Modifikasi Motor Scrambler MegaPro Untuk Touring segala medan

Scrambler tampak menjadi konsep desain modifikasi yang dilakukan pada motor ini. Scrambler menjadi berbeda dengan Retro atau Jap-style dalam hal kemampuan off road dan semangat petualangnya. Motor dengan gaya ini siap untuk touring off-road yang menantang dan mempunyai banyak rintangan.

 

Kesan pertama melihat motor ini adalah retro off-road. Touring off road tepatnya. Rangka dan body full custom.

Berbeda dengan Jap style yang mempunyai jok yang relatif rata, gaya ini memasang jok penumpang yang dibuat naik ke atas seperti layaknya  motor Touring dan Jelajah. Motor-motor yang dipakai untuk perjalanan jauh seringkali di buat dengan bentuk jok seperti ini. Pandangan ke depan dari penumpang terlihat menjadi pertimbangan.

 

Setang sering dibuat lebar untuk kontrol yang baik ketika mengemudi dijalan penuh rintangan. Seperti  semak belukar atau jalan tanah yang tidak rata. Jalanan yang ramai dan macet pun tentu saja dapat di lihat sebagai rintangan yang memerlukan kegesitan dari motor untuk dapat mengatasinya

 

Ban lebar dengan profil kotak kotak biasanya orang menamakan ban pacul menjadi pilihan ideal, tetapi cukup memadai untuk berkendara diatas jalan tanah. Memang selalu ada trade off antara jalan tanah dan jalan aspal.

 

Scrambler sering menjadi pilihan pengendara dengan kepribadian dinamis. Dalam dunia kendaraan bermotor roda dua, dinamis sering diasosiasikan dengan kemampuan off-road dan on-road. Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan adalah ciri utama motor segala medan. Bukankah demikian pula kepribadian yang dinamis? Yaitu mampu beradaptasi dengan cepat dengan berbagai kondisi dan situasi.

 

Secara Visual kesan dinamis langsung terpancar dari konfigurasi rangka motor yang juga berfungsi sebagai pelindung blok mesin. Pelindung yang dipasang di atas lampu, juga tampak garang dan lain dari biasanya. Kreatifitas memang mendapat tempat yang seluas-luasnya dalam dunia modifikasi.

 

Secara keseluruhan Scrambler memang tampak cukup menonjolkan segi proteksi pada mesin dan bodi kendaraan . Kesan melindungi mesin dan komponen lain , seperti lampu, memang secara psikologis berkaitan dengan kesiapan dalam menghadapi rintangan di jalanan. Bukankah penampilan mencerminkan kepribadian kita?. Tentu saja hal itu pun berlaku bagi kendaraan pribadi kita.

 

Warna hitam tampaknya menjadi pilihan pemilik motor ini. Warna yang maskulin dan menunjang penampilan keseluruhan dari motor ini. Warna hitam menjadikannya  tampak ramping  dan berkesan gagah macho di jalanan.  Dari hiasan tengkorak di tangki bensin terlihat semangat metal  dari pemiliknya.

Warna hitam memang sangat digemari di kalangan motor-motor Touring.

 

Motor ini terlihat cenderung polos saat ini. Memang pemiliknya tampak sedang berdiskusi untuk menentukan warna dan striping apa yang akan di pakai di motor ini. Tetapi apa pun warna yang akan dipilih kesan petualang akan tetap menonjol, karena warna-warna cerah ke kini an pun sungguh cocok dengan pribadi dinamis yang ingin ditampilkan.

 

Di bawah ini adalah spesifikasi pabrik dari Honda Mega Pro Neotech

 

Tipe:Sport Touring

Tahun Produksi:2002-2005

Engine:4 Tak, OHC

Kapasitas Engine:156,7 cc (160 cc)

Bore x Stroke:63,5 x 49,5 mm

Rasio Kompresi:9,0 : 1

Maximum Power:13,3 Ps @ 8500 rpm

Maximum Torque:1,3 kgf.m @ 6500 rpm

Fuel System:CylinderVentury,Carburator 24’’

Sistem Pendingin:Udara

Sistem Pengapian:CDI-DC, Battery

Battery:12 V – 4 Ah

Busi:ND X 24 EP-U9

Transmisi:5-Speed

Kopling:Manual, Wet & double clutch

Starter:Electric Starter,Kick Starter

Drive:Chain

 

MegaPro 2004 ini di modifikasi untuk untuk menjadi motor Touring segala medan, terutama off-road. Untuk itu dilakukan penambahan dan perubahan pada rangka body, selain sebagai pelindung tambahan untuk bagian mesin, penambahan dan perubahan ini juga meningkatkan penampilan dari motor yang cukup bertenaga ini.

