MotoFoto : The Rule of Ods Teknik Komposisi Ganjil Yang Tampak Indah

Rule of odds dalam fotografi mungkin termasuk jenis komposisi yang agak asing ditelinga para fotografer.

Sebenarnya istilah, rule atau aturan rasanya kurang tepat untuk dipakai dalam dunia fotografi. Istilah yang lebih tepat adalah guide lines atau panduan atau juga pedoman.

 

Istilah aturan rasanya terlalu kaku dan seolah olah menjadi satu-satunya dan berkesan paling benar.  Padahal kenyataannya sangat jauh dari itu. Karena itu untuk selanjutnya akan dipakai istilah pedoman saja.

 

Dalam bahasa Indonesia rule of odds ecara kata per kata mungkin dapat ditejemahkan dengan istilah pedoman ganjil. Pedoman ganjil yang dimaksud disini adalah mengenai objek utama dalam sebuah foto.

 

Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa menurut penelitian, secara psikologis manusia akan lebih senang melihat sesuatu yang berjumblah ganjil seperti 1, 3, 5, dan seterusnya.

 

Secara psikologis hal ini berlaku ketika melihat suatu kumpulan atau grup dari objek yang ada dihadapannya ataupun ada dalam foto.

 

Meskipun demikian pedoman ini dalam penerapannya jangan sampai disalah pahami, bahwa jumblah ganjil lebih baik dari jumblah genap. Pedoman ini berlaku hanya pada konteks-konteks tertentu yang relevan.

 

Dalam banyak kasus pada umumnya pertimbangan kita dalam menentukan objek foto kita tidak hanya ditentukan oleh jumblahnya. Ada banyak faktor lain yang menentukan dalam komposisi dan pertimbangan tentang jumblah objek yang akan kita tangkap hanyalah salah saru pertimbangan saja.

 

Meskipun demikian tidak ada salahnya bila hal ini kita terapkan ketika kita melakukan eksperimen dan berlatih dalam membuat komposisi foto yang menarik.

 

Satu hal yang harus kita ingat bahwa skill dalam fotografi tidaklah berbeda dengan skill-skill lainnya yang ingin kita kuasai. Semua skill memerlukan latihan yang terus menerus dan konsisten sehingga menjadi sesuatu yang tertanam dalam keseharian kita.

 

Seseorang yang ingin pandai bermain instrumen musik tertentu seperti biola, drum atau yang lebih populer seperti gitar harus bersedia meluangkan waktu untuk berlatih secara teratur.

 

Selain itu latihan yang dilakukan nya harus dilakukan dengan semangat eksplorasi dan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Hal ini berlaku pula dalam bidang lain seperti seni lukis, olah raga atau bahkan dunia bisnis.

 

Demikian pula halnya dengan skill fotografi. Panduan panduan baik secara teknis maupun pengaturan komposisi dalam foto akan dapat terasah dengan latihan yang terus menerus.

 

Lambat laun, dengan latihan berbagai teori dan panduan itu akan menjadi bagian dalam diri orang tersebut sehingga sewaktu-waktu dapat dipakai dan dapat diterapkan ketika berhadapan dengan situasi-situasi dalam pemotretan yang tentu saja tidak pernah sama.

 

Situasi, kondisi dan maksud dari pemotretan tidaklah pernah sama dan selalu berubah. Untuk itu pemahaman yang lengkap dan skill yang terlatih akan menjadi modal dalam menghadapi berbagai situasi, kondisi dan suasana yang belainan dari waktu kewaktu.

 

Foto 2

Secara umum kita dapat membagi skill yang dibutuhkan untuk menjadi fotografer kedalam dua bagian. Bagian pertama adalah skill yang berkaitan dengan teknis penguasaan kamera yang dipakai. Bagian kedua adalah skill yang berkaitan dengan kemampuan dalam komposisi yang baik.

 

Skill yang berkaitan dengan faktor teknis sebenarnya adalah kemampuan untuk menggunakan fasilitas yang disediakan oleh kamera kita dan alat-alat bantu lainnya termasuk lampu kilat sebagai pencahayaan buatan.

 

Perlu diingat pula bahwa semua pengaturan yang ada dalam kamera adalah berkaitan dengan manipulasi cahaya sehingga mendapatkan rekaman yang menarik dan sedap dipandang.

