Trik Modifikasi Ban Motor Agar Aman dan Nyaman

Modifikasi bisa dilakukan ke berbagai bagian motor. Salah satunya yang bisa dilakukan modifikasi adalah bagian ban. Jika kamu ingin melakukan modifikasi ban motor, tentunya kamu harus berhati-hati karena ada beberapa aturan yang penting untuk dipahami. Berikut ini sederet modifikasi ban motor supaya nyaman dan aman.

Rumus Modifikasi Ban Motor dari Segi Ukuran

Banyak orang melakukan modifikasi ban motor dengan memperbesar maupun memperkecil ukuran. Hal ini sebenarnya sah-sah saja untuk dilakukan. Tentunya kamu harus memastikan asalkan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saat kamu sedang ingin mengikuti sebuah kontes modifikasi.

Kamu bisa melakukan modifikasi dengan bebas. Kamu bisa mengganti ukuran seperti ban sepeda sekalipun juga tidak masalah. Hanya saja kamu tidak boleh memakainya ketika berada di jalan raya. Lalu, bagaimana caranya agar aman?

Jika kamu ingin memakai modifikasi ban motor, kamu bisa memakai ban motor dua tingkat dari ban normalnya. Ini adalah rumusan yang paling umum supaya tetap aman dan nyaman dipakai. Misalnya saja ketika kamu memakai ban standar 90/80-14 inci maka kenaikannya maksimal ada di angka 110/80-15 inci. Tentunya angka ini untuk memastikan kamu tetap merasa nyaman saat berkendara.

Jika tidak memakai rumus tersebut, kamu bisa mengalami masalah. Misalnya jika pakai ban lebih besar seperti ban 120/80-14 inci, efeknya bisa membuat karet bundar akan bersinggungan dengan sepatbor dan suspense. Kamu harus melakukan modifikasi dengan komponen itu. Ban yang terlalu besar juga membuat kerja mesin jauh lebih keras. Akselerasi motor jadi tidak terlalu mantap dan bisa membuat bahan bakar jadi boros.

Cara Memilih Tipe Ban yang Tepat

Setelah melihat dari segi ukuran, kamu juga perlu memahami tipe ban yang tepat. Kamu jangan mengubah tipe ban secara asal-asalan. Ingat bahwa jenis atau tipe ban sudah diciptakan dengan tujuan tertentu. Misalnya motor matic yang biasa dipakai harian, ada baiknya tidak diganti dengan ban model trail.

Ban tipe cross seperti ini cocok dipakai untuk medan yang penuh dengan tanah dan lumpur sama seperti di hutan. Ketika dipaksa untuk dipakai pada jalan aspal, maka ban ini punya area kontak yang relatif minim bila dibandingkan ban slick. Hal ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan semakin tinggi.

Lalu bagaimana jika mengganti ban dengan ban standar dan ban slick atau ban yang khusus balap. Memang keduanya punya kemiripan. Namun ban slick kebanyakan tidak punya alur ban. Meski keduanya bisa digunakan pada jalan aspal hanya saja ban tersebut memiliki konstruksi bahan yang berbeda dengan ban pada umumnya.

Ban slick sendiri memiliki tiga tingkatan kompon. Pertama adalah soft, medium dan hard. Sementara untuk jenis ban balapnya terdapat dua jenis yaitu balap track kering atau dry race dan ban untuk track basah atau yang disebut dengan wet race.

Tentunya ban slick balap ini cukup berbahaya bila dipakai sehari-hari. Ingat bahwa kondisi jalan raya sangat berbeda dengan kondisi sirkuit. Debu dan tanah maupun kotoran akan sulit kamu temui ketika ada di lintasan balap. Selain itu, temperature dari ban juga berbeda antara ban balap dan standar.

Ban yang dipakai untuk balap sebenarnya akan lebih optimal ketika mencapai suhu tertentu terutama suhu yang relatif tinggi karena beban kerja akselerasi dan deselerasi yang terjadi terus menerus. Maka dari itu yang paling aman saat melakukan modifikasi ban motor adalah memakai ban yang memang untuk dipakai sehari-hari saja.