Bicara Soal Kustom Ekstrem dari Sang Ahli, Grave Digger Garage

Meski tren motor retro terus berkembang, modifikasi kustom ekstrem juga tetap berjaya. Buktinya, berbagai kontes modifikasi di Indonesia masih melombakan kelas ini. Motor-motor yang ditampilkan pun mampu menarik perhatian pengunjung dan juri. Aspek yang ditonjolkan juga bermacam-macam, mulai dari konsep hingga detil kecil pada motor tersebut.

Terkait modifikasi kustom ekstrim, kami bertemu dengan Dimas Zakaria, builder sekaligus pemilik DJ AS Garage untuk mengungkap budaya motor kustom ekstrim di Indonesia, melalui sudut pandangnya.

 

Berikut kami sajikan hasil wawancara dengan Mas Dimas disela kesibukannya menggarap Kawasaki Binter miliknya sendiri sembari diiringi musik India, favoritnya.

 

Sejak kapan masuk ke dunia kustom? Apa yang menuntun Mas Dimas menjadi seorang builder?

Pertama saya di airbrush motor. Terus ikut kontes. Waktu itu, kan banyak juga yang dimodifikasi. Akhirnya saya belajar otodidak. Ke teman-teman sendiri, ya mereka bisa dibilang sesepuh di dunia kustom ekstrim. Baru tahun 2004 saya mulai terima order.

 

Apa motor pertama yang dibangun?

Kawasaki Binter, itu saya jadikan chopper. Tapi waktu itu lebih ke air brush yang ditonjolkan.

 

Ada motor yang menjadi masterpiece?

Ada, sudah di Museum Angkut sekarang. Namanya d’ Arbanat. Itu temanya alat musik. Tangkinya bentuk biola, knalpotnya saxofone.

 

Kok bisa sampai ke Museum Angkut?

Tahun lalu, 2018, awalnya kita diajak show di sana. Jadi ada kendaraan klasik, motor, mobil, ada motor modifikasi juga, salah satunya saya. Nah, motor saya ini ternyata mampu menarik perhatian. Akhirnya sampai sekarang yang di sana terus.

 

Referensi untuk memodifikasi motor kustom datang dari mana?

Biasanya sih dari pelanggan. Saya juga punya panutan, builder dari Jerman. Tapi biasanya saya ambil dari banyak sumber. Misalkan dari builder ini diambil joknya, dari builder ini diambil tangkinya, jadi campur-campur tapi masih proporsional.

 

Sejak 2004 sampai sekarang sudah berapa motor yang dimodifikasi? Apa jenis yang paling banyak?

Sekitar 200. Paling banyak chopper. Karena dari dulu memang sudah terkenal chopper. Tapi ada juga yang cafe racer, scrambler, tracker.

 

Saat membangun motor kustom, bagian mana yang harus dikerjakan dulu?

Kaki-kaki dulu. Itu kerjanya jadi lebih enak. Hasilnya juga bisa pas, proporsional.

 

Kalau sering membangun motor ekstrim, berarti semua bagian bisa dibuat ya?

Kalau itu kita pasti buat sendiri. Soalnya tidak ada yang jual dan harus sesuai konsepnya. Yang masih kita beli itu bohlam dan ban.

 

Kesulitan apa yang sering dihadapi saat membangun motor kustom?

Semua punya kesulitannya masing-masing. Biasanya lebih ke detil kecil-kecil. Kadang kendala itu malah menunggu ban yang ukurannya ekstrim, ring 26 inci, 32 inci. Selebihnya kita bisa buat sendiri.

 

Menurut Mas Dimas, motor kustom yang keren itu seperti apa?

Yang berkonsep dan tidak meniru. Misalkan kita ingin motor seperti punya orang lain, itu harus ada yang diubah. Selain itu, harus sesuai dengan karakter dan fisik pemiliknya. Jangan sampai motor ini terlalu besar atau terlalu kecil. Jadi dilihatnya manis. Finishing juga harus bagus. Jadi kesannya bersih. Motor kustom juga harus layak dipakai sebagai motor harian. Dan yang paling penting tidak asal tempel.