 

Tidak berlebihan bila disebutkan disini bahwa skill fotografi sebenarnya adalah skill dalam melihat, mengatur dan bermain dengan cahaya yang disekitar kita.

 

Adalah sesuatu yang wajar bila kita ingin mengabadikan dan memandangi sesuatu yang kita senangi atau mempunyai arti khusus bagi kita. Demikian pula seorag bikers, kecintaannya pada kendaraan bermotor roda dua ini akan mendorong dia untuk senang melihat dan memperhatikan objek yang menjadi minatnya.

 

Hal ini Membuat hobi fotografi semakin lama semakin populer dikalangan para bikers. Event-event dan aktifitas dari komunitas bikers juga semakin mendekatkan dunia bikers dengan seni fotografi.

 

Kebutuhan untuk mengabadikan motor yang terlihat menarik ataupun momen-momen dalam komunitas bikers semakin lama semakin berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi fotografi.

 

Perkembangan teknologi fotografi dewasa ini termasuk kamera smartphone memberi banyak kemudahan dan fasilitas yang menjadikan fotgrafi semakin tidak dapat dipisahkan dalam akrifitas sehari-hari.

 

Perkembangan media sosial seperti instagram face book dan kebiasaan men share pengalaman pada khalayak yang lebih luas terasa sudah menjadi sesuatu yang wajar dewasa ini.

 

Meskipun pengambilan foto dapat dilakukan dengan sangat mudah, kualitas dari foto yang ingin kita hasilkan tentu saja sangat ditentukan oleh pemahaman kita mengenai seni pengambilan gambar yang baik.

 

Contoh-contoh foto dalam artikel ini diambil dalam acara Bike Vaganza yang dilangsungkan di Bandung baru-baru ini. Foto-foto yang dibuat adalah sebagai latihan dalam mengekplorasi rule of odds atau panduan ganjil seperti telah disebutkan di atas.

 

Ada yang berpendapat bahwa bilangan ganjil menarik perhatian kita karena pada dasarnya kita selalu punya kecenderungan untuk menggenapkan sesuatu yang kita lihat. Jadi dengan kata lain bila yang kita lihat itu sudah genap maka imajinasi kita akan terhenti dan kita akan beranggapan bahwa “tugas” kita sudah selsai.

 

Lain halnya bila yang kita hadapi adalah objek yang berjumblah ganjil. Secara tidak sadar kita akan merusaha menggenapkan objek yang kita lihat tadi  dan untuk itu imajinasi kita harus bekerja dan berusaha menemukan penggenapannya.

 

Jadi yang membuat objek dengan jumblah ganjil terasa menarik adalah karena kondisi itu akan merangsang imajinasi kita untuk menciptakan sesuatu yang bersifat penggenapan bagi objek tadi.

 

Kebenaran hal tersebut diatas tentu saja kembali berpulang pada sang fotografer. Bagaimanapun banyaknya pendapat dan teori komposisi yang kita dengar, pada akhirnya penilaian kitalah yang paling penting dan menjadi penentu dari komposisi foto kita.

 

Namun paling tidak panduan ini dapat kita jadikan sebagai bahan latihan dan eksperimen kita sehingga. Dari latihan dan eksperimen tersebut kemudian kita dapat menggali dan mencari aturan-aturan kita sendiri yang menurut penilaian kita dapat dijadikan pegangan dalam menghasilkan komposisi yang baik.

 

Hal lain yang sebaiknya diingat adalah bahwa setiap panduan pada dasarnya tidak harus selalu berdiri sendiri. Panduan panduan tadi dapat digabungkan kedalam satu komposisi.

 

Setiap pedoman dalam komposisi yang kita kenal dapat dikombinasikan antara yang satu dengan lainnya untuk menciptakan sesuatu yang baru dan merangsang kreatifitas kita dalam berkarya.

 

Pada artikel MotoFoto selanjutnya terlebih dulu kita akan menyajikan panduan panduan lain yang dapat kita gunakan. Semoga ulasan ini dapat memberikan inspirasi dan ide-ide segar dalam eksplorasi seni fotografi yang Sobat sekalian lakukan. Salam OtoRaja.