Cara Aman Melakukan Pengereman di Jalan Menurun

Teknik saat berkendara adalah hal yang penting supaya aman dan nyaman. Salah satu teknik yang wajib kamu perhatikan adalah teknik pengereman di jalan menurut. Banyak kasus rem blong pada sepeda motor yang menyebabkan kecelakaan fatal. Yuk ikuti tips dan trik pengereman ketika jalan menurun.

Pakai Rem Depan dan Belakang dengan Bergantian

Salah satu kesalahan fatal yang banyak dilakukan orang adalah  penggunaan rem yang tidak optimal. Banyak pengendara motor yang hanya menggunakan rem depan atau belakang saja. Sebenarnya penggunaan salah satu rem ini tidak sangat disarankan karena bisa berbahaya. Salah satu bahaya yang ditimbulkan adalah berisiko pengendara menjadi terpeleset karena adanya sistem pengereman yang tidak maksimal.

Padahal di jalan turunan panjang, kamu membutuhkan fungsi rem terus berfungsi. Penggunaan rem bergantian ini mengurangi timbulnya panas berlebih pada kampas rem, khususnya untuk pengendara matic. Pengendara sepeda motor matic tidak memiliki banyak bantuan dari pengereman mesin (engine brake). Sebab, sistem sepeda motor matic ini engine brake hampir mendekati nol.

Gas Jangan Dikosongkan

Tips ini sebenarnya berlaku untuk kamu pengguna motor matic. Ingat, motor matic itu punya sistem persneling otomatis. Jadi sangat tidak dianjurkan untuk langsung mengosongkan gas ketika melewati jalan turunan. Jika kamu justru mengosongkan persneling sampai kosong laju motor matic berisiko menjadi tidak terkendali. Jadi saat melewati jalur turunan khususnya turunan yang tajam, cukup kurangi saja laju gas tapi jangan sampai kosong. Minimal kosongkan gas sampai kecepatan 5-10 kilometer per jam.

Pastikan Posisi Jari yang Tepat 

Posisikan empat jari berada di handle rem. Kondisi ini akan memudahkan kamu saat mau melakukan pengereman. Jika hanya menggunakan dua jari, maka bisa jadi jari tidak kuat menarik atau menahan tuas rem. Kemudian cengkram tuas rem secukupnya saja. Jangan sampai terlalu dalam, karena bisa membuat motor kehilangan kestabilan.

Dinginkan Tromol dan Kampas Rem Sejenak

Overheating merupakan penyebab fatal terjadinya rem blong. Di jalanan turunan panjang, kamu menggunakan rem terus menerus sehingga akan timbul panas yang berlebih di bagian kampas rem dan juga tromol. Panas yang berlebih ini menyebabkan sistem pengereman yang tidak maksimal. Bisa jadi kampas rem mudah tergerus atau mengalami kerusakan. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kamu berhenti sebentar untuk melakukan pendinginan pada komponen rem.

Selain itu, kamu bisa menyiramkan air untuk mendinginkannya. Namun ada baiknya jika kalian tidak melakukannya dalam kondisi tromol dan kampas rem sedang panas – panasnya. Sebaiknya tunggu sampai bagian tromol tidak terlalu panas untuk bisa menyiramkan air ke bagian tromol.

Di beberapa kejadian untuk sepeda motor keluaran lama, bahkan sampai tromol pecah akibat menyiram air di kondisi tromol yang sangat panas. Memang untuk teknologi sekarang kejadian ini sudah jarang terjadi. Namun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, lebih baik menunggu agar kondisi tromol tidak terlalu panas terlebih dahulu.

Cek Kondisi Rem Secara Berkala

Merawat kendaraan secara berkala adalah sebuah kewajiban dan juga salah satu hal penting bagi pengendara motor, apalagi kamu yang sering bepergian jauh. Sepeda motor yang terawat akan membuat nyaman dalam kondisi jalan seperti apapun itu.

Pengecekan berkala ini juga berlaku untuk sistem pengereman yang ada pada sepeda motor. Cek pengereman mulai dari cakram, tromol, dan juga kampas rem. Untuk yang perlu dicek secara berkala adalah kampas rem karena biasanya komponen pada sistem pengereman yang paling sering diganti adalah kampas rem.