Aturan Aman Membonceng Anak Saat Naik Sepeda Motor

Dalam kondisi tertentu, kamu mungkin harus membawa anak kecil saat berkendara. Memang hal ini tidak sesuai standar karena seharusnya anak yang boleh dibonceng adalah yang sudah bisa mencapai footstep. Hanya saja kondisi tertentu membuat banyak orang Indonesia harus membonceng anak.

Perhatikan Usia Anak

Meski memang banyak orang yang membonceng anak naik motor, namun kamu harus perhatikan usianya. Bila ingin lebih aman, bonceng anak ketika sudah berusia tiga tahun. Jika belum, hindari memboncengnya. Pasalnya sebelum umur tiga tahun, anak belum mampu mencengkeram tubuh pengendara sehingga berisiko terjatuh.

Saat membonceng anak yang sudah berusia tiga tahun, kamu juga harus tetap berhati-hati.  Berikan penjelasan pada anak untuk memegang tubuh pengendara erat-erat dan minta anak untuk tidak tertidur di perjalanan. Agar lebih aman, kamu juga bisa menggunakan tali pengikat untuk mengikat tubuh anak ke tubuh pengendara.

Mempersiapkan Kelengkapan Keamanan

Tentu saja kamu harus mempersiapkan kelengkapan keamanan bagi anak. Tidak hanya untuk anak saja, kamu sebagai pengendara juga harus lengkap. Pengendara dan yang dibonceng wajib menggunakan perlengkapan keamanan mulai dari helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu.  Boleh memakai sandal untuk jarak dekat dan jangan lupa menggunakan masker. 

Sebelum berangkat, atur posisi dengan tepat. Semua kelengkapan harus dipakai dengan benar. Untuk helm misalnya pastikan ukurannya pas dengan kepala anak. Jangan sampai helm tersebut malah jatuh dan justru membahayakan anak. Selain itu, anak wajib pakai alas kaki yang pas juga. Jangan sampai kebesaran ya!

Lalu bagaimana dengan masker dan jaket? Kedua alat pelindung ini tentunya untuk melindungi anak dari angin dan polusi. Kedua hal adalah musuh utama yang harus dihadapi setiap pengendara motor. Orang dewasa memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik sehingga kedua hal tersebut tidak akan membuat mereka sakit.

Namun, berbeda dengan anak-anak. Angin dan polusi dapat mengganggu kesehatan mereka. Oleh karena itu, selalu pakaikan anak jaket tebal dan masker ketika memboncengnya naik motor. Pakaikan juga baju lengan panjang dan celana panjang. Benda-benda ini akan meminimalisir paparan angin dan polusi ketika anak naik motor.

Bonceng di Bagian Belakang 

Selama ini, banyak orangtua yang membonceng anaknya di bagian depan karena merasa lebih aman dan lebih mudah mengawasinya. Padahal, posisi ini justru lebih berbahaya dibandingkan membonceng anak di belakang.  Apalagi, risiko anak terpapar polusi dan angin akan lebih besar ketika ia duduk di depan.

Untuk itu, selalu bonceng anak di bagian belakang. Lalu, pastikan anak sudah bisa menginjak footstep motor agar ia lebih mudah menjaga keseimbangan. Jika anak belum bisa menginjaknya, kamu harus memastikan bahwa ia bisa memegang bagian tubuh pengendara. Hal ini untuk membantunya tetap menjaga keseimbangan.

Berkendara dengan Hati-Hati

Meski sudah mengikuti peraturan dan mengenakan peralatan keselamatan, risiko terjatuh akan selalu ada. Kejadian ini bisa terjadi baik karena kesalahan sendiri ataupun karena kesalahan orang lain.

Oleh karena itu, kamu harus meningkatkan kewaspadaan dua kali lipat ketika membonceng anak naik motor. Berjalanlah dengan hati-hati dan patuhi rambu lalu lintas. Ingat yang penting aman sampai ke tujuan. Hindari pula perjalanan yang terlalu jauh karena akan membahayakan anak.