau yang saya kerjakan sekarang punyanya seorang mahasiswa, tapi kebetulan asalnya dari Jakarta.

View this post on Instagram

Stell kencur… ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

A post shared by ww lascarbitch (@ww_last_car_bitch) on

Berkat ketlatenan Mas Wiwin, banyak hasil karyanya yang diapresiasi dan menuai pujian. Lantas kompetisi apa saja yang pernah diikutinya?

Mas Wiwin: Belum pernah ikut kompetisi macam-macam. Terakhir ya di Suryanation Motorland itu.

Berdasarkan piagam yang dipajang di bengkelnya, hasil karya Wiwin bisa menarik perhatian juri dan sukses menyabet juara 2 di Suryanation Motorland 2017.

Nama Bengkel ww_last_car_bitch
Alamat Jalan MT Haryono Gang 14a No.66
No. Telp 85646613477
Instagram https://bit.ly/2Ri5wgP
Jam Buka Setiap hari