Seni Kustom Klasik: Lahirnya Konsep Motor yang Tak Melulu Memburu Penghargaan

Perkembangan dunia motor kustom tak ada hentinya. Bahkan, kini motor kustom telah menjadi suatu budaya tersendiri di Indonesia. Beragam acara diselenggarakan untuk mewadahi berkumpulnya para penggemar dan pecinta motor kustom di Indonesia. Menjamurnya motor kustom juga tak terlepas dari kiprah para builder. Mereka turut menyebarkan virus motor kustom melalui berbagai cara, mulai dari mulut ke mulut hingga media sosial.

 

Guna menggali lebih dalam soal dunia kustom, kami pun berkunjung ke sebuah gerai modifikasi di kawasan Kota Malang. Kami pun bertemu dengan Vullanda Nurhan Hendrata, pemilik rumah kustom Ultimate Custom Garage untuk membahas mengenai budaya kustom melalui sudut pandangnya.

 

Ada banyak hal menarik yang menjadi pokok pembicaraan kami, mulai apa saja sih yang bikin kustom berkembang? Dan seberapa jauh motor kustom digeluti hingga saat ini? Dan apakah benar kalau membuat motor kustom harus selalu menang kompetisi dan wajib memperoleh penghargaa?

Yuk simak obrolan kami dengan Mas Vulla (Panggilan Vullanda) tentang dunia kustom yang hingga hari ini seolah tiada matinya.

 

Menggeluti dunia motor kustom sejak kapan? Apa yang membuat Mas Vulla menjadi builder?

Proses pengecatan di Ultimate Custom Garage

Pertama kali kenal motor kustom tahun 2009. Waktu itu masih sepi, jarang di Malang. Saya buat sendiri. Kemudian terima pesanan pertama tahun 2014 setelah pensiun dari dunia bola. Itu dari teman-teman sendiri.
Apa motor kustom yang pertama dibangun? Masih ada sampai sekarang?

Dulu saya bangun cafe racer basisnya Honda GL tahun 2009. Bangunnya ya dicicil di sela-sela kegiatan sehari-hari. Total sekitar 3 bulan. Sudah saya jual. Itu lakunya juga ke teman sendiri, karyawan bank.

 

Referensi motor kustom biasanya dari mana?

Macam-macam, kadang dari internet, pinterest, instagram. Tapi saya paling suka kalau lihat langsung waktu ada kontes motor kustom. Kan lihatnya bisa lebih detail. Terus bisa ngobrol dengan builder.

 

Berarti sering ikut konstes mas?

Motor kustom yang masih setengah jadi

Lumayan. Tapi ya yang skala lokal Malang saja. Seperti di Suryanation, SMAN 1, di Polinema juga.

 

Karyanya sering menang juga?

Tidak mas. Ya memang tidak cari menang. Pokoknya senang, lalu lihat-lihat referensi. Tapi pernah sekali menang di Suryanation Hangout 2018 kemarin. Itu motor konsumen diikutkan kontes. Menang kategori “People Choice” mas. Basisnya Yamaha Byson.

 

Sampai saat ini sudah berapa motor kustom yang dibuat? Kebanyakan jenis apa?

Kemarin tahun 2018 bisa sekitar 30 motor kustom. Jadi kalau sejak 2014 ya kira-kira 100 motor. Jenisnya macam-macam ya, tapi kebanyakan scrambler tracker. Kan dua itu masih enak kalau dipakai harian. Kalau chopper, cafe racer, itu peminatnya khusus, buat yang punggungnya kuat (ujarnya sambil tertawa).

 

Bagian mana dulu yang dikerjakan saat membangun motor kustom?

Kaki-kaki dulu baru lanjut ke bodywork. Jadi nanti bisa kelihatan proporsional atau tidak. Sempat ada yang minta bodywork dulu, tapi saya arahkan untuk kaki-kaki dulu.

 

Komponen apa yang dibuat sendiri?

Hasil karya yang masih dalam proses pengerjaan

Sebisa mungkin yang kita bisa ya kita buat sendiri, seperti rangka, tromol, setir, tangki. Karena ada kepuasan tersendiri kalau part kita buat sendiri. Tapi kalau spion, handgrip, itu kebanyakan produk aftermartket, kita beli.

 

Menurut Mas Vulla, motor kustom yang bagus itu seperti apa?

Sebenarnya relatif, tergantung yang lihat. Tapi itu tadi, yang kita buat sendiri. Namanya kustom seperti itu, kita buat sendiri semuanya. Ada perasaan yang berbeda antara kalau kita beli tromol mahal yang harganya jutaan dengan buat sendiri dari besi utuh.

 

Apa bagian paling sulit untuk dikustom?