 

Kebanyakan konsumen DJ AS Garage berasal dari mana?

Luar Jawa banyak, Pulau Jawa juga banyak, Bali, Kalimantan, paling jauh kita pernah kirim ke Papua. Tapi yang paling banyak dari luar Jawa. Ada mahasiswa dari luar Jawa yang bangun motor di sini, terus dibawa pulang. Akhirnya teman-temannya yang di sana juga ikut bangun di sini.

 

Kalau dari luar Pulau Jawa biasanya prosesnya bagaimana?

Kebanyakan cari motor bahan di sini. Mereka hubungi saya lewat telepon. Kita diskusi soal konsep dan biayanya. Nanti begitu sudah jadi kita kirim.

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun motor kustom? Biayanya berapa?

Tergantung konsumen ya. Semakin banyak komponen asli yang dipakai ya bisa lebih murah. Tapi paling tidak, kalau untuk 1 motor chopper itu butuh biaya sekitar Rp8 jutaan, sudah sampai finishing cat. Kalau waktunya relatif, sekitar 1 sampai 3 bulan tergantung kesulitan.

 

Motor apa yang paling banyak dimofikasi di DJ AS Garage?

Kawasaki Binter. Meskipun mesinnya cuma 200 cc, tapi dia kuat. Motor lain juga ada, Honda Tiger, Yamaha Scorpio. Paling besar kita pernah kerjakan Harley Davidson. Sebentar lagi itu yang di belakang, Honda Magna.

 

Apa modifikasi paling ekstrim yang pernah dibuat Mas Dimas?

Pernah ada pesanan velg bermotif. Jadi saya pahat sendiri. Proses pahat 1 velg itu sampai 1 bulan, kalau 2 ya 2 bulan. Saya juga pernah bikin motor roda 3, sekarang sudah laku.

 

Apa tanggapan konsumen ke DJ AS Garage?

Puas sih. Karena kan sebenarnya kita bangun motor kustom itu bersama-sama. Mereka inginnya bagaimana, saya yang kerjakan. Biasanya mereka kembali ke sini itu mau ganti part, tangki, suspensi, cat, macam-macam.

 

Apa rencana Mas Dimas untuk DJ AS Garage berikutnya?

Saya mau bangun beberapa motor lagi, chopper. Nantinya kita rentalkan, untuk foto pre-wedding, display di cafe. Kan sekarang banyak anak motor yang ingin foto pakai motor yang bagus. Nah, kita lihat di situ ada peluang bisnis yang lain.

 

Tentang Dimas Zakaria

Dimas Zakaria, builder kelahiran Bandung tahun 1978 ini telah menekuni dunia kustom sejak masih berkecimpung di modifikasi airbrush yang memang kala itu sedang naik daun. Karena motor pesaingnya mendapat beberapa ubahan, ia pun memutuskan untuk mulai memodifikasi karya yang dilombakan.

Barulah pada tahun 2004 ia pertama kali menerima pesanan motor kustom. Selain itu, ia juga menjadi ketua salah satu komunitas motor di Malang bernama Grave Digger

 

Tentang DJ AS Garage

DJ AS Garage berlokasi di Jalan Raya Dermo no. 92, Mulyoagung, Dau, Malang dan memiliki akun instagram @dimas_gravedigger. Meski hanya mampu diisi 4 sampai 5 motor, bengkel ini telah menelurkan berbagai motor modifikasi, mulai retro seperti pada umumnya hingga yang benar-benar ekstrim. Bahkan, karya-karyanya kerap menjuarai kontes modifikasi.

 

Nama bengkel : DJ AS Garage
Alamat : Jalan Raya Dermo no. 92, Mulyoagung, Dau, Malang
No. Telp : 81233565644
Instagram : @dimas_gravedigger
Jam buka : Senin-Sabtu 09.00-17.00