MotoFoto : Teknik Komposisi Leading Line Dalam Bikers Photogtaphy

Salam OtoRaja, salam sejahtera buat sobat sekalian. Pada kesempatan ini kita akan coba mengulas teknik komposisi yang akan sangat membantu sobat sekalian dalam menghasilkan karya foto yang menarik. Teknik komposisi yang dimaksud adalah teknik komposisi Leading line.

 

Hal yang penting dalam teknik komposisi Leading line adalah pemahaman bahwa teknik komposisi ini sebenarnya memainkan dua elemen bentuk dasar dalam foto kita. Dua elemen dasar yang dimaksud adalah elemen titik dan elemen garis.

 

Seperti namanya teknik komposisi leading line berarti memanfaatkan elemen atau unsur garis dalam foto kita sebagai pengarah menuju sesuatu objek yang merupakan elemen titik dalam foto tersebut.

 

Elemen garis yang dimaksud misalnya adalah jalan raya, aliran sungai, pagar, dan lain lain. Yang penting dari komposisi ini adalah bahwa  Objek yang dituju oleh elemen garis tadi tidak selalu harus merupakan klimaks. Inilah yang sering disalah pahami oleh banyak photographer.

 

Perlu dipahami disini bahwa elemen garis dalam teknik komposisi leading line sama sekali tidak berfungsi sebagai pelengkap. Elemen garis ini sebaiknya justru menjadi elemen estetika yang mempunyai daya tarik tersendiri dalam foto kita.

 

Sebaliknya pula objek yang dituju oleh elemen garis tadi tidak selalu harus menjadi suatu klimaks ataupun objek utama dalam komposisi kita. Bahkan dalam banyak contoh foto yang baik, objek yang dituju oleh elemen garis tadi dapat berupa ruang terbuka yang menyediakan tempat bagi imajinasi orang yang melihat foto kita.

 

Yang lebih penting lagi adalah bahwa foto kita sebaiknya tampil natural dan tidak dibuat-buat. Sobat OtoRaja semua pastinya setuju bahwa sesuatu yang tampak terlalu dibuat buat justru akan tampak aneh dan tidak menyenangkan untuk dilihat.

 

Penerapan Teknik Leading Line ini harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan terlalu ditafsirkan secara harfiah yaitu garis dan objek utama. Penafsiran itu meskipun tidak salah tapi terasa terlalu naif dan sering terasa kurang kreatif dan dipaksakan.

 

Lebih jauh lagi elemen garis tadi tidak selalu harus secara tegas terlihat melainkan sering kali elemen garis yang disamarkan akan memberikan efek yang jauh lebih kuat dan berkesan.

 

Perlu pula sobat OtoRaja sekalian ketahui bahwa sebuah karya foto yang baik seringkali memberikan tempat yang luas bagi imajinasi orang yang melihatnya. Kesan yang muncul dalam imajinasi orang yang melihat akan terasa lebih kuat dari apa yang terlihat dalam foto.

 

Sebagai panduan dapat disebutkan disini bahwa foto kita akan tampak jauh lebih menarik bila kita tidak mendikte orang yang melihat foto kita. Biarkanlah imajinasi orang tersebut berkembang dengan seluas-luasnya.

 

Jenis-jenis elemen garis.

 

Elemen Garis adalah salah satu elemen terpenting dalam komposisi. Dari garis lah bentuk dan susunan setiap objek tersusun menjadi sesuatu yang kita kenali dan dapat kita nikmati.

 

Dalam bikers fotografi dengan mudah kita akan mengasosiasikan elemen garis ini dengan jalanan yang tentu saja menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kendaraan bermotor termasuk kendaraan bermotor roda dua, baik itu on road maupun off road.

 

Meskipun demikian sebenarnya masih banyak hal lain yang dapat kita pakai sebagai elemen garis dalam bikers fotografi. Misalnya deretan pohon dipinggir jalan, barisan orang di tribun balap, antrian orang, atau bahkan konvoy motor yang melintas.

