CBR 150 old bladefire, ikon honda kelas bawah di zamannya.

Persaingan dan juga kemajuan tekhnologi nampaknya terus menghasilkan inovasi, desain dan fitur fitur terutama dalam hal motor. Dulu, pada awal abad ke 20, honda menciptakan salah satu motor sport kelas bawah nya yaitu CBR150, competitor yang minim serta tampilan dan juga fitur yang dinilai cukup bagus pada masanya, membuat kepopuleran motor yang satu ini melonjak tinggi di jajaran sport kelas bawah sejak pertama kali diluncurkan. Memiliki desain yang digadang gadang mirip dengan seri CBR 1000 R fireblade, kali ini kita akan membahas tentang CBR150 generasi ke 3 yang mulai dirilis pada tahun 2014 hingga 2016 saja.

 

Dari depan hingga kebelakang, desainnya sangat Honda sekali, mengalir aman tanpa ada sudut yang terlampau agresif. Ciri khas Honda memang selalu membuat desain yang diharapkan tak lekang dimakan jaman. Sebagaimana Honda global, desainnya pun mirip mirip antara model satu dengan yang lainnya, bahkan dengan model yang flagshipnya sekalipun, sang CBR1000R.

 

Dual keen eyes yang selalu menjadi ciri khas dengan dual headlamp nya yang terpadukan dengan dimensi lebar ala ala motor besar dengan lampu bohlam berdaya 35 watt. Sengaja di desain se sporty mungkin agar memberikan kesan yang terlampau seperti superbike.

 

Speedometer yang cukup informatif dengan desain yang simple dengan tambahan tombol tombol CBFS, namun sangat disayangkan karena tidak adanya tombol engine cut off serta passing beam.

 

Model backhandler yang fungsional untuk pegangan bagi penumpang, lalu juga posisi riding yang lebih nyaman dari kebanyakan motor sport terutama kompetitornya saat itu, Yamaha R15. Jarak pijak kaki ke tanah setinggi 786 mm, yang artinya seat high nya pun dikurangi sehingga berdampak baik untuk rider rider dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, ergonomic berkendara yang pas dengan posisi kaki kaki yang mengapit sempurna semakin menambah kemampuan handling dan bermanuver. Pokoknya dalam CBR150 sudah paket komplit untuk kenyamanan dalam berkendaranya.

 

Untuk bagian mesin, mesin CBR150R local ini sudah berteknologi DOHC yang lebih mudah di-upgrade performanya karena mempunyai dua head camshaft. Performa mesin standar juga cocok untuk di dalam kota dan sesekali ke luar kota. Dengan memiliki bobot seberat 143 kg nampaknya tidak mempengaruhi akselerasi daripada motor yang satu ini dalam hal kecepatan di kelasnya, dengan kecepatan maksimum sekitar 131 km/h, terasa sudah cukup memuaskan untuk kebat kebut di dalam maupun luar kota. Untuk sector pengereman pun dinilai lebih dari cukup terutama pada sector pengereman depan dengan system bawaan dari pabrikan.

 

Pesona dan tampilan kekar yang disuguhkan, nampaknya tidak mampu bertahan lama. Tahun 2016 honda kembali mengeluarkan seri CBR150r gen ke 4 nya yang tentunya lebih modern, fitur fitur yang lebih canggih, tampilan yang lebih galak ala ala moto GP, nampaknya membuat kepercayaan diri sang kakak ini meredup sehingga yang tersisa sekarang hanyalah bergantung kepada pada penggemarnya di rentan waktu 2 tahun peluncurannya.