Dari Legenda, Disulap menjadi Motor Mini Trike Berkaki ATV

Sebagai pelaku dan penikmat modifikasi, Samsul Bahri memang punya daya imajinasi yang sangat tinggi. Dia suka melakukan modifikasi yang cukup nyeleneh pada kendaraan miliknya. Salah satu kreasi yang sangat unik adalah motor yang fotonya Anda lihat saat ini.

Saat melihat motor ini, Anda tidak akan bisa menebak, basisnya terbuat dari apa. Wajar saja. Pasalnya, hampir seluruh bagian dari motor ini telah di-custom oleh pria 35 tahun asal Surabaya tersebut.

Dia hanya menyisakan bagian dapur pacu saja saja yang dibiarkan orisinal seperti bawaan pabrik. Lainnya? Dirombak total hingga tampilannya menyerupai motor mini trike atau roda tiga. Sejenak, Bahri pun menceritakan proses demi proses pengerjaan motor ini.

 

Identitas motor ini sebenarnya apa?

Motor bebek, Honda Legenda. Pasti tidak menyangka ya? Banyak yang heran juga kok saat melihat motor ini. Apalagi pas saya pakai di jalanan. Saat berhenti di lampu merah selalu saja ada yang menanyakannya. Sebenarnya saya hanya ingin membuat jadi motor mini ala Honda Monkey. Tapi kok tanggung, akhirnya jadi seperti inilah hasilnya.

 

Inspirasi tampilan ini dapatnya dari mana?

Beberapa tahun terakhir saya memang lagi hobi menyulap motor biasa menjadi menyerupai Honda Monkey. Karena selain sedang naik daun, juga tidak terlalu pasaran. Karena dunia custom sekarang kebanyakan didominasi cafe racer, chopper, bobber, dan sejenisnya. Motor mini ini mulai banyak dilirik mereka yang sudah bosan dengan aliran mainstream.

Nah, untuk proyek baru ini, saya ingin sesuatu yang berbeda dari yang pernah saya kerjakan sebelumnya. Inspirasi saya terus terang dari motor New Rock’s Trike milik Bingky, modifikator sekaligus owner dari Carburator Springs Automotive Resort, Jakarta. Bedanya, dia pakai mesin kubikasi besar milik Harley-Davidson Fat Boy, sementara saya hanya berkapasitas kecil.

Kok ya kebetulan pula ada teman yang menjual sepasang roda milik motor ATV miliknya. Jadilah saya semakin tertantang untuk mewujudkan impian bikin motor trike seperti milik Binky.

 

Bisa ditebak, pasti banyak kendalanya. Apalagi soal pemasangan kaki-kaki.

Betul. Banyak banget tantangannya di pemasangan velg belakang. Saya harus eksperimen beberapa kali agar bisa memasangkan roda besar itu di  arm dan terhubung sempurna pada rangka. Sempurna dalam artian, bisa seimbang dan nyaman untuk dikendarai. Karena velg ATV yang saya gunakan ukurannya lumayan besar, yaitu 10.21

Solusi akhir, saya terpaksa membeli as  roda milik ATV yang 150cc juga. Karena kalau di subtitue dengan tipe lain, tidak akan bisa sama. Bikin sendiri bisa, tapi pasti daya tahannya kurang mumpuni. Malah bisa beresiko patah saat dikendarai.

As aman, sekarang yang repot adalah bagaimana roda ini bisa terpasang ke arm. Akhirnya tetap di bubut dan dibikin bushing serta ganti klaker. Setelah selesai, baru saya mikirin soal shock belakang. Kalau pakai shock standar yang dipasang kanan kiri, agak susah. Karena posisinya harus miring. Dan lagi-lagi beresiko besar. Yang aman adalah pakai peredam kejut jenis monoshock. Agar bisa menempel, saya buatkan pangkon baru dipangkal arm.

 

Depan kenapa tidak pakai ban besar juga? 

Kalau pakai roda besar, akan sangat repot saat dikendarai. Berat sekali. Apalagi kalau belok. Karena motor ini kan tidak ada tie rod-nya. Solusinya, di depan saya pakai punya Kymco. Mulai velg, karet ban, dan rem cakramnya.

