Gaya Modifikasi Motor untuk Touring yang Berbahaya

Modifikasi motor memang bertujuan untuk menambah motor semakin apik dari segi performa maupun tampilan luar. Hanya saja banyak orang yang sering berlebihan ketika melakukan modifikasi terutama ketika melakukan touring. Bisa jadi modifikasi yang kamu lakukan malah berbahaya. 

Modifikasi Motor untuk Touring yang Harus Dihindari

Jika kamu suka touring, ada baiknya kamu memperhatikan banyak hal terutama ketika ingin melakukan modifikasi. Jangan sampai modifikasi tersebut malah membuat perjalanan kamu terganggu. Gaya modifikasi pertama adalah motor ceper.

Gaya modifikasi yang membuat sepeda motor lebih rendah alias ceper kerap dilakukan. Tapi sepeda motor yang sudah dibuat ceper tak dianjurkan untuk dipakai bepergian jauh. Sebab, kondisi shockbreaker yang dipendekkan akan mempengaruhi kenyamanan berkendara. Kamu bisa saja jadi lebih cepat lelah.

Selain itu, mesin juga akan bekerja lebih keras akibat beban yang terasa lebih berat. Apalagi kalau rute yang dilalui adalah jalan yang cukup ekstrim, motor akan berpotensi rusak. Sebut saja sepeda motor tidak bisa dipacu dengan kecepatan maksimal sesuai kapasitasnya.

Ban menjadi komponen vital. Penggunaan ban kecil atau tak standar sangat tak dianjurkan untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Sebab, ban yang tidak sesuai bisa membaut performa motor menurun. Bisa-bisa ban pecah karena kinerja kendaraan yang berat saat menempuh jarak yang jauh.

Modifikasi berikutnya adalah dari jenis ban. Pemakaian ban cacing juga tak dianjurkan. Ban cacing kerap dipakai untuk drag race. Tentu saja hal itu tak cocok untuk semua kondisi jalan di Indonesia. Ban cacing ini juga akan mempengaruhi daya cengkram ban terhadap aspal. Efek terburuknya, sepeda motor bisa terlibat kecelakaan atau sepeda motor tidak stabil kalau dipacu dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

Hal berikutnya adalah mengenai ukuran. Kamu dianjurkan untuk memakai ban yang sesuai dengan ukuran velg. Misalnya, motor bebek umumnya menggunakan ukuran 80/90-17. Ini  artinya lebar 80 mm, tinggi 90 persen dari 80 mm atau sekitar 70 mm.

Modifikasi motor untuk touring yang berbahaya berikutnya adalah filter udara. Pada umumnya filter udara yang dipakai untuk modifikasi ukurannya lebih kecil. Hal tersebut tidaklah dianjurkan, sebab bentuknya lebih kecil akan membuat kemampuan menyaring kotoran yang masuk bersama udara jadi lebih buruk.

Alhasil, efeknya debu dan air bisa dengan mudah masuk ke karburator dan ruang bakar. Debu dan kotoran yang masuk akhirnya akan menggores ruang silinder. Bahkan kalau air yang masuk, mesin bisa langsung mati.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Melakukan Touring

Kondisi motor adalah hal yang utama sebagai persiapan touring. Tidak hanya memastikan modifikasi yang dipakai tetap aman. Kamu harus melakukan berbagai persiapan motor. Misalnya mengecek kondisi ban. 

Ban merupakan bagian penting untuk menggerakan sepeda motor serta bersentuhan jalan secara langsung. Maka dari itu, bisa sangat berbahaya jika kamu memaksakan kehendak dengan melakukan perjalanan pada ban yang aus atau gundul. Maka dari itu, pengecekan ban adalah hal penting sebelum melakukan perjalanan jauh.

Keamanan menjadi hal penting dalam perjalanan jarak jauh. Salah satu yang harus diperiksa adalah bagian rem belakang maupun depan. Apalagi jika kamu memakai motor matic. Maka hal yang harus dicek adalah bagian pengereman. Kamu harus memastikan kondisi rem dan kampas dalam kondisi baik. Jika sudah aus maka bisa berisiko mengancam keselamatan berkendara.

Komponen berikutnya yang harus diperhatikan adalah kondisi lampu. Komponen ini memang tampak sederhana namun sangat penting dalam hal keberadaannya.  Kamu harus memastikan semua jenis lampu bisa berfungsi dengan normal. Sebut saja mulai dari lampu depan, belakang sampai lampu sein.

Jangan sampai lampu justru menyebabkan kecelakaan karena kamu tidak bisa melihat jalanan secara jelas. Biasanya lampu yang mati juga berbahaya untuk kendaraan lainnya. Lampu minim ini sangat tidak sehat karena bisa mengecoh pengendara lain. Dengan demikian bisa memicu terjadinya kecelakaan.