Motor Tracker Elektrik, Mumpuni Enggak Sih?

Kendaraan elektrik sudah jadi topik hangat di mana-mana belakangan ini. Setelah kemunculan Tesla yang cukup fenomenal dan bisa dibilang laku di pasaran, masyarakat modern mulai melirik kendaraan bermesin listrik yang dianggap sangat ramah lingkungan serta jauh lebih praktis.

Tak hanya mobil, kendaraan roda dua juga tak luput dari perhatian para desainer serta produsen kendaraan elektrik. Salah satu contoh adalah pabrikan bernama Vintage Electric yang telah merilis debutnya pada tanggal 19 Juni 2018 lalu.

Bernama Tracker S, motor listrik ini mengadaptasi board tracker klasik. Mesin elektrik didesain sedemikian rupa dan ditempatkan dengan manis sehingga sepintas, motor ini memiliki mesin konvensional. Namun yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan pedal sepeda. Dengan adanya pedal ini, kamu masih bisa mengayuhnya ketika cadangan listrik sudah habis.

© Vintage Electric

Meski hanya berbekal mesin elektrik plus sepasang pedal, motor ini mampu digeber hingga kecepatan 57 km/h. Ketika baterainya terisi penuh, kamu bisa mengajaknya bepergian hingga 120 km.

“Tracker ini menawarkan sebuah moda transportasi baru dalam dunia modern, serta memiliki potensi yang sangat besar dalam kancah urban adventures,” demikian kata Scott Brown, CEO Vintage Electric, seperti yang dilansir SNews. Ia juga menambahkan bahwa motor ini merupakan pilihan gaya hidup yang patut diperhitungkan oleh para rider masa kini.

© Vintage Electric

Jika Vintage Electric menawarkan motor baru yang bisa dibeli siapa saja, maka lain halnya dengan Jambon-Beurre Motorcycle (JBM). Custom shop yang bermarkas di Paris ini dijalankan oleh Antonin, seorang fashion photographer, dan Benjamin, seorang finance executive dari salah satu industri otomotif.

Bermain dalam kancah motor elektrik, duo ini telah menghasilkan mahakarya yang patut diperhitungkan, dan tentu saja, tak bisa kamu dapatkan dengan mudah. Mereka berdua merancang sebuah dirt track bike bermesin elektrik, dengan tenaga yang cukup besar.

© bikeexif.com

Ide awalnya didapat dari sebuah keinginan untuk memasang mesin elektrik pada rangka tracker. “Kami ingin memasang sebuah mesin elektrik yang sangat kuat pada rangka motor lama, namun mampu menghasilkan tenaga lebih dari 100 hp dan sanggup dipacu hingga jarak 100 km,” ujar Benjamin seperti yang dilansir oleh Bike Exif.

“Bisa dipakai di jalanan, tapi sanggup dipacu di balapan dirt track. Desainnya haruslah perpaduan dari teknologi futuristik dan motor ‘jadul yang dekil’,” lanjutnya kemudian. Dan voila, mereka pun menghasilkan sebuah motor dengan mesin elektrik bertenaga 80 kW.

Tenaga sebesar itu diperoleh dari sebuah mesin yang sejatinya didesain untuk sebuah drone militer. Untuk merealisasikan proyek ini, mereka menggandeng PYMCO Technologies, sebuah startup asal Perancis yang bergerak di bidang mesin elektrik.

© bikeexif.com

Menggabungkan 580 buah baterai lithium-ion, yang mampu menghasilkan tenaga hingga 800 Ampere, mereka membuat sebuah mesin custom 6,5 kWh / 110 Volt. Untuk mengisinya, hanya dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam saja.

Saat terisi penuh, motor ini sanggup berlari dari 0 – 100 km/h hanya dalam waktu 3,5 detik! Motor ini juga sanggup dipacu hingga kecepatan puncak 160 km/h. Sebuah motor elektrik dengan tenaga yang luar biasa!

Untuk rangka, motor ini adalah gabungan dari Suzuki DR800, Honda XL, hingga sebuah BMW klasik. “Kami membutuhkan bahan yang kuat dengan tampilan vintage untuk rangka,” ujar Benjamin. “Kami juga merancangnya sedemikian rupa agar pas dengan dimensi baterai serta motor listrik yang dibawanya,” lanjutnya.

© bikeexif.com

Suspensi depan sengaja dipendekkan agar pas saat dipadu dengan velg Excel 19 inci yang dibalut dengan ban flat track. Meski demikian, menurut Benjamin, motor ini tetaplah harus memiliki karakter seperti layaknya vintage tracker.

Meski menggunakan mesin elektrik, tetap saja dibutuhkan sebuah tangki bensin untuk mempermanis penampilannya. Akhirnya, tangki milik Suzuki TS 125 pun dipilih, untuk memperkuat karakternya. Tentu saja fungsinya bukan sebagai wadah bahan bakar, namun telah beralih sebagai pompa pendingin air dan tempat untuk meletakkan peranti sistem pengereman.

Untuk lampu-lampu, JBM menggunakan sebuah kotak bekas–yang dulu didesain untuk tempat baterai namun gagal–sebagai headlamp. Kotak tersebut kini berisi lampu LED dan dipasang menggunakan bracket yang terbuat dari 3D printed. Pada kotak tersebut juga terdapat berbagai macam switch.

© bikeexif.com

Dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk menyelesaikan proyek ini. Tak hanya manis pada tampilan saja, namun JBM juga telah mengetes performa motor ini agar yakin bahwa tracker elektrik ini memang layak digunakan untuk balap dirt track.

“Kami pun sadar, betapa bebasnya mengendarai motor ini, jika dibandingkan dengan motor konvensional,” ujar Benjamin. “Tak ada asap, tidak berisik, kamu bisa mengendarainya ke manapun kamu mau,” lanjut Ben kemudian.

“Hutan terlarang, lahan konstruksi, lapangan kosong, kami bahkan berkendara bersama kuda. Sebuah hal yang mustahil dilakukan jika kamu berkendara dengan motor biasa!” imbuh dia. “Orang lain juga tidak melihatnya sebagai sebuah ancaman, dan itu mengubah semuanya. Itulah hari di mana kami paham, bahwa motor elektrik tak hanya minim polusi udara dan suara, tapi juga sangat menyenangkan untuk dikendarai,” sambungnya.

© bikeexif.com

Sebagai masyarakat modern dan penggiat custom culture, apa pendapatmu mengenai motor elektrik bertenaga super besar ini? Atau kamu sudah cukup puas dengan tenaga Tracker S buatan Vintage Electric?