Tiger Bandung nan Gagah Perkasa Tampil kekar dan Garang memang meyakinkan.

Tiger sejak lama telah mengukuhkan posisinya sebagai motor lelaki yang didambakan oleh penggemar motor sport. Naked bike, dengan cc yang relatif besar di kelasnya ini punya keistimewaan lain selain horse power, yaitu harganya relatif terjangkau untuk digunakan sebagai alat transportasi pribadi sehari-hari.

Saat ini sang Tiger masih dalam proses modifikasi yang dilakukan oleh kang Yudi, nama pemilik workshop di bilangan Buah Batu, Bandung. Meski pun belum rampung 100%, kita sudah dapat membayangkan akan seperti apa penampilan Tiger biru ini nantinya. Kita juga sudah dapat menangkap tema modifikasi yang menjadi konsepnya.

Model Retro klasik jelas akan menjadi tema utama dari motor ini, style yang digabungkan dengan gaya muscle bike. Penggabungan gaya seperti ini tidak akan menjadi persoalan dan justru akan menjadi ciri khas dari hasil akhirnya.

Modifikasi tidak bersifat bersifat mutlak. Memang kita mengenal gaya klasik, chopper, bobber, caffee racer dan seterusnya. Tetapi istilah-istilah tersebut tidak bersifat kaku artinya kita bisa saja memadukan dua atau beberapa gaya dalam suatu modifikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang khas dan malah mungkin bisa menjadi aliran gaya baru.

Tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin saja hasil modifikasi anda akan disukai oleh banyak orang dan pada akhirnya menjadi suatu aliran gaya tersendiri. Demikianlah ide-ide baru dalam dunia modifikasi berkembang dan menemukan penggemarnya masing-masing.

 

Rangka untuk mounting jok tampaknya sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Dari konfigurasinya yang rata kita dapat menduga bahwa jok yang akan dipasang adalah double seater dengan gaya retro. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menjadi single seater dan tempat duduk penumpang akan dimodifikasi dengan pelat penutup yang manis

Modifikasi juga dilakukan pada tangki bensin dan rangka bodi. Hanya mesinnya yang asli. Mesin memang jarang mengalami modifikasi karena biasanya modifikasi dilakukan pada bodi. Modifikasi mesin terasa kurang  populer untuk modifikasi, penyebabnya adalah segi praktisnya, karena bukankah bila ingin tenaga yang lebih besar ya tinggal ganti mesin saja, ganti mesin ke cc yang lebih besar hampir pasti akan menuntut perubahan pada rangka bodi. Penyebabnya adalah: mesin dengan kapasitas besar akan mempunyai berat yang lebih besar pula.

Bila kita perhatikan, Mud guard belakang tampak jelas akan memakai gaya retro klasik dari zaman perang  dunia II. Model lengkung dari mud guard belakang terlihat sangat indah dan memberi kesan lembut pada motor berotot ini

Secara keseluruhan tampak bahwa Tiger ini akan dibuat tampak lebih kekar dari penampilan aslinya, namun demikian sentuhan sentuhan tertentu akan memberikan nuansa klasik yang indah.

 

Fork kekar yang dipasang dengan warna gold yang sangat dominan akan menjadi eye catching dari motor ini nantinya. Lebar fork yang baru ini juga memungkinkan penggunaan ban yang lebih lebar. Selain pertimbangan penampilan, pertimbangan keamanan juga turut diperhitungkan.

Ban yang lebih lebar akan mempunyai grip yang lebih kuat, aman dan nyaman ketika melakukan rem dan terasa stabil terlebih lagi ketika ditikungan. Tidak ada perubahan berarti dirangka bodi bagian depan, demikian kata kang Yudi, pemilik workshop ini menjelaskan.

 

Rear mud guard terlihat mempunyai bentuk yang serasi dengan tangki baru dari Tiger ini. Kang Yudi terlihat sudah memperhatikan segala sesuatunya. Rangka bodi yang asli dimodifikasi sedemikian rupa untuk dapat cocok dengan komponen-komponen kustom yang dia telah siapkan untuk Tiger ini. Lampu belakang mempunyai detail yang manis, tempat pelat nomor pun sudah disiapkan dengan rapi dan bersahaja.