Shock juga pakai punya Kymco, tabungnya Honda Megapro. Saya potong, dan sisakan hanya 52cm saja. Sengaja tidak terlalu tinggi, karena saya ingin ketinggian motor ini  rata dari depan hingga belakang.

 

Untuk rangkanya sendiri gimana?

Penggarapan rangka relatif aman. Potong sana-sini, tambahkan sedikit untuk pangkon itu wajar. Apalagi konsep saya kan motornya dibuat jadi mini. Pasti banyak frame yang dipangkas. Kemudian untuk tangki bensin saya buat sendiri. Meniru milik merek MGM dari Amerika. Tapi saya bikin lebih kecil lagi. kapasitasnya mungkin tak sampai 3 liter.

Lanjut ke pengecatan. Di sini saya pakai warna hijau. Sempat ada kesalahan di proses pengecatan ini. Saya sebenarnya ingin warna hijau glitter yang agak gelap. Jadi tidak terlalu terlihat mencolok. Tapi tukang catnya malah bikin yang terang. Sempat kecewa sih. Tapi mau gimana lagi. sudah terlanjur.

Kok ya untungnya hasilnya masih bagus dan cakep. Untuk pemanis, saya kasih hiasana striping gold, plus tulisan Monkey di kedua sisi tanki bensin. Buat mengecoh orang saja sih, hehehe. Sementara cover di bawah jok saja beri logo MGM. Karena tidak banyak yang tahu logo, orang-orang makin banyak yang penasaran identitas asli motor ini.

 

Untuk aksesori lainnya bagaimana, apa mencomot dari Honda Legenda sama Kymco?

Dari macam-macam. Ada yang dari merek motor lain, ada yang after market. Kick staternya itu standar. Tapi nggak fungsi. Karena kalau mau difungsikan, harus dipotong agar tidak menatap tanah saat digunakan. Jadi sekarang Cuma jadi hiasan saja.

Untuk handle rem saya pakai punya Yamaha X-Max. Lampu-lampu menggunakan produk aftermarket lokal. Kebetulan saya punya stoknya di rumah. Daripada nganggur tidak terpakai, akhirnya saya pasangkan di motor ini.

Sementara pipa gas buang, saya menggunakan merek modifikasi punya Kawasaki Ninja 250, tapi lehernya saya potong dan disesuaikan lagi dengan lubang pada mesin Honda Legenda. Sengaja pilih punya motor ini agar terlihat garang. Karena posisinya menukik ke atas, mirip motor balap. Tapi

Pada setir, saya pakai merek custom yang modelnya Z Bar. Saya sengaja memilih model ini karena membuat posisi riding tidak terlalu tinggi. Karena kalau tinggi bahaya, mau belok mendadak jadi lebih susah. Dan juga kurang nyaman saat digunakan, karena bikin lebih mudah capek.

 

Soal mesin bagimana?

Mesin benar-benar masih standar. Jika ada yang tanya apakah motor ini berat saat dipakai? Jawabannya sangat berat. Karena dengan spesifikasi modifikasi yang saya pasangkan, seharusnya mesin yang digunakan minimal 250cc. Tapi karena adanya mesin Honda Legenda, ya pakai itu saja.

Setidaknya, motor ini bisa jalan. Masih mantap kalau dibuat keliling komplek atau dekat-dekat rumah. Kalau untuk dipakai jarak jauh, kayaknya nggak dulu. Pasti bakal pegel banget dan jalannya lama.

 

Total habis berapa untuk bikin motor menjadi seperti ini?

Tidak banyak, hanya Rp 10 jutaan. Ini bisa murah karena sebagian besar proses saya kerjakan sendiri. Hanya pengelasan rangka sama pengecatan yang saya percayakan ke orang lain. Untuk beberapa aksesori juga kebetulan saya pakai yang sudah ada. Jadi tidak perlu beli baru lagi.

Proses pengerjaanya sendiri mencapai kisaran tiga bulan. Lumayan lama, karena saya mengerjakannya kalau sedang mood. Jika benar-benar ingin diseriusi, setidaknya tidak sampai dua bulan sudah bisa selesai.