Langkah Modifikasi Motor Karburator Jadi Injeksi

Modifikasi motor tak hanya dilakukan terhadap urusan tampilan luar saja tetapi juga bisa mengubah sistem pengapian motor itu sendiri. Salah satu yang mungkin banyak dilakukan orang adalah modifikasi motor karburator jadi injeksi. Seperti apa proses untuk mengubahnya?

Langkah Mengubah Motor Karburator Jadi Injeksi

Ternyata proses pengubahan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mulai dari pencarian perangkat injeksi sampai perakitan membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan. Modifikasi ini tidak hanya bisa langsung pasang saja. Mekanik membutuhkan banyak penyesuaian dan persiapan.

Hal pertama yang kerap memakan waktu lama adalah penghitungan agar injeksi lebih berjalan lancar. Apalagi jika harus memakai dudukan baru supaya bisa menyesuaikan dengan sistem injeksi yang akan dilakukan. Cara mengubah motor karburator jadi injeksi ini dilanjutkan dengan pembongkaran total motor.

Sistem pengapian, perangkat pengabut bahan bakar dan kabel bodi harus dicopot. Mekanik juga harus menyesuaikan magnet dan penyetelan timing pengapian motor. Hal ini dilakukan supaya sesuai dengan sistem injeksi yang akan jadi sistem pengapian baru. Kamu juga harus melakukan banyak pengubahan pada motor.

Misalnya kamu harus membuat dudukan fuel pump pada tangki motor. Selain itu, kamu juga harus membuat dudukan baru yang berfungsi sebagai sensor injeksi motor. Motor dengan karburator umumnya tidak rumit seperti sistem injeksi. Sistem ini membutuhkan penyesuaian dengan komputer.

Elemen yang harus disiapkan untuk mengubah motor karburator jadi injeksi antara lain dudukan injektor, dudukan engine temperature sensor serta pick up coil. Sementara komponen injeksi yang biasa dipakai untuk modifikasi yaitu produksi Yamaha. Injeksi dari Yamaha dianggap lebih sederhana.

Setelah proses pembuatan sistem injeksi, saatnya masuk ke dalam proses lainnya yang lebih rumit. Penyetelan timing pengapian, penyesuaian dudukan alat injeksi hingga merangkai kelistrikan motor. Maka dari itu modifikasi seperti ini bisa dibilang cukup rumit. Tentunya motor karburator harus benar-benar diubah agar sesuai dengan motor dengan sistem injeksi.

Kelebihan Injeksi Dibanding Karburator

Mengapa ada pengguna motor yang ingin mengubah motor karburator jadi injeksi? Ternyata ada beberapa keunggulan pemakaian motor injeksi dibanding karburator. Penasaran apa saja kelebihan dan manfaatnya?

1. Pembakaran Jadi Lebih Sempurna

Dengan teknologi injeksi, perbandingan air fuel ratio atau AFR akan jauh lebih baik. Apalagi teknologi injeksi juga dikontrol oleh perangkat elektronik. Dengan hal-hal seperti ini maka motor yang memakai teknologi injeksi akan menghasilkan pembakaran yang lebih baik. Tentu bila dibandingkan dengan sistem karburator.

AFR yang dihasilkan juga umumnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan motor. Misalnya saat suhu udara sekitar naik dan turun, AFR juga akan berubah. Sensor udara yang dimiliki teknologi injeksi dapat menganalisis dengan lebih baik, suhu dan kondisi udara dengan pencampuran bahan bakar

2. Bahan Bakar Jadi Lebih Irit

Teknologi injeksi akan membuat pembakaran lebih sempurna. Sama seperti yang sudah diungkapkan dalam poin sebelumnya. Lalu, apa manfaat dari sistem seperti ini? Ternyata pembakaran yang lebih sempurna bisa berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Pembakaran lebih sempurna berarti proses pembakarannya juga lebih optimal.

Dengan pembakaran optimal maka bisa memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar kendaraan. Biasanya kalau injeksi yang sudah bawaan pabrikan, maka pabrik juga sudah menyetel sistem dengan baik. Tentunya akan bertujuan supaya konsumsi bahan bakar bisa lebih optimal.

3. Tidak Perlu Repot Penyetelan

Saat sistem pembakaran memakai karburator, maka kamu harus sering melakukan penyetelan pada setelan AFR. Perubahan ini umumnya disebabkan oleh getaran yang dihasilkan oleh mesin. Dengan demikian kualitas karburator juga semakin menurun. Namun, kondisi ini tidak terjadi pada sistem injeksi.

Pengolahan AFR pada motor sudah memakai sebuah sistem komputer yang diberi nama Electronic Control Module atau ECM. Sistem ini sudah punya konfigurasi dan sistem yang tetap. Jika ingin mengubahnya bisa dilakukan dengan memakai software dan komputer. Dengan demikian kamu tak lagi repot mengubah setelan karburator yang kerap berubah-ubah.

Memang modifikasi motor karburator jadi injeksi bukanlah hal yang mudah. Kamu juga harus memastikan bahwa modifikasi dilakukan di tangan yang tepat. Apalagi jika memang tujuannya untuk membuat sistem menjadi lebih canggih dan bebas repot.