Dipakai Surfing, Cara Unik Smokebelt Garage untuk Menguji Motornya

Di dunia modifikasi roda dua Jawa Timur, nama Haris Fatchurohman sudah sangat familiar. Selain karena kualitas motor ciptaannya, dia juga dikenal aktif dalam berbagai scene acara modifikasi, baik untuk tingkat nasional maupun Surabaya.

Dia pun punya cara unik untuk menguji hasil garapannya, yaitu harus bisa seimbang saat diajak atraksi surfing (berdiri di atas motor). Seperti apa sepak terjang Hariz dalam kultur dunia kustom roda dua? Berikut obrolan tim Otoraja dengan pemilik bengkel Smokebelt Garage tersebut.

 

Apa yang membedakan Smokebelt Garage dengan yang lain?

Mungkin secara struktural sama. Kita sama-sama membangun motor custom, dari bahan motor standar terus dirubah custom. Tapi yang lebih spesifik membedakan dengan builder lain, saya mengutamakan fungsional dan safety. Motor buatan saya bukan sekadar keren, tapi juga harus bisa dipakai untuk daily use. Motor enak dikendarai untuk harian, touring, ataupun exhibition.

 

Sudah berapa motor hasil garapan Smokebelt Garage?

Sejak berdiri dari 2014 lalu, sekitar 70 motor lebih. Entah itu dari mentah maupun repair motor custom orang lain. Pelanggan yang datang bisa datang bawa motor standar ataupun hanya mesin saja. Beberapa sudah ada yang ikut kontest, mulai Customland, Custom Roots, Custom Day.

 

Alirannya juga berbagai macam. Tapi karena yang lagi hype chopper, jadi aliran itu yang sedang banyak diminta. Untuk konsep chopper dengan material lokal, kira-kira hanya butuh Rp 25 juta, harga itu sudah termasuk cat. Pelanggan Smokebelt Garage sendiri datang dari mana-mana, mulai Bali, Sumatra Utara, Bandung, hingga Kalimantan.

 

Ada ramuan Smokebelt Garage untuk menciptakan karya seni yang sempurna?

Yang penting komposisi, bukan intuisi. Kemudian detail juga yang utama, lalu full handmade. Jangan pakai aftermarket. Kalaupun terpaksa pakai aftermarket, harus dirombak jadi handmade. Saya selalu mencoba keluar dari zona nyaman tapi tetap mengedepankan fungsional.

 

Smokebelt Garage dikenal punya cara unik untuk proses finishing motor garapannya. Bisa dijelaskan?

Motor ciptaan saya harus stabil dan lincah dalam bermanuver. Setelah motor selesai, saya akan melakukan proses QC terlebih dahulu sebelum diserahkan ke pemilik. Salah satu caranya adalah melakukan aksi surfing di atas motor tanpa memegang setang atau tiduran di atas motor. Semua dilakukan saat motor dalam keadaan jalan.

Aksi ini bukan pamer, tapi lebih pada proses pengujian. Dengan cara ini saya bisa mengetahui apakah geometri motor sudah pas atau masih ada kurangnya. Apakah ada chasis atau titik pengerjaan yang tidak presisi.

Jika motor tidak bisa seimbang, harus segera dicari titik permasalahannya dan dibenarkan. Entah itu di settingan roda atau konstruksi lainnya.  Saya punya trik rahasia bagaimana mengatur motor tetap balance dengan mengatur dari ban.

Baru kalau semuanya sudah terasa sempurna, saya akan panggil pemiliknya. Dengan cara ini, tak hanya konsumen yang puas. Saya pribadi pun puas kalau motor seimbang. Ada sesuatu yang sulit diungkapkan. Lebih pada kepuasan batin.

 

Nah, soal bisa berdiri di atas motor itu selain harus sering berlatih. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa ngobrol dari hati ke hati dengan motor kita. Bagaimana bisa ngobrol? Ya harus sering-sering dikendarai, jangan cuma sekadar dipajang di garasi rumah.

Kenali baik motor tersebut. Tahu kelemahan atau kelebihan motor. Jika sudah ditahap itu, pasti bisa. Tapi syarat utama, motor harus imbang saat dikendarai lepas tangan. Jika sudah imbang, itu bekal 60 persen untuk bisa surfing. Sisa yang 40 persen itu nyali.

 

Sosok Hariz

Anda lebih suka disebut modifikator atau builder?

Masih banyak yang beranggapan modifikasi dan custom itu sama. Padahal, keduanya memiliki arti yang berbeda, karena prinsip modifikasi itu hanya mengubah motor standar dengan menggunakan aksesoris aftermarket.

Sedangkan custom itu membuat karya dari nol hingga menjadi sesuatu sesuai dengan konsep awal. Tapi saya sendiri lebih suka dibilang builder dan raider. Kalau chopper itu sisi nakal saya, kalau trail itu sisi liar saya. Jadi saya menuangkannya dalam dua konsep ini.

 

Selain modifikasi, Anda juga hobi touring. Esensi apa yang Anda dapatkan dari hobi ini?