 

Seperti telah disebutkan diatas elemen garis dalam komposisi kita tidak harus berupa tarikan garis yang nyata tapi juga dapat berupa garis imajiner. Garis imajiner ini akan terbentuk bila kita mempunyai dua titik dengan jarak tertentu. Dengan memposisikan dua elemen titik dalam komposisi kita maka dalam imajinasi orang yang melihatnya akan muncul sebuah garis yang kita sebut garis imajiner.

 

Hal kedua yang tidak dapat dipisahkan dalam teknik komposisi leading line setelah elemen garis adalah elemen titik dalam foto kita.

 

Elemen titik seperti juga elemen garis dalam komposisi kita tidak selalu harus hadir secara nyata dalam foto kita tetapi dapat kita hadirkan secara imajiner dalam diri orang yang melihat.

 

Dalam hal ini elemen titik dalam komposisi tadi dapat dihadirkan berupa sebuah klimaks atau titik akhir, ataupun sebagai sebuah titik awal dalam komposisi kita. Alternatif lainnya yang juga dapat dipakai adalah dengan menjadikan elemen titik tadi menjadi elemen yang memberikan keseimbangan pada pada foto kita.

 

Jenis lensa yang cocok

Sebagai panduan umum, setiap teknik komposisi dapat diterapkan pada foto dengan menggunakan lensa apapun.

Baik itu untuk pengambilan foto-foto yang bernuansa lansekap , foto close up, portrait bahkan macro.

 

Focal length sebuah lensa hanya menentukan besarnya sudut pandang dari foto kita dan perspektif yang dihasilkan sedangkan prinsip-prinsip komposisi dari elemen bentuk dalam foto kita tetap berlaku secara umum.

 

Hal yang dapat dilakukan berkaitan dengan teknik komposisi leading line yang berkaitan dengan lensa terutama dalam hal memanfaatkan karakteristik lensa yang kita pakai pada objek yang kita foto.

 

Sebagai contoh, bila kita menggunakan lensa wide maka sudut pandang lensa yang besar itu dapat kita manfaatkan untuk menangkap objek dengan skala yang besar dan luas. Artinya elemen garis dan elemen titik yang kita pilih dapat mempunyai dimensi dan kompleksitas yang lebih besar.

 

Sebaliknya dengan lensa-lensa yang mempunyai focal length yang besar maka skala dan kompleksitas dari elemen garis dan elemen titik dalam komposisi kita dapt dibuat lebih sederhana dan simpel. Meskipun sama sekali tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan yang sebaliknya seperti simpel dengan wide ataupun kompleks degan tele. Ruang eksperimen selalu terbuka luas untuk segala kemungkinan. Hal itulah yang membuat fotografi adalah bidang yang sangat menarik untuk di eksplorasi.

 

Sebagai kesimpulan dapat kita rangkum disini bahwa teknik komposisi leading line adalah :

 

  • Menggabungkan elemen garis sebagai pengarah dan elemen elemen titik sebagai awal, akhir, atau aksen yang memberi keseimbangan.

 

  • Elemen garis dapat berupa garis yang terlihat dengan nyata ataupun berupa garis imajiner yang kita munculkan dalam imajinasi orang yang melihat.

 

  • Elemen titik seperti juga elemen garis dapat hadir secara nyata maupun terbentuk dengan sendirinya dalam imajinasi orang yang melihat.

 

  • Harus selalu dipahami bahwa teknik komposi ini seperti juga teknik komposisi lainnya hanyalah menjadi alat bantu untuk memudahkan kita dalam menyusun sebuah komposisi. Teknik ini tidak bersifat kaku dan dapat diinterpretasikan dengan seluas-luasnya.

 

  • Teknik komposisi jangan dijadikan sebagai tujuan namun sifatnya hanyalah untuk merangsang kreatifitas kita dalam menghasilkan hasil fotofrafi yang baik.

 

Demikianlah ulasan kami, semoga dapat bermanfaat bagi sobat OtoRaja sekalian yang menaruh minat pada bikers fotografi. Pada Artikel yang akan datang kita akan ulas teknik-teknik komposisi lainnya yang akan membantu kita dalam menghasilkan foto yang baik.