Ingin Vespamu jadi Keren, Melipir saja ke Playscoot

Vespa matic kini sudah menjadi pemandangan umum di jalanan Surabaya. Dengan desain unik serta nilai sejarah yang dimilikinya, tak mengherankan jika pemilik Vespa matic makin menjamur. Menangkap peluang tersebut, Benny Indarto menghadirkan Playscoot, bengkel modifikasi dan servis khusus Si Lebah dari Italia.

 

”Vespa ini unik. Tak sekadar sebagai alat transportasi, tapi punya nilai lebih lain yang tidak dimiliki merk lain. Inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan Vespa,” ungkap pria 36 tahun asli Surabaya tersebut mengawali pembicaraan dengan Otoraja.

Menurut Benny, Vespa matic perlu perhatian khusus jika dibanding motor Jepang. “Apalagi Vespa matic yang beredar di Indonesia ini asalnya dari Vietnam. Kualitasnya masih di bawah yang asli Italia,” paparnya.

Poin inilah yang membuat Vespa matic agak rewel. Jika tak melakukan perawatan rutin dan terjadi kerusakan, perbaikannya pun semakin rumit. “Misal kerusakannya di kelistrikan, pengaruhnya bisa merambat ke bagian yang lain,” jelas Benny.

 

Kasus paling sering ditemui adalah gregel atau getar pada CVT. Saat Vespa matic baru berjalan dari posisi diam atau ketika mesin panas, mesin terasa sangat getar. Tak hanya untuk tipe lama dengan mesin 2V dan 3V, kasus serupa juga dialami pada tipe anyar bermesin iGet. ”Solusinya, harus ganti kampas kompling buatan aftermarket. Atau mengganti dengan punya Piaggio MP3 yang asli italia,” ujarnya.

Selain menangani penyakit rutin, bengkel yang berada di Sidosermo PDK III Kav 200, Surabaya, ini  juga kerap mendapat permintaan melakukan modifikasi pada Vespa matic milik konsumen. ”Berbeda dengan motor Jepang, modifikasi pada Vespa matic tidak terlalu ekstrim. Lebih fokus kepada tampilan namun tetap mengedepankan estetika dan elegan yang menjadi identitas Vespa itu sendiri,” paparnya.

 

Saat berkunjung ke Playscoot, pengunjung bisa memilih langsung beberapa aksesori modifikasi. Tempat ini memang menyediakan beberapa etalase yang khusus memajang flyscreen, crash bar, lampu, ban, spion, dan yang lain.

Secara garis besar, aksesori tersebut terbagi dalam dua tipe, buatan lokal atau after market. ”Untuk pemula biasanya memilih yang lokal. Karena selain lebih murah, mereka masih bereksperimen. Jadi modifikasinya masih malu-malu,” jelas Benny.

 

Menurut Benny, ada beberapa titik yang sering jadi sasaran modifikasi. Pertama adalah spion yang diganti merek lokal atau impor, harganya berkisar Rp 400 ribuan. Kemudian shockabsorber. Yang sedang banyak diminati merek Ohlins dengan bandrol berkisar Rp 9 jutaan. Untuk knalpot, merk Akrapovic tetap jadi banyak incaran meskipun harganya cukup fantastis, yaitu Rp 8-9 jutaan.

”Ada juga beberapa pelanggan yang ingin ganti velg agar Vespa maticnya tampak lebih garang. Yang laris merk Verossi dari Thailand. Alternatif lain mereka swap velg lama dengan punya Vespa Sprint yang memang lebih keren desainnya,” ujarnya.

 

Benny menjelaskan jika di bengkel miliknya juga menyediakan beberapa paket upgrade performa mulai tanpa pergantian racing part hingga yang sudah termasuk pergantian part racing seperti, pully, roller, seher, blok mesin, knalpot dan lainnya. ”Jika ada yang berminat, bisa langsung kami persiapkan agar Vespanya bisa makin ngebut.”

 

Playscoot juga menerima pengerjaan repaint body Vespa. ”Ini yang sedang banyak diminati. Mereka biasanya bosan dan ingin tampil beda agar Vespanya terlihat lebih keren. Tapi terkadang ada juga yang minta di cat ulang untuk menghilangkan baret,” jelasnya.

