OtoFoto: Teknik Foto Untuk Efek Motion Motor yang Bergerak Cepat

Pada kesempatan ini team OtoRaja akan mengulas teknik foto yang dapat diterapkan untuk mengabadikan motor yang sedang di jalanan.

 

Teknik foto yang diterapkan berguna untuk memberikan efek foto yang menunjukan bahwa motor sedang bergerak dengan cepat.

 

Teknik ini sekilas terlihat hampir serupa dengan teknik mengaburkan latar belakang atau sekarang populer dengan efek bokeh. Perbedaannya adalah ada efek motion yang jelas terlihat pada latar belakang sehingga kesan gerakan atau kecepatan motor akan lebih terasa pada hasil jepretan kita.

 

Efek motion seperti ini akan terasa lebih dapat menangkap gerakan dalam foto kita. Foto kita akan terlihat lebih menarik sehingga akan lebih tergambarkan kecepatan dari objek kita.

 

Sebenarnya dalam teknik ini ada dua jenis cara yang dapat dilakukan untuk menangkap gerakan. Cara pertama adalah back ground yang blur. Cara kedua adalah dengan background yang tajam sementara objeknya lah yang dibuat blur.

 

Adapun setting camera untuk kedua jenis cara menangkap motion itu pada dasarnya adalah dengan menggunakan kecepatan shutter yang rendah untuk mendapatkan ofek blur. Aperture yang besar juga akan membantu untuk menciptakan efek blur pada background.

 

Jenis kamera yang dibutuhkan

Untuk dapat menerapkan teknik ini sebenarnya cukup sederhana sehinga dan dapat dilakukan oleh kamera pada umumnya.

 

Namun ada satu fitur yang penting untuk dimiliki oleh kamera yang akan kita pakai untuk menerapkan teknik foto ini. Fitur yang dimaksud adalah pengaturan Aperture dan shuter speed yang dapat dilakukan dengan manual.

 

Selain itu fitur autofocus yang cepat dan dapat diandalkan juga akan sangat membantu sobat sekalian untuk mendapatkan hasil dan efek yang lebih baik.

 

Teknik ini sebenarnya sudah sangat lama dikenal dalam dunia fotografi dan sering digunakan untuk mengabadikan objek-objek yang bergerak.

 

Perkembangan kamera yang serba otomatis dewasa ini termasuk kamera hp yang semakin populer dengan selfienya juga menjadi salah satu sebab mengapa teknik ini agak jarang kita temui.

 

Untuk mendapatkan efek ini dapat digunakan kamera DSLR ataupu Mirrorless camera. Yang dilengkapi dengan lensa autofocus .

 

Namun demikian kemajuan dan perkembangan kamera pada smart phone dewasa ini menjadikan kamera smart phone kita semakin lama semakin mampu dipakai untuk keperluan profesional fotografi.

 

Salah satu ciri dari kamera profesional adalah kemampuan kontrol manual dari bukaan rana yang cukup besar dan kecepatannya. Jadi selama kamera smart phone sobat sekalian memiliki bukaan rana yang besar, fitur pengaturan rana dan speed manual maka teknik ini dapat dilakukan dengan menggunakan kamera smart phone.

 

Jenis lensa yang cocok

Berkaitan dengan jenis lensa, ada baiknya kita memakai lensa 70mm keatas. Namun ini bukan suatu keharusan. Efek yang baik tetap dapat kita hasilkan dengan lensa normal. Meskipun demikian lensa wide angle kurang dianjurkan karena pada pengambilan foto seperti ini focus kita adalah suatu objek tertentu yang dalam hal ini adalah motor yang sedang melaju.

 

Jenis pencahayaan

Pencahayaan yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan kondisi pada saat pemotretan dilakukan. Pencahayaan alami maupun buatan keduanya memungkinkan kita untuk menerapkan teknik ini.

 

Yang kita perlukan adalah sedikit skill dan pemahaman mengenai pengaturan pencahayaan pada kamera kita dengan baik. Selain itu kemampuan untuk mengatur fokus dengan capat juga sangat penting.