Semua punya kesulitannya sendiri-sendiri. Tergantung permintaan konsumen. Ada yang minta detail kecil di tangki, bisa juga dari cat. Kan biasanya ada yang minta motif aneh-aneh.

 

Kebanyakan konsumen Ultimate Custom Garage dari mana?

50:50. Sebagian dari Malang, sebagian dari luar Malang. Jadi kalau ada 5 motor, 3 dari Malang, 2 dari luar. Tapi kebanyakan masih di Jawa. Kalau mau ke luar pulau itu pengirimannya yang repot. Kan ongkos kirimnya mahal.

 

Proses kustom motor pelanggan luar Malang bagaimana?

Konsep di bagian dalam bengkel Ultimate Custom Garage

Biasanya sih motornya dikirim ke Malang. Tapi ada juga yang minta dicarikan motor bahan di sini, nanti kalau sudah jadi kita kirim.

 

Motor apa saja yang sering dikustom?

Sementara ini sih masih 200cc, 220cc, Honda Tiger, Yamaha Scorpio. Tapi kita pernah juga kustom motor gede, Suzuki GSX400, Honda CB750, Kawasaki KZ1000. Bulan depan rencananya ada Kawasaki Z800 dan Honda Phantom yang masuk.

 

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 motor kustom?

Tergantung budget dan keinginan konsumen. Tapi kita sudah punya pricelist, mulai dari Rp8,5 juta. Kalau itu kita punya katalognya, harga Rp8,5 juta itu sudah dapat macam-macam, tangki, kaki-kaki, sampai painting. Pokoknya sudah jadi. Tapi bisa juga di bawah itu. Jadi ada part yang kita kurangi. Kalau suspensi depan biasanya kita pakai Yamaha Byson, itu tidak kita ganti, jadi tetap pakai bawaan motor.

 

Pengerjaan untuk 1 motor kustom berapa lama?

Paling lama 1 bulan kalau yang full kustom ya. Kita juga sistem one stop, sehari jadi. Tapi itu khusus pasang part-part kustom. Tapi dari dulu sistem di sini seperti itu, kita kerjakan secepat mungkin supaya konsumen tidak menunggu terlalu lama dan perputarannya cepat.

 

Mas Vulla punya motor Masterpiece?

Bukan masterpiece sih kalau menurut saya. Tapi berkesan. Judulnya “Pancen Tak Gawe Ngene”, artinya memang saya buat begini. Itu chopper basisnya Honda CG keluaran 1989. Pembuatannya terhitung cepat, sekitar 1 bulan. Karena kita kejar untuk ikut Suryanation tahun 2015, tapi tidak menang (lalu tertawa).

Uniknya motor ini, dia brakeless (tanpa rem) dan rigid. Tapi ini bukan motor diam. Ya saya pakai harian, kadang touring juga dengan teman-teman.

 

Bagaimana kesan konsumen ke Ultimate Custom?

Biasanya puas ya. Mereka kembali ke sini biasanya untuk upgrade part. Ada yang ganti model, cat, biasanya gara-gara bosan.

 

Ultimate Custom ada rencana apa untuk ke depannya?

Mau buka cafe biar nongkrongnya enak. Konsumen bisa minum kopi sambil menunggu motor dikustom. Terus ada rencana buat apparel bertema motor kustom. Terdekat sih kaos. Jadi biar benar-benar one stop garage. Ada cafe, souvenir, dan tentu bengkel.

 

Tentang Mas Vulla

Mulanya, Mas Vulla berprofesi sebagai pemain sepak bola. Ia sempat bergabung dengan Persema Malang selama 3 tahun dan Arema IPL. Pria lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya itu juga pernah menjadi punggawa Persela Lamongan selama 2 tahun sebelum akhirnya gantung sepatu dan beralih ke dunia motor kustom.
Berikut kami sajikan wawancara bersama Mas Vulla terkait motor kustom dan bengkel Ultimate Custom Garage miliknya.

 

Tentang Ultimate Custom Garage

Lokasi Ultimate Custom Garage

Lokasi bengkel pria yang akrab disapa Mas Vulla kelahiran 23 November 1994 itu berada di Jl. Polowijen 2 no.487c, Malang dan memiliki akun instagram @ultimate_garage.

 

Bengkel yang cukup punya nama besar di Kota Malang tersebut menyediakan berbagai macam kustom untuk motorcycle yang dapat disesuaikan dengan pesanan pelanggan.

Nama bengkel : Ultimate Custom Garage
Alamat : Jl. Polowijen 2 no. 487c, Malang
No telp : 082231306979
Instagram : @ultimate_custom
Jam buka : Senin-Sabtu 09.00-17.00