 

Sediakan Layanan Servis

Selain modif, pengunjung Playscoot juga bisa melakukan service maintenance, perawatan berkala, atau perbaikan besar seperti water hammer, kecelakaan. Bengkel ini memang didukung mekanik berpengalaman dan peralatan yang sangat memadai.

 

Semua tipe Vespa matic bisa diterima di sini. Dan yang jelas, ongkos jasanya lebih murah dibanding dealer. ”Tapi SOP kami setara dengan mereka. Mulai inspeksi, pengerjaan, hingga QC setelah servis. Di sini kami juga ready spare part fast moving seperti riley, filter oli, aki, dan yang lain,” terang Benny.

Playscoot sendiri buka mulai Senin hingga Sabtu dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Jika ingin ke sini, tidak ada salahnya untuk membuat reservasi terlebih dahulu. Karena cukup banyak pelanggan yang datang setiap harinya. ”Jika ada pelanggan yang urgent butuh bantuan di luar jam kerja, kami usahakan tetap layani. Intinya kami berikan yang terbaik untuk kepuasan mereka,” imbuhnya.

Berkat totalitas yang diberikan oleh Playscoot, nama bengkel ini mulai terkenal di kalangan pecinta Vespa matic. Pengunjungnya tak hanya dari Surabaya, tapi juga Pacitan, Kediri, Madiun, hingga Madura. ”Rating plus dari pelanggan sangat membantu kami untuk promosi word of mouth,” paparnya.

Rencana ke depan, Benny ingin mengembangkan Playscoot sebagai one stop shop untuk semua keperluan Vespa matic. ”Selain servis dan modifikasi, saya juga ingin menjual apparel serta menyediakan layanan detailing atau poles Vespa dengan produk premium,” sahutnya.

 

Cinta Vespa Sejak 2011

Perkenalan Benny dengan Vespa matic bermula ketika dia tinggal di Bali pada 2011 lalu. Saat itu dia butuh motor yang bisa menemani aktivitas kesehariannya. ”Naik mobil di Bali nggak enak. Tidak bisa menikmati suasananya. Lebih cocok naik motor,” paparnya.

 

Benny pun memutuskan meminang Vespa matic LX 125 2012 sebagai tunggangan andalannya. Dari yang sekadar untuk melibas aspal, bapak dua anak ini mulai bergabung dengan komunitas Vespa matic di Bali. ”Saat itu saya sekadar untuk menambah kawan, terutama sesama pengguna Vespa matic dan ilmu mekanik tentang Vespa. Karena kebetulan dari dulu saya suka oprek mesin,” imbuhnya.

Dalam komunitas tersebut, Benny diajari salah seorang senior bagaimana mendapatkan uang dari hobi. ”Paling gampang adalah jualan aksesori modifikasi. Karena saat itu peminatnya banyak, tapi penjualnya masih sangat sedikit,” sahut Benny.

Bermodal tekad yang kuat dan riset pasar, Benny mulai menjajaki peruntungannya dengan berjualan aksesori Vespa matic pada tahun 2013 via online. Animonya cukup besar. Dia bahkan sempat kewalahan menerima orderan masuk.

Sekitar setahun berjalan, Benny harus pindah ke Jakarta. Dia pun terpaksa mulai mengurangi porsi aktivitasnya melapak. ”Saya malah sempat berhenti jualan dan pure ke hobby saja. Kembali beradaptasi dengan lingkungan Vespa matic baru di Jakarta” jelasnya.

Lewat pertemanan dengan komunitas baru ini, Benny mulai mendapatkan link yang lebih besar. Dia kenalan dengan suplier aksesori dan spart part besar di Jakarta. Dengan berbagai pertimbangan, dia akhirnya memutuskan kembali jualan online 2015 dan secara resmi menggunakan nama Playscoot.

Seiring berjalannya waktu, bisnisnya mulai berkembang. Dia pun tertarik mencari tantangan yang lebih besar. Lewat beberapa pertimbangan, Benny akhirnya memutuskan untuk membuka bengkel Playscoot di Surabaya.

”Pengguna Vespa matic di Surabaya sudah massive. Di sini seakan-akan sudah menjadi tren gaya hidup. Tapi bengkel modifikasi dan servis masih sedikit. Inilah peluang yang saya tangkap,” kata Benny.