 

Untuk itu akan sangat membantu bila lensa kamera kita dapat melakukan fungsi auto fokus continues. Continues auto focus adalah salah satu fungsi fokus kamera dimana lensa secara otomatis akan lock in pada objek yang kita tuju.

 

Pertama sekali yang harus kita lakukan adalah mengatur kecepatan pada kecepatan rendah seperti layak nya bila kita mengambil foto objek yang tidak bergerak.

 

Artinya pencahayaan yang kita lakukan sedapat mungkin menggunakan kecepatan yang relatif rendah sehingga bukaan dapat lebih besar. Faktor getaran dalam pemotretan berkecepatan rendah dapat dikompensasi dengan tripod.

 

Setelah kita mendapatkan depth of field yang diinginkan dan dirasa sesuai, langkah selanjutnya adalah melakukan fokus pada objek sambil menggerakan arah dan fokus lensa kamera kita mengikuti gerakan motor yang akan kita foto.

 

Skil dalam menentukan timing penjepretan yang tepat menjadi kunci dari keberhasilan teknik ini. Eksperimen dan latihan akan menjadikan sobat sekalian semakin lama semakin baik dalam melakukan teknik foto ini.

 

Dari pengalaman kita lama-kelamaan akan mengetahui kombinasi bukaan dan kecepatan yang optimal untuk suatu kondisi pencahayaan tertentu. Selain itu skill dalam menggerakan arah lensa yang sesuai dengan kecepatan motor atau objek kita juga memerlukan sedikit latihan untuk pembiasaan.

 

 

Penutup

Secara singkat dapat kita rangkum step by step teknik foto yang dikenal dengan istilah panning ini sebagai berikut. Dalam mode Manual lakukan sbb:

  • Pilih iso yang cukup rendah dianjurkan jangan lebih dari iso 200. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan seting aperture besar dan kecepatan yang rendah dalam pencahayaan kita.
  • Pilih bukaan rana atau aperture yang terbesar dari lensa anda 1.1 , 1.4, 1.8, atau 2.8. Seperti kita ketahui dept of field yg rendah akan membuat objek kita lebih terlihat sebagai center of attention dalam komposisi foto kita.
  • Pilih kecepatan yang cukup rendah. Sedapat mungkin tidak lebih tinggi dari 1/25. Kecepatan yang tinggi akan mem freeze objek bergerak kita sehingga kita tidak akan dapat menangkap efek motionnya.
  • Lihat pencahayaan. Kondisi Pencahayaan yang terlalu terang, misalnya jam 11- 3 siang akan menyulitkan kita mendapatkan aperture besar dan kecepatan yang rendah.
  • Pilih mode Auto focus continues. Hal ini akan memudahkan untuk mendapatkan focus yang baik pada objek kita
  • Lock in fokus pada objek yang akan kita potret
  • Ikuti gerakan objek dengan lensa kita. Gerakan kamera kita untuk mengikuti gerakan objek yang akan kita potret.
  • Lakukan pemotretan pada timing yang tepat
  • Dapat dilakukan pemotretan dengan bracket.
  • Gunakan tripod untuk mempertajam fokus

 

Teknik ini dapat dilakukan juga pada mode Aperture Priority:

  • Pilih iso rendah.
  • Pilih Aperture besar.
  • Sesuaikan kecepatan shutter sekitar 1/25
  • Perhatikan pencahayaan EV pada kamera anda
  • Bila diperlukan dapat dilakukan bracket
  • Gunakan tripod sehingga objek dapat lebih fokus mengingat kira menggunakan kecepatan rendah

 

Teruslah bereksperimen untuk mendapatkan setting kamera dan hasil foto yang diinginkan.

 

Hal yang juga harus diperhatikan ketika melakukan pemotretan seperti ini adalah komposisi foto secara keseluruhan. Seringkali kita terlalu berkonsentrasi pada objek dan melupakan komposisi yang akan dihasilkan.

 

Untuk itu sebelumnya kita harus melakukan perencanaan yang cukup matang. Perhatikan background dan foreground dari objek kita. MemangĀ  background dan foreground dari foto nantinya akan terlihat kabur. Tetapi meskipun demikian pada setiap pemotretan kita harus tetap memperhatikan komposisi yang baik.