Coba Tema Retro Futuristik. Modif Ciamik Honda.

Visual concept

Dalam konsep desain visual dikenal istilah less is more. Yang dimaksud adalah suatu pendapat yang beranggapan bahwa sesuatu yang simpel atau sederhana justru dapat memberikan kesan yang lebih mendalam. Hal ini dapat dimengerti karena dengan simplicity maka pesan atau tema dasar dari suatu tampilan visual dapat disampaikan dengan lebih terang dan jelas. Hal yang sama juga terjadi ketika kita mendandani motor kita.

Rupanya itulah yang menjadi pegangan Arief, biker asal Bandung ini memakai prinsip tersebut dalam mendandani Verza nya. Tampaknya dia cukup berhasil karena hanya dengan sentuhan kecil disana sini, Verza milik biker Bandung ini tampak jelas berbeda dengan Verza lainnya dijalanan

 

Klasik futuristik

Ketika diwawancarai, Arief menjelaskan bahwa konsep nya adalah klasik futuristik. Model futuristik dipengaruhi oleh desain lampu standard Verza 2014 yang memang berkesan futuristik. Meskipun demikian stang motor touring memberikan postur tegak pada pengendaranya, yaitu postur khas motor klasik

Berdasarkan dua hal tersebut diatas maka biker bandung memutuskan bahwa klasik futuristik atau semi klasik cocok untuk diangkat menjadi tema dari motor ini.

 

Kesan fututistik diperkuat dengan striping yg berupa blok blok warna yang simpel dan batas yang tegas. Dengan tegas menjadi tampak batas antara bagian atas tengah dan bawah motor ini. Batas ini sekaligus juga memberikan nuansa klasik karena roda dan body terlihat jelas terpisah. Blok mesin yang biasanya menjadi komponen utama dalam tampilan ini dijadikan pelengkap middle body motor yang berwarna silver & gold yang dominan.

Sebagai tambahan warna gold juga dipasang di samping lampu depan untuk menjaga keserasian warna.

 

Selain itu tema futuristik juga terlihat dari pilihan wind shield yang dipasang, desain yang mendukung tampilan lampu depan menonjolkan aerodinamis dan memperluas bagian muka motor biker asal Bandung ini.

Ketika ditanya apakah konsep klasik futuristik itu tidak berlawanan ? Bukankah lebih baik kalau klasik ya klasik dan kalau futuristik ya futuristik ? “Ya menurut saya future itu kadang bisa serasi dengan yg klasik karena prinsip estetika tidak pernah berubah, jadi pasti ada titik temunya” jawabnya ringan.

Sekali lagi ini masalah selera dan menurutnya selama terlihat estetis dan enak dipandang ya artinya oke oke saja tidak perduli istilah apa yang dipakainya. Prinsip desain dan keindahan selalu tetap dari masa ke masa

 

Tangki.

Tangki 12 ltr dari motor ini tampak gagah dengan motif carbon yang dipasang dikedua sisinya. Motif karbon ini memperkuat lekukan tangki yang feminin namun tegas dan elegan. Selain itu tangki motor ini juga dilengkapi dengan tank pad merah cantik . Striping pada tangki dan side fairing dirubah total. Kombinasi yang dipakai adalah merah hitam dengan tulisan Honda disisi bawah yang tampak cantik.

 

Side body.

Side body memakai kombinasi warna silver dan gold. Warna metalic dipakai untuk memunculkan nuansa futuristik di motor ini. Sesuai dengan profil side body yang juga futuristik. Warna warna metalik memperjelas dan menonjolkan profil side body. Penempatan warna metalik dilakukan sedemikian rupa sehingga terlihat bahwa tangki dan jok yang menyatu duduk diatas block mesin. Akibatnya motor terlihat lebih stream line dan aerodinamis. Tangki yang secara visual tampak menyatu dengan jok memberi kesan tersendiri dan dengan cepat membedakannya dengan motor motor lain sehingga tampak khas.

