MotoFoto : Daya Tarik Back Ground Dalam Komposisi Foto

Istilah back-ground dan fore-ground tentu tidak asing lagi bagi para sobat OtoRaja sekalian. Back ground yang umum kita kenal sebagai latar belakang dari sebuah objek tidak dapat dipungkiri memang memegang peranan yang sangat penting dalam menampilkan sebuah objek.

 

Yang agak jarang kita perhatikan adalah latar depan atau fore ground dari sebuah objek. Namun demikian pada kesempatan ini kita akan memfokuskan bahasan kita pada latar belakang. Latar depan akan kita bahas dalam artikel lain yang akan kami susun untuk para sobat OtoRaja sekalian.

 

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam memanfaatkan back ground dan objek utama yang akan kita abadikan. Hal yang perlu kita ingat adalah bahwa back ground akan memberikan suasana dan konteks bagi objek kita.

 

Kita dapat dengan sengaja mengaburkan back ground ataupun membuat back ground menjadi polos sehingga objek utama kita akan tampil dengan maksimal.

 

Namun demikian kitapun dapat menggabungkan back ground sedemikian rupa dengan objek kita sehingga terlihat ada kesinambungan yang akan memberikan ceritra tersendiri. Dalam hal ini Objek kita tetap akan menjadi center dari komposisi foto yang kita buat.

 

Cara lain lagi adalah melebur latar blakang dengan objek kita sehingga komposisi yang kita buat akan menjadi suatu kesatuan dimana objek utama kita akan menyatu dengan latar belakangnya.

 

Cara mana yang akan kita terapkan ketika kita melakukan pemotrtan tergantung pada beberapa hal yang akan menentukan. Namun sebenarnya yang paling penting adalah tujuan dari pemotretan kita dan efek apa yang ingin kita tampilkan didalamnya.

 

Bila pemotretan dilakukan untuk tujuan promosi ataupun marketing maka pada umumnya back ground akan sama sekali dihilangkan ataupun dibuat polos dengan warna tertentu.

 

Namun bila foto yang kita buat bertujuan untuk menampilkan suasana dari acara atau aktifitas tertentu tentu saja back ground harus ditampilkan dengan layak dan menarik.

 

Selain itu hal yang akan mempengaruhi perlakuan kita pada back ground juga ditentukan oleh situasi dan kondisi pada saat pemotreran. Dalam pemotretan out door kita sering kali akan sangat tergantung pada back ground yang ada pada saat pemotretan.

 

Kondisi back ground yang tidak dapat kita atur sesuai dengan keinginan kita itu akan memberikan tantangan tersendiri dalam menciptakan komposisi yang beik dan menarik.

 

Berbeda halnya untuk pemotretan dalam studio dimana kita dengan mudah dapat menciptakan suasana yang kita inginkan untuk objek kita.

 

Yang dapat kita lakukan untuk lebih menonjolkan objek utama kita pada pemotretan out door adalah dengan mengaburkan back ground dari objek utama atau yang kita kenal dengan efek bokeh.

 

Efek bokeh sangat populer karena dengan cara ini objek utama kita akan tampak lebih menonjol dari lingkungannya dan tampil dengan utuh.

 

Hal lain yang dapat kita lakukan adalah dengan mencari posisi sedemikian rupa sehingga kita mendapatkan back ground yang relatif paling baik dan menguntungkan bagi objek utama.

 

Sebenarnya dengan menempatkan objek utama dibagian paling depan dari foto kita, kita sudah menjadikan objek tersebut menjadi sesuatu yang utama. Untuk itu kita dapat memilih sudut yang paling baik pada saat pengambilan foto.

 

Namun bila hal tersebut diatas terasa kurang sesuai dengan keinginan kita maka hal dapat kita lakukan adalah dengan meleburkan objek utama kita sehingga tampak menyatu dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan dengan latar belakangnya.

