Lambreta 125 Mesin 2 Tak, 4 Percepatan yang Tetap Eksis Selama Setengah Abad

Lambreta pertama sekali dibuat di Itali , Namanya sendiri diambil dari kata Itali Lambrate yaitu suatu nama tempat di daerah Milan dimana pabrik motor ini berdiri. Sebenarnya lambrate adalah nama peri air. Kebetulan sekali pabrik motor lambreta berdekatan dengan sungai.

 

Karena kepopulerannya Lambreta kemudian di produksi under lisence di beberapa negara seperti India, Perancis, German dan Spanyol. Motor ini adalah motor yang diproduksi sebelum perang dunia II. Lambreta adalah sesepuh dari scooter yang kita kenal sekarang.

 

Sampai saat ini Lambreta masih eksis dan digemari oleh banyak kalangan pencinta otomotif terutama karena desain bentuknya nya yang tidak pernah tampak ketinggalan zaman.

 

Bahkan diseluruh dunia dapat kita jumpai club-club nasional maupun lokal yang membentuk komunitas-komu nitas pencinta scooter yang dengan rutin menjalankan aktifitas-aktifitasnya.

 

Scooter lahir di Itali yang orang bilang adalah negara papan atas dalam hal desain. Tidak heran bila konsep desain dari scooter telah menjadi suatu pakem tersendiri dalam hal bentuk kendaraan roda dua dewasa ini.

 

Hal pertama yang membedakannya dari motor-motor lain adalah front guard yang menjadi ciri khas nya. Front guard atau winshield besar dari atas kebawah yang menutupi bagian depan motor secara keseluruhan.

 

Winshield besar ini tampaknya menjadi pertimbangan utama dalam konsep desainnya dan menjadi dasar dari desain bentuk secara keseluruhan. Hembusan angin dari muka, terutama di negara-negara dengan 4 musim ternyata sangat diperlukan dan menentukan kenyamanan dalam berkendara.

 

Bila kita perharikan winshield ini menerus dan juga melindungi penumpang yang duduk dibelakang. Jadi jelas bahwa winshield ini memang sangat fungsional dan menjadi tema sentral dari desain bentuknya.

 

Mesinnya sendiri berada di bagian belakang motor tepat dibawah jok pengendara dan penumpang. Cover mesin di kiri dan kanan juga menjadi ciri bentuk dari scooter yang tetap dipertahankan sampai saat ini.

 

Berikut ini adalah spesifikasi keluaran pabrik dari Lambreta 1966

 

Year 1966
Category Scooter
Displacement 148.00ccm (9.03 cubic inches)
Engine type Single cylinder, two-stroke
Power 8.25HP @ 5300RPM
Top speed 85.3km/h (53.0mph)
Compression 7.5:1
Bore x stroke 57 x 58mm (2.2 x 2.3 inches)
Fuel system Carburettor. DellÓrto
Cooling system Air
Front tyre 3.50-10
Rear tyre 3.50-10
Front brakes Expanding brake (drum brake)
Rear brakes Expanding brake (drum brake)
Wheels Spoked
Seat Dual
Dry weight 105.0 kg (231.5 pounds)
Power / weight ratio 0.0786 HP / kg
Overall height 1,038mm (40.9 inches)
Overall length 1,825mm (71.9 inches)
Overall width 710mm (28.0 inches)
Wheelbase 1,290mm (50.8 inches)
Fuel capacity 7.19 litres (1.90 gallons)
Starter Kick

 

Mesin

Mesin 2 tak dari Lambreta 125 cc mempunyai 4 percepatan. Waktu membuktikan kehandalan dari mesin ini yang tetap dapat berfungsi dengan sempurna selama setengah abad.  Perawatan yang baik tentu saja tidak dapat dipisahkan dari performa sebuah mesin.

 

Rangka body

Rangka scooter pada prinsipnya agak berbeda bila dibandingkan dengan motor manual yang kita kenal sekarang. Rangka utamanya adalah tubular yang dikombinasikan dengan plat-plat baja yang memberikan bentuk pada scooter ini.