Warna biru muda metalik dipilih menjadi warna dominan. Warna yang cerah ini tampak dapat mengimbangi gaya klasik berotot. Akibatnya bodi motor mengesankan penampilan yang lebih ringan dan muda. Tampak gagah namun ceria. Tentu  akan berbeda kesan nya bila warna yang dipilih adalah warna gelap, seperti hitam misalnya. Memang warna sangatlah berpengaruh bagi penampilan motor hasil modifikasi secara keseluruhan.

Warna  memberikan kesan yang berbeda. Pemahaman tentang  efek warna ini bisa jadi adalah hal yang tidak kalah pentingnya dari pemahaman tentang bentuk. Bentuk dan warna tidak dapat dipisahkan.

Warna gelap cenderung akan mengesankan dimensi yang lebih kecil bila dibandingkan dengan penggunaan warna terang. Motor hitam akan tampak lebih kecil dibandingkan dengan motor putih, demikian kira-kira. Selain daripada itu, warna metalik akan memberikan kesan mewah, gembira  dan menarik perhatian. Berbeda dengan warna dop yang akan memberi efek tenang dan kalem .

Selain itu setiap warna juga akan memberi kesan berbeda pada yang melihatnya. Seorang pria misalnya, cenderung akan menghindari warna pink dimotornya, bukankah demikian?

 

Pelek memakai ring 8 sedangkan ban al-terain yang lebar terlihat gagah dan sangat serasi dengan penampilan kekar dari motor ini.

Rem cakram depan belakang sudah disiapkan. Sistem rem yang memadai haruslah terpasang dimotor dengan tenaga besar ini.

Ban lebar yang dipilih memiliki jari jari yang menambah keindahan dan keanggunan Tiger asal Bandung ini. Kesan klasik segera terpancar. Kesan klasik yang sederhana tetapi menunjukkan kecermatan yang tinggi, terasa lebih ramah dan bersahabat.

 

Front mud guard yang pendek kontras dengan fork besar mengekspos ban depan yang tampak menonjol dan gagah adalah nilai plus dari tampak muka motor ini.

Tangki motor dengan aksen menonjol di sisinya juga tampak dominan. Setang tinggi mempertahankan posisi tegak pengemudi seperti aslinya Tiger yang tergolong naked-bike touring.

Kenalpot lurus horizontal ala cafe racer tampak dipasang dengan desain minimalis dan tidak ditonjolkan dalam modifikasi ini.

Modifikasi sebagai hobi dan alat ekspresi pribadi melalui alat transportasi yang dipakai sebenarnya sudah sering dilakukan orang sejak dahulu. Banyak alasan yang dapat dikemukakan berkenaan dengan alasan untuk melakukan modifikasi pada kendaraan roda dua ini.

Salah satu alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan modifikasi adalah perbaikan yang harus dilakukan. Keterbatasan komponen terkadang mendorong seseorang untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan, inilah awal dari proses modifikasi. Dalam kasus seperti itu modifikasi yang dilakukan bersifat fungsional semata.

Lama kelamaan dengan perkembangan zaman modifikasi bukan terdorong oleh kebutuhan fungsional belaka,  melainkan lebih bertujuan untuk memuaskan selera  dari  pemilik. Selera pribadi pemilik tentang kendaraan pribadinya mungkin dapat di analogikan seperti mode pakaian. Dalam hal mode selera pribadi sangat menonjol dan menentukan.

Dewasa ini modifikasi motor sudah menjadi industri yang sangat besar. Industri ini berkembang seiring dengan perkembangan dunia otomotif yang terus menerus berlomba lomba untuk dapat mengisi kebutuhan pasar.  Industri komponen kendaraan roda dua juga melihat peluang pasar yang besar dan menguntungkan.