 

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa kita dapat menghilangkan back ground ataupun melebur objek utama kita dengan back groundnya. Pada kenyataannya dalam pengambilan potret yang sering kita lakukan adalah menggabungkan kedua pendekatan tersebut diatas sampai pada tingkat yang kita anggap paling baik.

 

Seperti juga teknik komosisi lainnya teknik mengatur back ground memerlukan banyak latihan dan kepekaan yang tinggi. Selain itu pada prakteknya sering kali kita tidak memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan segala hal tersebut diatas.

 

Latihan dan eksperimenlah yang akan melatih kepekaan dan kecepatan kita dalam memutuskan cara apa yang akan kita lakukan dalam pengambilan suatu foto.

 

Latihan dan eksperimen akan memberikan pengalaman dan ide-ide yang nantinya akan timbul secara otomatis ketika kita dihadapkan pada situasi-situasi pemotretan tertentu.

 

Seperti halnya mengendarai sepeda motor, terlebih lagi yang manual, ada sangat banyak hal yang perlu kita perhatikan baik itu sebelum maupun pada saat berkendara. Bila dibandingkan sebenarnya mengendarai sepeda motor adalah jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan menghasilkan karya foto yang baik.

 

Namun Demikian karena sebagian besar para bikers sudah mengendarai motor dalam kurun waktu yang cukup lama, maka berkendara menjadi sesuatu hal yang besifat otomatis dan dapat dilakukan dengan rileks. Semuanya kembali lagi ke jam terbang kita.

 

Makin sering kita melakukan sesuatu maka akan makin mahir kita melakukannya.

 

Pada pemotretan out door dimalam hari kondisinya seringkali lebih menguntungkan bagi kita dalam hal mengkomposisikan back ground dan objek. Hal ini desbabkan oleh karena pada pemotretan malam hari kita dapat menggunakan lampu kilat.

 

Dengan menggunakan lampu kilat maka itu artinya kita mempunyai keleluasaan dalam hal pengaturan cahaya karena kita dapat mengontrol arah dan intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh lampu kilat tersebut.

 

Malam yang gelap sebenarnya memberikan kemungkinan yang lebih besar pada kita untuk dapat dapat mengontrol cahaya yang akan kita tangkap melalui kamera kita. Hal ini berlaku pula didalam studio.

 

Bedanya untuk fotografi didalam studio kitalah yang sepenuhnya mengatur pencahayaan yang akan ditampilkan sementara pada foto outdoor dimalam hari kita bagaimanapun masih tergantung pada cahaya=cahaya buatan yang ada.

 

Kemampuan kita untuk memadukan back ground dengan objek utam kita akan sangat menentukan komposisi akhir yang akn kita hasil.

 

Dalam prakteknya posisi dan sudut pandang dari fotografer juga akan mempengaruhi saling keterkaitan antara back ground dengan objek. Karena itu sebelum melakukan pemotretan dianjurkan untuk melakukan pengamatan pada objek dan lingkungan sekitarnya terkadang sambil berjalan mengitari objek yang akan kita abadikan.

 

Hal ini dilakukan untuk mencari dan mendapatkan sudut pandang terbaik dan cocok dengan keinginan kita. Ibaratnya seorang pe golf yang berjalan mengitari hole yang ditujunya untuk menemukan sudut terbaik sekaligus cara yang akan digunakan untuk mengeksekusinya.

 

Seperti telah disebutkan diatas, skill dalam bidang fotografi akan datang melalui latihan dan eksperimen yang terus menerus sambil memantapkan penguasaan kita atas pengoperasian kamera kita. Selain itu latihan dan eksperimen tadi juga berkenaan dengan aspek artistik dan komposisi foto yang kita ambil.

 

Segi teknis dalam pengoperasian kamera dan pemahaman akan pengaruhnya terhadap hasil foto harus juga diimbangi dengan pemahaman segi artistik dalam setiap komposisi foto