Aliran Modifikasi Thai Look (Mothai), Disuka tapi Berbahaya

Aliran modifikasi di Indonesia ada banyak macamnya. Rata-rata konsep yang diambil memang bukan orisinal dari ide orang Indonesia, namun campuran dari model-model yang ada di luar negeri yang kemudian diadaptasi sesuai selera para modifikator anak negeri.

Salah satu yang cukup popular ialah Thai modification style atau Thai Look. Lebih mahsyur lagi, orang menyebutnya dengan istilah Mothai. Yap, style modifikasi motor ini memang terinspirasi dari tren yang berkembang di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Konsep ini banyak digandrungi para anak-anak muda yang doyan ngebut di jalan, karena pernak-perniknya yang begitu simpel, ceper dan gampang diajak berakselerasi.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Aliran modifikasi motor ini ternyata mengandung risiko yang besar dan mengancam kapan saja bagi yang suka kebut-kebutan di jalan. Lantas apa saja bahayanya?

 

Ciri Khas Modifikasi Motor Beraliran Thai Look (Mothai)

Modifikasi Motor Mothai by drag-bike.com

Sebelum menjelaskan tingkat bahaya modifikasi motor ala Mothai, yuk pahami dulu ciri khas motor yang seringkali dibikin nyentrik ini.

Karakter dasar pertama ialah bodinya selalu mengkilat dan ngejreng dengan kelir tajam. Modifikatornya memang cenderung menggunakan warna-warna terang sehingga motor lebih mudah dikenali. Meski begitu, umumnya mereka tidak suka dengan warna yang terkesan norak.

Lalu, striping bawaan pun dilepas dan diganti aksen Thailand. Saking populernya, nggak sulit kok mencari striping Mothai di bengkel-bengkel decal.

Bagian yang tidak kalah pentingnya ialah Ground clearance. Rata-rata modifikasi motor berjenis Mothai cenderung ceper karena menggunakan ban bertipe ramping, contohnya 17 60-80 atau 17 50-90 dengan velg jari-jari. Itulah salah satu penyebab mengapa motor ini terlihat begitu ringan dan enak diajak mainan gas, terutama pada rpm bawah.

Meski demikian, modifikasi motor ala Mothai terkenal cukup menguras kantong. Selain mengubah bentuk fisiknya, para modifikator juga tak segan untuk mempreteli dan mengganti part bawaan dengan aftermarket.

Tapi, bukan Mothai yang sempurna apabila asal menggunakan part. Bagi mereka yang berdompet tebal, pasti tergiur untuk memasang part mahal dengan merek-merek terkenal seperti kaliper rem Brembo, shockbreaker Showa atau Ohlins.

Orang mungkin tidak akan mudah melihat part produksi brand-brand terkenal terpasang pada motor. Tapi, jangan sampai salah sangka lho, ternyata ada sebagian modifikator yang sengaja mengaplikasikannya di posisi-posisi tertentu sehingga tidak mudah kentara jika dilihat secara sekilas.

Sayangnya, tingginya permintaan part aksesori Mothai, bikin pabrikan nakal memproduksi part aftermarket imitasi. Bahkan kadangkala agak sulit untuk membedakan part orisinal dan abal-abal.

 

Cara Bikin Modifikasi Motor Mothai

Modifikasi Motor Mothai by instarix.com

Ada banyak kriteria yang bisa diolah untuk bikin sebuah modifikasi motor mothai yang keren. Berikut seperti yang dirangkum oleh modifmotorr.com:

  • Tromol

Tromol coak atau bubut merupakan salah satu ciri khas mothai. Kadangkala ada juga yang hanya menggunakan tromol beraksen krom mengkilat.

Tromol menjadi sebuah identitas dan seolah harus ada pada motor mothai. Merek-merek yang sering dipakai ialah ZOX dan VND.

Selain itu, ada pilihan lain yang juga tak kalah keren contohnya Combiz, PKM, dan Kornet.

  • Velg

Ban kecil tentu membutuhkan velg yang juga mungil. Umumnya, velg yang dipakai berukuran 1.20/1.40.

Agar tampilannya makin eye-catchy banyak modifikator yang menyeragamkan motor dengan velg-velg khusus seperti V-line dan two-tone.

Merek-mereknya pun beragam dan bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain Taksago Excel Asia, TDR, DBS, COMET, RIDE IT, CLD dan TK.

  • Jari-jari/Jeruji

Ban kecil juga identik dengan velg jari-jari berbahan stainless steel. Dengan demikian tentu akan didapatkan efek yang lebih sedap dipandang dan kelihatan nyentrik.

  • Stiker

Bukan cuma sekadar warna, stiker pada modifikasi motor bergaya mothai juga identik dengan slogan atau kata-kata lucu. Ada juga stiker dengan tulisan yang kental dengan tema kehidupan sehari-hari.

  • Sarung Jok

Lebih baik gunakan sarung jok berbahan kain yang memang kental dengan aura Thai Look. Berbagai merek yang bisa dipilih seperti BRIDE kanvas, SOMJIN serta NGO.

 

Estimasi Harga Modifikasi Motor Thai Look (Mothai)

Modifikasi Motor Mothai by drag-bike.com

Sebenarnya, setiap modifikasi motor selalu bisa disesuaikan dengan budget. Namun, hal itu tentu sangat mempengeruhi hasil.

Seperti halnya Mothai yang dibikin sederhana dengan hanya mengganti ban depan dan belakang saja. Hal itu tentu tidak memerlukan biaya yang cukup tinggi karena hasilnya pun sangat simpel. Tapi dengan budget yang cukup tebal, pastinya kamu bisa bereksplorasi dengan banyak part, mulai dari headlamp hingga buritan sekalipun.

Misalkan saja, ban motor diganti dengan merek Mizzle. Setidaknya modifikator harus menyiapkan dana sekitar Rp103 ribu untuk VTX 60/80-17 dan Rp96 ribu untuk VTX 50/90-17. Itu pun belum termasuk ganti velg. Total, setidaknya minimal Kamu harus menyiapkan dana Rp1 juta agar menghasilkan modifikasi motor Mothai yang serba minimalis.

 

Lalu Apa sih Bahayanya Bikin Motor Modifikasi Mothai?

Modifikasi Motor Thai Look (Mothai) untuk Drag Race by Fauziihsan22

Masalah terbesar soal banyaknya modifikasi Mothai ialah faktor standarisasi, seperti spion dan peranti-peranti utama yang menunjang keselamatan.

Problem lainnya tentu ban yang kecil dan bahaya apabila tidak disesuaikan dengan fungsinya. Menurut Badan Kehormatan Road Safety Association (RSA) kepada Kompas.com, Rio Octaviano, penggunaan ban cacing (ban bertapak kecil) untuk sehari-hari merupakan contoh kesalahan pemilik kendaraan dalam menggunakan ban.

Hal itu tentu akan membahayakan pengemudinya apabila motor digunakan untuk melewati jalan berlubang, berbatu atau jalan dalam kondisi basah.

“Penggunaan ban cacing secara aturan tentunya melanggar aturan standar kendaraan. Secara skill, ban cacing ini memiliki tapakan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ban standar, sehingga sangat emengaruhi performa cengkeraman ban ke aspal,” kata Rio saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/1/2018).

Ia menjelaskan lagi bahwa ban cacing hanya cocok untuk balapan seperti drag race yang memiliki trek lurus.

“Ban cacing dipakai untuk balap, mungkin penggunaannya terbatas di area balap resmi, bukan di jalan raya dan juga bukan untuk balap liar,” kata Rio.