 

Setang

Stang lurus khas scooter yang menyatu dengan lampu depan yang tampak muncul diatas winshield. Berbeda dengan motor manual lain dimana setang akan langsung berhubungan dengan suspensi depan. Pada scooter stang tampak duduk diatas rangka tubular dari winshield.

 

 

Set Lampu

Headlight dengan desain yang menyatu pada stangnya dan posisinya dibuat lebih tinggi. Stop light menyatu dengan body belakang. Adapun desainnya adalah klasik dan minimalis sesuai dengan konsep desain lambreta 1966 ini yang mempunyai kesan kotak yang kuat.

 

Spedometer

Speedometer lambreta ini seperti juga Vespa dibuat menyatu dengan headlamp dan posisinya lebih tinggi dari grip stang. Karena posisinya yang paling tinggi speedometer scooter menjadi sangat dominan dalam desain. Sesuai dengan fungsinya sebagai indikator.

 

Tangki bahan bakar

Tangki bahan bakar berada dibagian belakang yaitu dibawah pengendara dan berbeda dengan desain motor manual dimana tangki bahan bakar menjadi elemen bentuk yang menentukan. Pada scooter tangki bahan bakar sama sekali tidak terlihat dari luar.

 

Jok

Jok double seat dengan desain yang sangat fungsional tampak praktis dan berkesan minimalis. Bentuknya disesuaikan dengan ouline dari lambreta ini. Jok tampak tebal dan membuat motor ini sangat nyaman untuk dikendarai.

 

Winshield dan footstep

Winshield pada lambreta sekaligus berfungsi sebagai footstep pada bagian bawahnya. Shield bagian bawah ini juga menjadi foot step bagi penumpang.

 

 

Knalpot

Posisi knalpot berada disebelah kanan dan tersembunyi dibawah mesin. Hal ini juga khas scooter. Dimana exhaust disembunyikan dan tidak menjadi elemen bentuk yang penting. Berbeda dengan motor manual yang menjadikan muffler sebagai sesuatu yang menonjol dari segi estetik.

 

Spakbor.

Mudguard atau spakbor depan dari scooter adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari segi estetiknya. Dan menjadi pelindung suspensi depan. Suspensi belakangnya tertutup oleh cover mesin di kiri dan kanan body scooter ini sehingga sama sekali tidak terlihat.

 

Velg

Velg khas scooter yang berbeda dari velg motor manual yang kita kenal sekarang. Desainnya klasik sederhana dan tampak elegan. Terlihat bagian tengah dari velg lambreta adalah plat sehingga tampak solid.

 

Ban

Ban dengan diameter yang kecil namun mempunyai tapak yang relatif cukup lebar. Ban berkesan gemuk dan mungil. Desain ini memang sesuai dan mempunyai proporsi bentuk tersendiri yang berbeda dengan motor manual.

 

Rem

Sistem pengereman memakai tromol di roda depan dan roda belakangnya. Sisstem pengereman ini terasa sangat memadai terlebih lagi untuk ukuran ban scooter yang kecil.

 

Warna

Pemilihan wara green metalik terlihat memberikan tampilan yang lebih segar dan berkesan kekinian. Sehingga motor yang sudah cukup berumur ini terlihat muda dan penuh vitalitas kembali.

 

Secara keseluruhan restorasi Lambreta 1966 ini dapat dikatakan sangat berhasil. Hal ini tentu saja membutuhkan kerja serius dan penuh kecintaan dari pemiliknya.

 

Restorasi memang masih tetap membuka pintu bagi kreatifitas pemiliknya. Restorasi tidak berarti harus 100% sama dengan bentuk aslinya. Yang terutama adalah keberhasilan untuk menangkap konsep desain orisinil untuk kemudian mengolahnya menjadi bentuk yang bahkan lebih baik.

 

 

Sedikit sentuhan kreatif dari pemiliknya adalah dengan mengekspos mesin dengan cara membuang sebagian plat penutup di samping kiri dan kanan motor.

 

Tampaknya kang Yadi, Pemilik Lambreta ini terinspirasi oleh konsep naked bike sehingga ia pun ingin membuat sebuah naked scooter.