Modifikasi Sultan si setan Italia

Mengendarai motor gede (moge) bagi sebagian orang adalah impian terbesar dalam pencapaian hidup. Apalagi jika motor itu besutan merek yang paling populer dikalangan para pecinta moge. Ducati contohnya.  Siapa yang berani menepis pesona motor besutan asal negeri Italia ini.

Ducati memang layak untuk disebut sebagai salah satu strata tertinggi dalam segmen motor mewah. Jarang dimiliki orang-orang kalangan biasa. Mengingat harga sangat tinggi, bisa setara dengan satu unit mobil. Belum lagi kapasitas mesin yang besar. Terasa seperti membelah angin saat digeber dalam kecepatan tinggi.

Jika dijalanan ada Ducati melintas, dijamin semua mata akan langsung melirik. Motor premium ini memang memiliki desain yang sangat berwibawa, berbeda dengan motor motor asal Jepang. Apalagi nama Ducati juga terkenal tangguh dan telah menjuarai beberapa perlombaan motor berkelas dunia, seperti MotoGP dan World Superbike championships.

Dari sekian banyak model yang beredar di Indonesia, versi Diavel atau ”Setan” jika namanya diartikan dalam bahasa Indonesia, menjadi salah satu yang paling banyak diburu oleh penggila moge. Sejak pertama kali diluncurkan, Diavel merupakan power cruiser bike dengan desain yang sangat provokatif. Mengandalkan hasil rancang bangun yang sangat tidak biasa dan agresif membuat Diavel memiliki banyak sekali konsumen setia di seluruh dunia.

Dengan desainnya yang sudah memanjakan mata, namun ternyata tetap saja ada segelintir orang yang tampaknya tidak puas dengan tampilannya. Ducati Diavel Red Carbon lansiran 2013 ini adalah salah satu bukti nyata.

Harus lebih garang dan kencang! Demikian tuntutan dari si pemilik. Meski populasi varian Red Carbon terbilang jarang di tanah air, namun ternyata tak menyurutkan untuk dirombak gila-gilaan. Alasannya simple. Ingin tampil beda dan lebih dikenal di jalanan.

 

Bahkan demi mendapatkan tampilan seperti yang kalian lihat ini, uang sekitar Rp 211 jutaan harus rela dihamburkan. Padahal uang modifnya saja bisa untuk beli mobil baru! Namun jika bicara hobi modifikasi, sky is the limit, right! Tidak ada batasan, asal hati puas.

Membayangkan ratusan juta yang melayang, kita patut memberikan dua acungan jempol untuk perombakannya. Pengerjaannya terlihat sangat professional dan halus sehingga membuatnya tampak istimewa. Terlihat semakin bersahaja tanpa mengurangi strata Diavel ini.

Untuk melakukan perubahan bentuk seperti yang terlihat pada gambar ini tentunya memerlukan detail presisi yang tepat sehingga bisa mendapatkan hasil sesuai kehendak. Dimodifikasi sedemikian rupa hingga wajah barunya semakin berani dan gagah.

 

Salah satu jurus terbaik tentunya yaitu menggunakan produk aftermarket premium yang juga berasal dari Italia. Dalam kasus ini, dominasi merek Rizoma dipilih untuk ditaburkan disekujur tubuh Diavel.

Mulai windshield, hand grip, oil cap, clutch guard, side arm tail tidy, spion, hingga brake & clutch reservoir cap. Dari sini saja sudah bisa dibayangkan berapa puluh juta rupiah yang sudah dihamburkan untuk part tersebut.

 

Masih ada belum puas, ada juga pergantian handle bar Rizoma yang harganya sekitar Rp 11 jutaan. Ada lagi pemakaian Rizoma rear fender, clutch guard, shock adjuster, dan frame slider. Jika ditotal, empat part terakhir yang disebutkan itu sudah bisa buat beli skutik baru nih.

Untuk menegaskan kesan carbon, dipasang pula beberapa aksesori senada seperti fender dan hugger baru yang dipercayakan pada merek Carbonworld. Warnanya hitam matte. Tidak mencolok, namun sanggup menguatkan aura ganas Diavel ini.

