Bagian Motor yang Tidak Boleh Basah Ketika Dicuci!

Motor tentunya harus selalu dirawat dengan baik. Salah satu perawatan dasarnya adalah mencuci motor. Namun, kamu sebaiknya jangan asal-asalan ketika mencuci motor. Nyatanya ada bagian motor yang tidak boleh basah ketika dicuci. Penasaran apa saja? 

Bagian Motor yang Tidak Boleh Basah Saat Dicuci 

Bagian pertama yang tidak boleh basah adalah bagian aki. Mungkin pada motor matic dengan merk tertentu, tempat aki sudah aman dari air. Namun, ada beberapa motor yang tempat aki sangat berisiko terkena air terutama motor gaya bebek dan sport. Kalau aki motor sangat mudah terkena air, hindari langsung menyiramnya ketika cuci motor.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengelapnya. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kabel kelistrikan. Memang kelistrikan diletakkan pada bagian yang tidak mudah terkena air. Kabel biasanya dilapisi dengan pembungkus tebal. Bila pembungkusnya robek dan terkena air, hal ini bisa menimbulkan konslet. 

Bagian berikutnya adalah busi. Meski tertutup, bagian busi motor ini masih mungkin terkena air ketika dicuci. Kop busi adalah bagian yang menghubungkan kabel dengan busi. Jika kena air, busi tidak akan menyala dan bisa menghambat ketika mesin akan dinyalakan. Bagian terakhir adalah karburator. Bila kena air, pencampuran udara ke bahan bakar akan terhambat. Pembakaran bisa terjadi kurang optimal dan motor susah menyala. 

Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mencuci Motor

Kamu tak hanya memperhatikan bagian motor yang tidak boleh basah saat dicuci. Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika akan mencuci motor. Pertama adalah ketika motor masih dalam kondisi panas. Alasan waktu menyebabkan pemilik kurang memperhatikan kondisi mesin ketika dicuci. Mesin motor yang masih panas memang sebaiknya tidak boleh dicuci. 

Kondisi mesin yang panas dan terkena air akan membuat kerusakan pada bagian blok mesin dan pangkal knalpot. Ingat bahwa bsi atau logam dalam keadaan panas akan memuai. Ketika dipaksa langsung kena air saat mesin panas, proses pendinginan paksa akan membuat logam melakukan reaksi berlebih. Kondisi ini bisa berisiko menimbulkan keretakan. 

Tak hanya faktor komponen, mesin yang panas juga bisa berisiko melukai tangan saat mencuci. Ada baiknya menunggu sejenak supaya mesin motor lebih dingin terlebih dahulu ya. Hal berikutnya yang tak boleh dilakukan adalah mencuci langsung pada bagian bodi. Cara ini menyebabkan permukaan bodi bisa tergores.

Ketika motor dipakai biasanya ada pasir lembut yang biasanya menempel di bagian bodi ketika dicuci. Goresan sangat mungkin terjadi pada fase ini. Maka dari itu, cara terbaik ketika mencuci adalah menyemprotkan air terlebih dahulu pada bagian kaki sepeda motor, pelek, ban, pelek dan bodi di sektor bawah. 

Setelah selesai baru urus pada bagian atas. Dengan penyemprotan air bertekanan tinggi akan membuat pasir yang menempel akan rontok terlebih dahulu sebelum proses pencucian dengan sabun. Hal serupa mirip dengan mencuci di bagian rantai. Jangan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah rantai. Kondisi ini menyebabkan pelumnas yang melapisi rantai akan rontok sehingga mengurangi performa. 

Selain itu, air juga berisiko menimbulkan karat, sehingga sangat mungkin membuat rantai mudah putus. Tak hanya itu, rantai yang berpelumas jika disemprot akan membuat minyak rantai terpercik pada bagian lain seperti bodi yang membuatnya menjadi noda baru yang sulit dibersihkan.

Cara tepat membersihkan rantai, yaitu dengan mencampur sabun cuci anti minyak yang dicampurkan dengan bensin. Percikkan ke rantai, kemudian sikat dengan sikat gigi secara merata. Setelah itu lap rantai menggunakan kain hingga air yang terkandung benar-benar kering dan berikan pelumas rantai hingga merata.