Agar Motor Matic Kuat di Tanjakan, Ini Trik Mudahnya!

Awalnya motor matic dirancang untuk dipakai pada jalanan perkotaan. Namun kemunculannya ternyata memikat banyak kalangan termasuk masyarakat di berbagai daerah bahkan yang tinggal di dataran tinggi. Secara umum, sulit membuat motor matic kuat di tanjakan karena transmit CVT pada matic sangat cocok untuk kontur jalanan yang datar.

Jika kamu ingin membawa matic bepergian ke luar daerah khususnya di jalan perbukitan. Tentunya ada beberapa trik yang harus diperhatikan. Dengan demikian perjalanan bisa lebih nyaman dan tidak merusak bagian motor.

Jaga Drive Penggerak di Rasio Terkecil

Agar motor matic kuat nanjak, salah satu prinsip yang harus diperhatikan adalah hukum Newton mengenai rasio gear penggerak serta yang digerakkan. Jika kamu memakai motor berpenggerak rantai tentu tinggal memakai gigi 1 supaya mesin makin enteng. Sementara pada motor matic, transmisi penggeraknya memakai V-belt.

Walau berbeda sistemnya tapi prinsipnya sama. Kamu harus menjaga drive penggerak di rasio terkecil. Kamu bisa mengganti roller ke dua tingkat lebih rendah dari standar bawaan motor tersebut. Cara ini akan membuat V-belt berada di bagian terluar. Kamu juga bisa mengganti per CVT dengan yang lebih keras.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika mau melakukan perubahan ini. Jika V-belt motor masih belum bore up atau masih standar, maka sebaiknya jangan memakai cara ini. Tentu saja ini bisa kamu ubah bila memang dalam keseharian selalu melewati tanjakan.

Teknik Gas yang Tepat

Ada banyak orang yang ternyata salah dalam mengendarai motor matic di tanjakan. Cara mengegas motor juga memainkan peran penting supaya kuat nanjak. Kamu harus memakai metode partial opening throttle atau grip gas diurut.

Jadi jangan langsung pelintir gas ke arah dalam. Hal ini bisa membuat rasio bukaan puli malah jadi semakin berat. Kondisi ini akan membuat motor seperti ngeden. Teknik grip gas harus diurut secara perlahan. Dimulai sampai ke putaran tengah. Tahan sebentar sampai motor mencapai kecepatan konstan.

Setelah itu baru coba dipelintir ke dalam atau wide open throttle. Jangan sering geber motor di tanjakan yang cukup ekstrim. Kebiasaan ini dapat berisiko membuat mesin cepat overheat. Banyak orang yang merasa ingin terburu-buru gas terlalu dalam dengan maksud memberikan kekuatan agar matic kuat nanjak. Padahal justru malah bisa merusaknya.

Rutin Mengecek Bagian Kampas Kopling

Salah satu penyebab motor matic yang tidak kuat nanjak adalah kampas kopling yang sudah aus. Jika kampas kopling aus maka akan terjadi slip kopling. Di dalam kondisi ini, kopling sudah terbuka secara penuh. Hanya saja tidak mampu memberikan cengkraman kuat pada bagian mangkok.

Jika sudah dalam kondisi ini kekuatan mesin sangat mungkin mengalami drop. Tentu saja jangan berharap motor bisa kuat menaiki tanjakan. Putaran motor bisa terasa berat dan juga lambat. Apalagi motor dalam kondisi dinaiki oleh dua orang. Biasanya motor akan memunculkan suara yang tidak nyaman meski putaran gas sudah full.

Mengganti Roller yang Lebih Ringan

Salah satu elemen yang bisa dimodifikasi jika ingin motor matic tangguh di tanjakan adalah roller. Kamu bisa memakai roller yang lebih ringan. Hal ini akan menyebabkan tarikan pertama di mesin matic bisa lebih responsive khususnya pada putaran bawah. Coba untuk menurunkan 2 gram lebih ringan dari ukuran standarnya.

Umumnya ukuran roller motor matic di angka 10 gram. Kamu bisa menurunkan ukurannya hingga 8 gram. Jangan lupa untuk mengecek V-belt. Salah satu penyebab motor matic kurang kuat di tanjakan bisa jadi V-belt yang sudah tampak renggang.

Jika kamu memang berniat untuk bepergian dengan motor matic, banyak hal yang harus dipersiapkan agar performa tetap bagus dan tangguh di berbagai jenis jalanan. Pastinya tips motor matic di tanjakan ini bisa dibilang penting untuk dilakukan dan bisa kamu aplikasikan dengan mudah. Selamat mencoba!