 

Jika menengok ke bawah, anda akan dibuat kagum oleh kehadiran velg merek Kineo. Di kalangan modifikator, merek ini sangat jarang digunakan. Bukan karena model atau kualitasnya jelek. Tapi harganya sangat mahal. Lebih dari Rp 50 jutaan untuk satu set.

Harga tersebut bisa dibilang sepadan dengan tampilannya. Velg lama digantikan dengan model jari jari yang tak hanya memberikan kesan klasik, namun juga meringankan bobot asli motor. Warna velgnya hitam, serupa dengan bodi. Namun ada aksen merah di ujung jari-jari yang menempel pada velg. Sangat menawan!

Melengkapi velg baru, kulit ban tentu juga wajib ditukar. Bagian bannya kini memakai ban dari merk Pirelli Diablo Rosso II 240/45-17 untuk bagian belakangnya. Sedangkan depan memakai Metzeler dengan ukuran 120/70-17.

 

Pada bagian mesin, Diavel ini tetap mempercayakan pada mesin Testastretta 11°  berkapasitas 1.198cc. Dapur pacu tersebut sanggup memuntahkan tenaga 162 tk pada 9500 rpm dan torsi puncak 127 nm pada 8.000 rpm.

Sekadar informasi, dengan mesin yang gahar, Ducati sudah menyiapkan fitur pengendalian yang mumpuni untuk meningkatkan performa motor. Contohnya elektronik Driving Modes, Ride-by-Wire system dan Ducati Traction Control (DTC).

Untuk driving mode, ada tiga pilihan, sport, touring dan urban.  Untuk sport tenaga disalurkan secara maksimal. Kekuatan mesin sebesar 162 tk bisa dinikmati lewat akselerasi yang maksimal. Sementara untuk touring tidak jauh beda. Tenaganya sama, namun akseslesarinya jauh lebih halus. Tidak ada hentakan keras saat melakukan pergantian gigi. Konsumsi bensin juga lebih irit. Mode urban adalah paling aman. Hanya 100 tk yang disalurkan. Suspensi dan traksi juga lebih ringan agar nyaman untuk berkendara meliuk-liuk diperkotaan.

Dengan spesifikasi tersebut, tentu sudah lebih dari cukup untuk ngebut di aspal. Tapi ternyata si pemilik belum puas. Peningkatan performa dilakukan dengan mengganti piranti kelistrikan ECU + FS lansiran Termigoni yang harus ditebus senilai Rp 60 jutaan. Gemetar nggak baca harganya? Kalau bukan Sultan, nggak mungkin mampu beli sih.

 

Upaya peningkatan performa juga dilakukan lewat pergantian pipa gas buang. Untuk sektor ini, dipercayakan pada knalpot Termignoni dengan konfigurasi yang sama dengan aslinya, 2-1-2. Hasilnya? Gelegar suara Diavel saat digas akan membuat semua tersontak memandanginya.

Pada sektor jok pun sudah direvisi desainnya dengan model baru yang lebih lebih nyaman dengan tambahan livery stich anyar. Diavel ini juga masih mempertahankan garpu berdiameter 55 mm yang merupakan gaya asli Diavel series.

Pada sektor jok pun sudah direvisi desainnya dengan model baru yang lebih lebih nyaman dengan tambahan livery stich anyar buatan Luimoto. Diavel ini juga masih mempertahankan garpu berdiameter 55 mm yang merupakan gaya asli Diavel series.  (Pengulangan 1 paragraf)

 

Modifikasi Ducati Diavel Red Carbon 2013

 

Rizoma Urlo Handgrip

Rizoma Spy R (pair)

Rizoma Brake & clutch reservoir cap (pair)

Rizoma Windshield

Rizoma Handlebar

Rizoma Side arm tail tidy

Rizoma Carbon rear fender

Rizoma Fluid tank

Rizoma Oil cap

Rizoma Clutch guard

Rizoma Waterpump cover

Rizoma Shock adjuster

Rizoma Rear set

Rizoma Sprocket cover

Rizoma Frame slider

Rapid Evo

Carbonworld Fender

Carbonworld Hugger

Ducabike Clear clutch cover

Ducabike Push spring

Kineo wheel

Luimoto seat cover

Luimoto gel

Termignoni FS + ECU

Techspec Diavel

Ducati performance Tank cover carbon

CNC slave

Quick Shift