Bagi saya, jauh dari riuh ramai kota adalah salah satu cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Bukan lepas dari tanggung jawab, tapi lebih pada kegiatan yang mampu mengisi jiwa kita kembali. Melakukan perjalanan untuk menuju tempat yang sebelumnya tidak pernah diketahui, akan ada hal luar biasa yang akan saya dapatkan.

Dari segi tantangan maupun kepuasan tentu akan menjadi menu berbeda untuk diri saya. Jangan takut keluar dari zona aman, bahkan nyamanmu. Karena hidup tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana kita bangun setelah terjatuh, tapi lebih pada bagaimana kita bertahan dan siap pada kondisi apapun.

 

Tiga tahun lalu, Anda mengalami kecelakaan hebat. Tapi tidak jera, malah makin kencang bereksplorasi di dunia custom.

Saya mengalami insiden di daerah Jombang. Saat itu dalam perjalanan pulang ke Sidoarjo sepulang dari Kustomfest 2016 Reborn Legend Yogyakarta. Saya mengendarai chopper dan kondisinya hujan deras di jalanan.

Total kita ada 12 orang dan 14 motor yang riding bareng. Karena banyak trouble di jalan, saya terpisah dari rombongan. Ronald, sahabat saya, adalah orang yang pertama kali menemukan saya yang sudah tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi berdarah dan setengah sadar.

Ternyata saya menabrak pagar bata rumah warga, dan tanpa ada yang berusaha membantu. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan saya mengalami gegar otak ringan karena ada darah yang keluar dari hidung dan sobek di atas alis sekitar 20cm. Tulang tengkorak dahi remuk, hidung patah dan juga pipi kiri dan kanan juga patah. Dokter harus melakukan operasi pemasangan plat di dahi dan operasi tulang hidung dan pipi.

Saat itu, saya menyadari betapa tingginya persaudaraan anak motor. Teman-teman banyak yang langsung mengadakan penggalangan dana untuk membantu saya. Entah itu dari komunitas beda cc, beda gaya, anak Vespa, dan anak custom. Terasa sekali pas ada kejadian seperti ini. Mereka tidak memandang ada perbedaan.

Berkat doa teman-teman dan keluarga, akhirnya saya bisa kembali bangkit dan melanjutkan mimpi serta harapan Smokebelt Garage untuk terus memanjukan dunia custom roda dua. Pesan saya untuk semua rider yang suka touring, manusia itu tetap ada batasannya. Jika sudah ngantuk, jangan dipaksakan. Mending istirahat.

 

Anda juga pernah jadi pemenang kontes merek denim ternama berkat aksi petualangan dengan chopper. Bisa diceritakan?

Dari ribuan peserta, alhamdulliah saya jadi pemenang pertama Wrangler True Wanderer 2017 dan mendapatkan mendapatkan hadiah tour di Raja Ampat, uang, dan endorsement untuk satu tahun. Acara ini ajang yang di persembahkan oleh Wrangler kepada para petualang.

Saat itu saya mengirimkan video petualangan saya  berkeliling Jawa Timur dengan motor chopper dari Surabaya dan bermalam di tempat-tempat dengan pemandangan yang memukau, dimulai dari eksplorasi pantai di selatan Malang, di sebuah pantai, hingga ke atas gunung dan mengeksplorasi Bromo.

 

Anda juga sangat aktif dalam berbagai scene kustom, apa goals nya?

Di Jakarta saya melihat ada acara di mana Harley berkumpul dengan Honda C70. Saya kembangkan lagi agar custom culture movement ini bisa diterapkan di kota saya. Mulai bebek, vespa, custom, harley-davidson, moge, bahkan penyandang disabilitas juga join dalam acara Manasin Ride.

Jika roda dua sebagai pemersatu segala yang berbeda dan juga salah satu wadah meditasi untuk keluar dari penatnya kesibukan, maka dengan senang hati saya menyambut para penikmat dan pelaku custom culture roda dua.

Saya juga membuka pintu untuk generasi-generasi baru yang mempunyai ide-ide luar biasa untuk scene kustom. Manasi Ride tidak membatasi siapapun, tidak membatasi usia, kelamin, tidak mewajibkan seragam dan motor apapun boleh ikut asal motor kustom jika ingin mengikuti riding. Karena kustom itu soul bukan tentang kemampuan untuk memiliki sebuah motor. Harapannya tentu penggiat roda dua semakin kompak dan rukun dan hapuskan paham senioritas. 

 

Ada alasan mengapa sering atraksi surfing di atas motor? 

Sebelum acara riding ramai-ramai, saya selalu mengutarakan pentingnya safety riding. Lewat aksi itu, saya menyelipkan pesan, caramu menikmati motor adalah mencerminkan dirimu sendiri. Saya tidak bisa mendoktrin. Entah kalian mau whillie, surfing, atau stopie, terserah. Karena menurut saya cara menikmati motor itu sesuatu yang sakral.

 

Smokebelt Garage

Jl. Kusuma No. 32B (Berbek), Waru

HP: 08979947370