Side body tang berfungsi sebagai tutup aki menjadi elemen visual yang penting karena posisinya yang berada dipusat titik berat motor. Akibatnya penempatan warna dominan silver dan gold di titik itu menimbulkan kesan bahwa motor lebih stabil dan mantap di jalanan

Shock breaker

Ditambahkan shock riser di depan dan belakang sehingga secara keseluruhan ketinggian motor bertambah beberapa cm. Akibatnya harus dilakukan modifiksi pula pada standard samping maupun standard utama motor ini. Ketinggian yang baru ini terasa lebih cocok dengan tinggi pengemudinya. Menurut Arief ketinggian ini terasa lebih nyaman baginya untuk berkendara. Selain itu secara keseluruhan motor 150 cc ini jadi tampak lebih besar dan gagah. Shock riser depan lebih tinggi dari shock riser belakang sehingga motor lebih tegak, lebih nyaman untuk dikendarai

 

Jok

Hal yang pertama kali dilakukan adalah melakukan modifikasi jok. Untuk memperkuat kesan klasik futuristik dipakai model split double seater yang nyaman dan aman baik buat pengemudi maupun bagi penumpang. Modifikasi yang dilakukan sangat sederhana. Yaitu dengan menambahkan ketebalan busa dari back seater dan dibuat seolah terpisah dari atau overlap dengan front seater. Desain ini tampak berhasil, terlihat cantik dan sekaligus kokoh.

Dudukan jok tidak diganti atau dirubah alias masih memakai dudukan standar Verza.

 

Side bag & lampu sein.

Masalah yang dihadapi ketika akan memasang side bag adalah penempatan side bag yang terhalang oleh lampu sein standard. Lampu sein yang ada menghalangi bagian belakang side bag sehingga bila dipaksakan akan terlihat mengganjal. Untuk itu kemudian lampu sein diganti dengan model flat. Tapi kekurangan dari model flat ini adalah kurang jelas terlihat sehingga agak diragukan dari segi safetynya. Untuk itu demi keamanan kemudian dipasang juga lampu sein tambahan  di samping kanan dan kiri dari plat nomor.

Tail bag sebagai tempat jas hujan dipasang permanen diatas lampu belakang motor ini. Desainnya bulat memberi kesan klasik dan sporty. Meskipun tampak sederhana tail bag ini sangat penting keberadaannya terlebih lagi saat musim hujan.

 

Tire.

Ban depan dan belakang juga diganti dari ukuran standard pabrik menjadi 110/80 dan 90/80. Menurut biker asal Bandung ini dia merasa lebih nyaman dalam mengendarai dengan ban tersebut manuver terasa lebih ringan dan mudah. Sebelumnya ban depan memakai orisini 100/80 terasa lebih berat ketika menikung, setelah diganti tikungan bisa dilewati dengan lebih enteng dan mudah, lebih smooth.

 

Ban belakang 110 terasa cukup lebar, selain lebih aman dan stabil juga tampak lebih gagah kokoh dan tampak lebih proporsional dengan ukuran motor secara keseluruhan. Tampak belakang motor terlihat menjadi lebih estetis dan sedap dipandang. Ukuran ban depan lebih mempertimbangan aspek handling untuk manuver motor dalam kemacetan.  Secara visual kombinasi ini juga tampak enak dipandang dan terlihat elegan.

Tapi sekali lagi, perlu ditegaskan bahwa pilihan ukuran ban ini juga tergantung dari faktor  kebiasaan dan selera yang kadang berbeda dari pengemudi yang satu ke pengemudi yang lainnya. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi atau disebabkan oleh tinggi pengemudi, berat pengemudi, jangkauan tangan pengemudi, gaya mengemudi, dan faktor lainnya. Untuk itu pemakai bisa merasakan sendiri berdasarkan pengalamannya, mana yang terasa lebih sesuai untuknya.