 

Modifikasi yang dilakukan pada rangka sebuah motor dapat digolongkan kedalam modifikasi yang besar. Semua komponen motor harus dibuka dan dilepaskan sebelum modifikasi rangka dapat dilakukan. Setelah itu barulah dilakukan pemotongan atau penambahan pada rangka MegaPro 2014 ini.

 

Setelah pekerjaan rangka rampung sesuai dengan keinginan barulah dapat dipasang kembali velg dan ban dengan ukuran baru yang sesuai dengan rencana. Begitu juga body set dan  lampu set custom. Tangki Bensin dikerjakan terpisah  dan dibuat sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

 

Bentuk tangki yang di desain dengan bentuk ramping cenderung persegi memanjang ke depan. Desain yang sesuai dengan konsep modifikasi bentuk semula. Bentuk persegi akan memunculkan kesan maskulin dan gagah. Sebaliknya bentuk-bentuk lengkung akan memberikan kesan manis dan elegan. Untuk desain ini bentuk persegi memang cocok banget.

 

Honda MegaPro keluaran tahun 2004 tergolong motor tua. Untuk itu pemiliknya memutuskan untuk melakukan perombakan pada motornya ini. Hasilnya terlihat berhasil karena motor ciptaannya ini dapat menunjukkan karakter yang kuat. Karakter jantan cukup terlihat dalam modifikasi nya. Velg dan ban baru yang dipasang sanggup mengangkat penampilan gagah nya dan tentu saja kemampuan untuk melewati jalan tanah bahkan ber lumpur yang banyak dijumpai di kota Bandung.

 

Rupanya prinsip-prinsip desain tidak bisa dipisahkan dari prinsip ying dan yang, maskulin dan feminin. Desain bentuk akhir sebuah motor adalah gabungan dari kedua aspek ini yang akan tercermin dari hasil akhirnya. Kombinasi dan pengaturan dari kedua aspek ini sangat vital dalam keberhasilan sebuah desain, termasuk desain modifikasi atau gaya dari sebuah motor.

 

Desain Maskulin ditandai dengan garis-garis kaku,lurus dan cenderung persegi. Berlawanan dengan desain feminin yang banyak memakai garis-garis lengkung bulatan atau lingkaran yang menerus. Yang harus diingat disini adalah bahwa hasil akhir desain sekali lagi adalah gabungan dari keduanya.

 

Gabungan antara feminin dan maskulin. Memang akan ada aspek yang lebih dominan nantinya, tergantung dari selera dan keinginan pemiliknya .Rasanya tidak mungkin kita akan menemui desain yang sepenuhnya maskulin atau pun desain yang sepenuh nya feminin. Tetapi kombinasi serasi antara keduanya lah yang akan berbicara.

 

Motor ini dimodifikasi di Garasi 81 di bilangan Cikutra Bandung. Workshop ini di motori oleh pak Cepy bersaudara. Mereka telah melakukan banyak proyek modifikasi. Dengan pengalaman dan kecintaan pada pekerjaannya pak Cepy tanpa kenal lelah terus memproduksi motor motor baru yang di kerjakan di work-shop nya ini. Mereka mengerjakan sendiri seluruh bagian motor yang dimodifikasinya. Mulai dari Pengelasan rangka, membuat tangki bensin dampai dengan mengerjakan jok dan lampu set. Tidak banyak Workshop yang mampu melakukan hal itu secara in-house.

 

Usaha nya ini bermula dengan sederhana dan perlahan-lahan karena dedikasinya berhasil mencuri hati para penggemar modifikasi. Usahanya selama ini berkembang dengan referensi dari mulut ke mulut oleh pelanggan-pelanggan nya yang merasa puas atas pekerjaan yang dilakukan dua bersaudara ini.